IPD – 23 Juni 2026 | Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan dalam kancah politik Indonesia. Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, telah menyampaikan kritiknya terhadap kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat ini. Menurut Cak Imin, kepengurusan PBNU periode ini adalah yang paling mundur jika dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Cak Imin juga menyatakan bahwa PKB tidak setuju dengan wacana dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menjabat hingga dua periode. Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid, menegaskan bahwa fokus utama PKB adalah menyukseskan program kerja pemerintah, bukan pada spekulasi politik.
Sementara itu, PKB juga telah melakukan konsolidasi internal dengan mengumumkan struktur pucuk pimpinan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Pasuruan untuk periode 2026-2031. Posisi Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan dipercayakan kepada Yusuf Daniyal, dengan Samsul Hidayat sebagai Sekretaris dan Wasik Rahman Hamzah sebagai Bendahara.
Di Kabupaten Gresik, PKB juga telah melakukan perubahan besar dengan menunjuk Muhammad Syahrul Munir sebagai Calon Ketua Definitif DPC PKB Gresik periode 2026-2031. Jajaran pengurus inti partai berlambang bumi itu disusun dengan diisi oleh barisan kader muda eks aktivis lintas organisasi.
Dewan Komando Pusat (DKP) Panji Bangsa, sebuah organisasi yang berhubungan dengan PKB, juga telah merayakan hari lahir yang pertama dengan menggelar tasyakuran sekaligus menyantuni sekitar 200 anak yatim piatu. Ketua Umum DKP Panji Bangsa, Rivqy Abdul Halim, menegaskan bahwa kehadiran organisasi harus memberikan energi positif bagi masyarakat.
Dalam menghadapi tantangan politik, PKB tetap berkomitmen untuk memperkuat konsolidasi internal dan meningkatkan kepedulian sosial. Dengan demikian, PKB siap menghadapi berbagai tantangan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
