GBP/JPY Memecah Resistance 211,50, Harga Melonjak ke Puncak Baru April

IPD – 07 April 2026 | Pound Sterling (GBP) terus menunjukkan kekuatan melawan Yen Jepang (JPY) selama dua sesi perdagangan berurutan, menggerakkan pasangan GBP/JPY melewati zona resistance penting di 211,50. Pada Selasa, mata uang Inggris menembus level tersebut dan melanjutkan kenaikan hingga mencetak level tertinggi bulan April di atas 211,65. Lonjakan ini menandai pemulihan lebih dari setengah kerugian yang terjadi pada akhir Maret, sekaligus menegaskan dominasi pembeli di pasar forex utama.

Faktor utama yang mendukung gerakan naik ini adalah kekhawatiran yang lebih besar terhadap dampak geopolitik, khususnya konflik yang berkepanjangan di Iran, terhadap Yen dibandingkan Pound. Yen, yang biasanya berfungsi sebagai safe‑haven, mengalami tekanan penurunan karena investor menilai risiko geopolitik lebih mengancam mata uang Jepang daripada Pound. Di sisi lain, ekspektasi inflasi yang lebih tinggi di Jepang—dipicu oleh kenaikan harga minyak mentah dan kebijakan stimulus fiskal yang diusulkan oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi—menambah beban pada Yen, memperlemah posisi mata uang tersebut.

Analisis teknis

  • Candle bullish engulfing terbentuk pada grafik harian Senin, menandakan pembalikan tren jangka pendek.
  • Penembusan resistance 211,50 pada Selasa memberi sinyal lanjutan kenaikan menuju area 212,00‑212,55.
  • RSI 4‑jam naik dari zona jenuh jual ke sekitar 60, mengindikasikan pemulihan momentum.
  • MACD tetap berada di atas garis sinyal dengan histogram positif, meneguhkan tren bullish.

Pola harga saat ini mengindikasikan bahwa GBP/JPY berada pada kaki C‑D dari pola Gartley, yang biasanya memberi peluang lanjutan ke arah tren utama. Level Fibonacci retracement 61,8% pada 211,92 menjadi resistance pertama yang harus dihadapi, sementara level 78,2% di 212,55 menjadi target jangka pendek selanjutnya. Di sisi support, zona 210,35 berfungsi sebagai pertahanan penting yang menahan aksi penjual pada 2‑6 April, sekaligus membuka jalan kembali ke level terendah Maret di 209,65 bila tekanan penurunan kembali muncul.

Data nilai tukar Yen Jepang hari ini memperlihatkan pergerakan relatif terhadap mata uang utama. Meskipun Yen menguat terhadap Dolar Selandia Baru, ia tetap berada di posisi lemah terhadap GBP, USD, dan Euro. Berikut rangkuman persentase perubahan nilai tukar JPY terhadap mata uang utama pada hari tersebut:

USDEURGBPCADAUDNZDCHF
JPY-0.10%-0.06%-0.13%-0.01%0.04%-0.09%-0.04%

Heat map yang menyertai data tersebut mengilustrasikan bahwa Yen berada pada posisi terkuat melawan Dolar Selandia Baru, namun tetap lemah terhadap pasangan utama lainnya. Kondisi ini mencerminkan pergeseran sentimen investor yang lebih memilih aset berisiko menengah, seperti GBP, dibandingkan aset safe‑haven tradisional.

Secara fundamental, tekanan inflasi di Jepang dapat memicu kebijakan moneter yang lebih ketat, yang pada gilirannya akan mendukung penguatan Yen dalam jangka panjang. Namun, dalam jangka pendek, sentimen negatif terhadap risiko geopolitik dan ekspektasi kenaikan harga komoditas masih menjadi pendorong utama bagi pergerakan GBP/JPY yang bullish. Jika pasangan ini berhasil menembus level resistance 212,55, kemungkinan besar akan menguji zona psikologis 213,00, yang dapat menjadi titik balik penting bagi tren bulanan.

Investor yang menilai bahwa risiko inflasi di Jepang masih tinggi dan bahwa kebijakan stimulus dapat memperburuk tekanan pada Yen mungkin akan terus menambah posisi beli pada GBP/JPY. Sebaliknya, pedagang yang memperkirakan intervensi Bank of Japan atau perubahan sentimen geopolitik dapat mempertimbangkan penempatan order stop‑loss di sekitar support 210,35 untuk melindungi posisi dari kemungkinan koreksi tajam.

Kesimpulannya, pasangan GBP/JPY berada dalam fase bullish yang kuat, didorong oleh kombinasi faktor teknikal positif, dukungan momentum RSI dan MACD, serta fundamental yang meliputi kekhawatiran geopolitik dan ekspektasi inflasi di Jepang. Dengan resistance utama di 212,00‑212,55 dan support penting di 210,35, pelaku pasar akan memantau dengan cermat pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan untuk mengidentifikasi titik masuk atau keluar yang optimal.

Leave a Comment