IPD – 15 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melanjutkan rangkaian diplomasi strategisnya dengan mengunjungi Prancis pada Selasa, 14 April 2026. Kedatangan beliau disambut secara resmi oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Élysée, Paris, dengan upacara Guard of Honor yang menandakan tingginya nilai simbolis pertemuan dua kepala negara.
Setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Rusia, Prabowo langsung melanjutkan agenda ke Prancis. Kedua pemimpin menghabiskan waktu di ruang Les Salon des Portraits untuk melakukan pertemuan tête-à-tête yang dipenuhi diskusi intens mengenai penguatan kerja sama bilateral di sejumlah sektor prioritas.
Pengadaan Alutsista dan Penguatan Industri Pertahanan
Dalam perbincangan, alutsista menjadi topik utama. Prabowo menegaskan keinginan Indonesia untuk memperluas kerja sama dengan Prancis dalam pengadaan peralatan utama sistem senjata (alutsista) serta pengembangan industri pertahanan domestik. Macron menyampaikan kesiapan pemerintah Prancis untuk menyediakan teknologi mutakhir, termasuk pesawat tempur generasi berikutnya, sistem pertahanan udara, dan platform militer laut. Kedua pihak sepakat membentuk kelompok kerja bersama yang akan menilai kebutuhan teknis, mekanisme transfer teknologi, serta skema pembiayaan yang menguntungkan kedua negara.
Transisi Energi dan Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT)
Isu energi menjadi fokus kedua pertemuan. Prabowo menyoroti pentingnya diversifikasi sumber energi Indonesia, terutama dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Macron menawarkan kolaborasi dalam pengembangan energi terbarukan, termasuk proyek tenaga angin lepas pantai, tenaga surya, serta teknologi hidrogen hijau. Diskusi juga mencakup kerja sama di bidang riset dan pengembangan (R&D) untuk meningkatkan kapasitas produksi energi bersih di Indonesia, serta peluang investasi Prancis dalam infrastruktur energi berkelanjutan.
Infrastruktur, Transportasi, dan Ekonomi Kreatif
Selain pertahanan dan energi, Prabowo dan Macron membahas agenda luas yang mencakup sektor infrastruktur dan transportasi. Prancis, sebagai salah satu pemain utama dalam proyek kereta berkecepatan tinggi dan jaringan jalan raya, diharapkan dapat berkontribusi pada proyek-proyek strategis di Indonesia, termasuk pengembangan jaringan kereta api trans‑Sumatra dan jalur kereta cepat Jakarta‑Bandung. Kedua negara juga menyoroti pentingnya memperkuat ekonomi kreatif, dengan menekankan kolaborasi dalam industri film, mode, serta seni visual yang dapat meningkatkan pertukaran budaya dan nilai tambah ekonomi.
Pendidikan, Riset, dan Teknologi
Pendidikan dan riset menjadi poin tambahan dalam agenda. Prabowo mengusulkan peningkatan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia di universitas-universitas Prancis serta program pertukaran dosen. Macron menekankan pentingnya kolaborasi dalam bidang teknologi informasi, kecerdasan buatan, dan internet of things (IoT) untuk mempercepat digitalisasi ekonomi Indonesia. Kedua pemimpin sepakat untuk menyusun memorandum of understanding (MoU) yang mencakup program joint research, pendirian pusat inovasi bersama, serta dukungan finansial untuk startup teknologi di kedua negara.
Selama pertemuan, suasana diplomatik diwarnai dengan jamuan makan siang resmi yang menampilkan masakan khas Perancis dan Indonesia, memperkuat ikatan personal antar pemimpin. Prabowo didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan lanjutan natural dari pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang menghasilkan kesepakatan energi jangka panjang. Kedua agenda tersebut diharapkan saling melengkapi, memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang aktif dalam dinamika geopolitik global.
Secara keseluruhan, pertemuan Prabowo dan Macron menandai babak baru dalam hubungan Indonesia‑Prancis. Fokus pada alutsista, energi terbarukan, infrastruktur, serta kolaborasi pendidikan dan teknologi menunjukkan komitmen bersama untuk memperdalam kemitraan strategis yang bersifat multilateral. Diharapkan hasil konkret dari diskusi ini akan terwujud dalam bentuk perjanjian resmi, proyek bersama, serta investasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan keamanan nasional Indonesia dalam jangka panjang.
