GBP/JPY Mencapai Rekor Tertinggi 2008, Minyak Tinggi Tekan Yen dan Sentimen Risiko Meningkat

IPD – 15 April 2026 | Pasangan mata uang GBP/JPY kembali menembus level tertinggi yang belum tercapai sejak Juli 2008, dipicu oleh kombinasi faktor fundamental dan teknikal yang memperkuat arah bullish. Pada Selasa kemarin, nilai tukar Poundsterling terhadap Yen menapaki zona 215,60, menandai peningkatan selama tujuh hari berturut‑turut. Kenaikan ini terutama dipicu oleh harga minyak mentah yang tetap berada pada level tinggi, sekaligus didorong oleh harapan perbaikan hubungan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran yang menumbuhkan sentimen risiko positif di pasar global.

Harga minyak dunia tetap berada di atas $90 per barel meski mengalami sedikit penurunan dari puncaknya. Tekanan pada Yen Jepang masih kuat karena negara tersebut adalah importir energi terbesar di dunia; kenaikan harga minyak menambah beban defisit perdagangan dan menurunkan daya beli Yen. Sementara itu, prospek lanjutan negosiasi di Islamabad menambah ketidakpastian pasokan minyak, memperpanjang tekanan pada mata uang yen.

Di sisi lain, dinamika geopolitik antara Washington dan Teheran memberikan suntikan optimisme bagi aset‑aset berisiko. Harapan bahwa diplomasi dapat meredam konflik di Timur Tengah mengurangi persepsi risiko global, yang pada gilirannya meningkatkan minat investor pada mata uang yang sensitif terhadap sentimen pasar, seperti Poundsterling. Kombinasi kedua faktor ini – minyak tinggi yang menekan Yen dan perbaikan sentimen risiko – menciptakan kondisi ideal bagi GBP/JPY untuk melanjutkan rally.

Dari perspektif teknikal, grafik harian menunjukkan pasangan ini tetap berada dalam tren naik yang kuat. Harga kini berada jauh di atas Simple Moving Average (SMA) 100‑hari pada 210,88 dan SMA 200‑hari pada 205,68, menegaskan dominasi bull. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 berada di sekitar 68, mendekati wilayah overbought tetapi belum melampaui batas kritis 70, menandakan masih ada ruang bagi pergerakan lanjutan. Moving Average Convergence Divergence (MACD) kembali ke zona positif dengan nilai sekitar 0,41, memperkuat sinyal beli. Sementara Average Directional Index (ADX) berada di level 17, mengindikasikan tren masih berkembang meskipun belum sangat kuat.

Berikut adalah poin‑poin utama yang mendasari pergerakan GBP/JPY:

  • Minyak mentah tetap tinggi, menambah beban pada Yen dan memperlemah JPY.
  • Harapan diplomasi AS‑Iran mengangkat sentimen risiko, mendukung mata uang berisiko seperti GBP.
  • GBP/JPY berada di atas SMA 100‑hari (210,88) dan SMA 200‑hari (205,68), memperkuat bias bullish.
  • RSI 14 berada di 68, mendekati overbought tetapi masih memberi ruang naik.
  • MACD positif sekitar 0,41, mengonfirmasi momentum beli.
  • ADX di 17 menunjukkan tren masih berlanjut, belum overextended.

Jika pasangan ini berhasil mempertahankan penembusan di atas zona 215,00, jalur kenaikan dapat berlanjut menuju level 217,00 dan berpotensi menguji resistance kuat di 220,00. Sebaliknya, kegagalan untuk menahan level tersebut dapat memicu koreksi ke support pertama di sekitar 213,00, diikuti oleh SMA 100‑hari pada 210,88. Penurunan lebih lanjut di bawah level tersebut dapat menggeser bias jangka pendek menjadi bearish, membuka peluang penurunan menuju SMA 200‑hari di 205,68.

Di samping pergerakan GBP/JPY, data terbaru mengenai Yen Jepang menunjukkan bahwa mata uang ini masih menjadi yang terkuat terhadap Dolar AS, meski berada dalam konteks pelemahan umum terhadap mata uang utama lainnya. Tabel perubahan persentase harian mengindikasikan Yen menguat terhadap sebagian besar pasangan mata uang utama, namun tekanan harga minyak dan ekspektasi inflasi global tetap menjadi faktor penghambat utama bagi penguatan lebih lanjut.

International Monetary Fund (IMF) juga memperingatkan bahwa skenario energi yang lebih keras dapat mendorong harga minyak rata‑rata menjadi $110 per barel pada tahun 2026 dan naik menjadi $125 pada tahun 2027, jauh di atas proyeksi dasar sekitar $82. Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, menekankan bahwa kenaikan harga energi pada level tersebut dapat memicu resesi di sejumlah ekonomi dan meningkatkan inflasi global di atas 6 persen. Kondisi ini menambah beban pada mata uang yen, yang secara tradisional dipengaruhi oleh kebijakan moneter dan neraca perdagangan Jepang.

Secara keseluruhan, kombinasi faktor fundamental – harga minyak tinggi, geopolitik AS‑Iran, serta peringatan IMF – bersama dengan indikator teknikal yang menguat, memberikan landasan yang solid bagi GBP/JPY untuk melanjutkan rally menuju level tertinggi multi‑tahun. Investor dan trader perlu memantau perkembangan negosiasi di Timur Tengah serta data inflasi global, karena perubahan pada dua variabel tersebut dapat memicu volatilitas yang signifikan di pasar forex.

Dengan demikian, meskipun momentum saat ini masih mengarah ke atas, pengawasan ketat terhadap level resistance penting dan potensi koreksi jangka pendek tetap menjadi aspek krusial dalam pengambilan keputusan trading. Bagi pelaku pasar, menjaga keseimbangan antara ekspektasi kenaikan lebih lanjut dan kesiapan menghadapi penurunan mendadak akan menjadi kunci dalam memanfaatkan pergerakan GBP/JPY yang masih berada pada fase bullish.

Leave a Comment