USD/JPY Merosot Tajam Usai Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Minyak WTI Jatuh, Dolar AS Melemah

IPD – 18 April 2026 | Pasangan mata uang USD/JPY mengalami penurunan signifikan pada hari Jumat, dipicu oleh penguatan Yen Jepang dan pelemahan Dolar Amerika Serikat yang dipicu oleh penurunan tajam harga minyak mentah setelah Iran membuka kembali Selat Hormuz. Pada penulisan artikel ini, nilai tukar USD/JPY berada di sekitar 158,20, mencatat penurunan 0,60% dalam satu hari perdagangan.

Pergerakan ini terjadi di tengah rentang satu bulan antara 157,50 hingga 160,50, sekaligus menandai minggu ketiga berturut‑turut dalam tren penurunan. Kondisi ini sejalan dengan penurunan indeks Dolar AS (DXY) yang mencerminkan tekanan pada mata uang hijau di tengah optimisme pasar terhadap kemungkinan terjadinya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Penurunan harga minyak mentah WTI lebih dari 10% menjadi katalis utama. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengumumkan melalui platform X bahwa jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz telah dibuka kembali untuk sisa periode gencatan senjata, dengan koordinasi oleh Organisasi Pelabuhan dan Maritim Iran. Ketersediaan kembali jalur penting ini menurunkan ketegangan geopolitik yang sebelumnya menahan pasokan minyak, sehingga mengurangi ekspektasi inflasi jangka pendek di pasar global.

Penurunan tajam harga minyak mengurangi tekanan inflasi, memicu ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat mempercepat atau memperluas siklus pemotongan suku bunga. Pada saat yang sama, Bank of Japan (BoJ) melanjutkan kebijakan normalisasi bertahap, memperkuat posisi Yen sebagai mata uang safe‑haven.

Analisis Teknis USD/JPY

Secara teknis, USD/JPY berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 20‑hari yang terletak di sekitar 159,20, menandakan bias bearish jangka pendek. Harga spot berada sedikit di atas support pada pita bawah Bollinger Bands di level 158,15, namun belum menembusnya. Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di bawah 50, tepatnya 46, mengindikasikan momentum penurunan masih mendominasi. Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga berada di zona negatif dengan nilai –0,19, menegaskan tekanan jual.

Resistance pertama terletak di garis tengah Bollinger Bands sekitar 159,20, sementara resistance kuat berada di pita atas sekitar 160,25. Jika pasangan mata uang mencoba rebound ke level tersebut, tekanan jual dapat kembali muncul. Di sisi lain, support utama berada di pita bawah Bollinger di 158,15; penutupan di bawah level ini dapat membuka peluang penurunan lebih dalam menuju zona 157,00 atau bahkan 155,00, tergantung pada perkembangan geopolitik dan data ekonomi AS.

Pengaruh Yen Terhadap Pasar Global

Yen Jepang menunjukkan penguatan terhadap mayoritas mata uang utama. Tabel di bawah mengilustrasikan persentase perubahan Yen terhadap mata uang lain pada hari tersebut, menegaskan posisi Yen sebagai mata uang paling kuat terhadap Dolar AS.

Mata UangUSDEURGBPJPYCADAUDNZDCHF
USD–-0.12%-0.19%-0.62%-0.20%-0.28%-0.16%-0.51%
EUR0.12%–-0.07%-0.52%-0.09%-0.17%-0.05%-0.41%
GBP0.19%0.07%–-0.45%-0.02%-0.10%0.02%-0.33%
JPY0.62%0.52%0.45%–0.44%0.35%0.46%0.12%

Heat map yang biasanya menampilkan perubahan persentase antar mata uang utama menegaskan bahwa Yen menguat melawan Dolar, Euro, dan Pound, memberikan dukungan tambahan pada penurunan USD/JPY.

Prospek ke Depan

Pedagang dan analis akan terus memantau perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran selama akhir pekan. Sinyal positif dari perbincangan damai dapat memperkuat sentimen risiko, yang pada gilirannya dapat menurunkan nilai Yen dan mengembalikan tekanan pada USD/JPY. Namun, isu-isu yang belum terselesaikan, terutama terkait program nuklir Iran, tetap menjadi sumber ketidakpastian yang dapat memicu volatilitas tinggi.

Secara keseluruhan, kombinasi faktor geopolitik, pergerakan harga minyak, dan kebijakan moneter global menciptakan lingkungan yang dinamis bagi pasangan mata uang USD/JPY. Investor disarankan untuk memperhatikan level support kunci di 158,15 serta resistance di 159,20 dan 160,25, sambil menyiapkan strategi manajemen risiko yang fleksibel mengingat potensi perubahan sentimen pasar yang cepat.

Dengan Yen terus menguat dan Dolar AS berada di bawah tekanan, pergerakan USD/JPY dalam minggu-minggu mendatang kemungkinan besar akan dipengaruhi oleh arah kebijakan Fed, perkembangan di Selat Hormuz, serta dinamika pasar energi global.

Leave a Comment