IPD – 07 April 2026 | Pasangan mata uang AUD/USD bergerak dalam kisaran sempit di sekitar 0,6900 pada sesi perdagangan Eropa awal, menunggu reaksi Tehran terhadap ancaman terbaru Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menuntut pembukaan kembali Selat Hormuz. Ketegangan geopolitik ini menambah ketidakpastian bagi trader forex yang mencari arah pergerakan selanjutnya.
Trump mengeluarkan ultimatum yang mengancam akan menghancurkan infrastruktur sipil Iran—termasuk pembangkit listrik dan jembatan—jika negara tersebut tidak membuka kembali jalur pelayaran strategis Hormuz sebelum pukul 20:00 ET pada hari Selasa. Ancaman tersebut menimbulkan spekulasi bahwa tekanan militer dapat bereskalasi, memicu volatilitas pada aset-aset risiko termasuk dolar Australia.
Sentimen pasar tetap berhati-hati. Indeks S&P 500 tercatat turun sekitar 0,5% saat laporan ini ditulis, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap dampak geopolitik terhadap ekuitas global. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, bergerak naik tipis di sekitar 100,10, menandakan permintaan terhadap dolar sebagai aset safe‑haven.
Di sisi Tehran, pejabat Iran menyatakan bahwa negara tersebut kemungkinan tidak akan membuka kembali Hormuz, memperkuat skenario eskalasi konflik. Seorang penasihat Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Trump memiliki kurang dari 20 jam untuk mengubah sikap, sambil menambahkan bahwa kegagalan akan mengembalikan sekutunya ke “zaman Paleolitik”. Pernyataan ini menambah tekanan pada pasar, karena investor menilai kemungkinan respon militer Iran dan implikasinya terhadap aliran minyak dunia.
Di dalam negeri, pelaku pasar menantikan risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) AS yang dijadwalkan dirilis pada Rabu. Selain itu, data Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk bulan Maret akan dipublikasikan pada hari Jumat, menjadi fokus utama bagi para analis yang mencari petunjuk tentang arah kebijakan moneter Federal Reserve. Jika data inflasi menunjukkan tekanan naik, kemungkinan Federal Reserve akan mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga, yang dapat memperkuat dolar AS dan menekan AUD/USD lebih jauh.
Secara teknikal, AUD/USD diperdagangkan di sekitar 0,6910 pada saat penulisan. Bias jangka pendek masih cenderung bearish karena harga spot berada di bawah Exponential Moving Average (EMA) 20‑hari, yang baru saja berbalik turun dan menahan pantulan di level 0,6960. Pola penutupan lebih rendah dari zona 0,71 terus berlanjut, sementara Relative Strength Index (RSI) turun di bawah 50 dan stabil di kisaran 40‑an, menegaskan momentum penurunan.
Resistance awal muncul di EMA 20‑hari sekitar 0,6960. Penembusan di atas level ini dapat membuka peluang menuju level tertinggi 23 Maret di sekitar 0,7060. Di sisi bawah, support terdekat terletak di 0,6880, dengan dasar terbaru di 0,6835. Penutupan harian di bawah 0,6835 berpotensi memperpanjang fase bearish menuju zona 0,6800, sedangkan rebound di atas 0,6960 dapat meredakan tekanan jual dan memicu fase korektif dalam rentang yang lebih luas.
- Risalah rapat FOMC: Publikasi tiga minggu setelah keputusan kebijakan, memberikan petunjuk arah suku bunga dan kebijakan moneter Federal Reserve.
- Data IHK AS Maret: Diantisipasi sebagai indikator inflasi utama yang dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga.
Investor forex diharapkan akan memperhatikan reaksi pasar terhadap risalah FOMC serta data CPI. Nada bullish dalam risalah dapat menguatkan dolar AS, menambah tekanan pada pasangan AUD/USD. Sebaliknya, nada dovish dapat mengurangi nilai dolar, memberi ruang bagi dolar Australia untuk menguat kembali.
Secara keseluruhan, AUD/USD berada dalam fase konsolidasi yang sensitif terhadap dua faktor utama: perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan kebijakan moneter AS. Selama Iran menolak membuka kembali Hormuz, tekanan jual pada dolar Australia kemungkinan akan tetap tinggi. Namun, jika data ekonomi AS menunjukkan penurunan inflasi atau jika risalah FOMC mengindikasikan sikap dovish, pasangan ini dapat menemukan dukungan di atas level 0,6960 dan melanjutkan pergerakan korektif.
Pedagang harus memantau dengan cermat setiap pernyataan resmi dari pemerintah Iran, keputusan kebijakan Federal Reserve, serta data IHK yang dijadwalkan. Kombinasi antara dinamika geopolitik dan fundamental ekonomi ini akan menentukan apakah AUD/USD akan menembus level support kritis di 0,6800 atau berhasil kembali ke zona bullish di atas 0,7000.
