Emas Naik Melewati $4.850 Saat Selat Hormuz Dibuka Kembali, Dolar AS Tertekan

IPD – 18 April 2026 | Harga emas (XAU/USD) mengalami lonjakan signifikan pada akhir pekan Jumat, menembus level $4.850 dan mencatat kenaikan lebih dari 1,5 persen. Kenaikan ini dipicu oleh pernyataan resmi Iran yang menyatakan Selat Hormuz kembali dibuka untuk kapal komersial, mengurangi ketegangan geopolitik yang selama ini menahan pasar komoditas.

Selat Hormuz, jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia, selama beberapa minggu terakhir menjadi sorotan utama setelah terjadi benturan retorika antara Amerika Serikat dan Iran. Ketika Iran mengumumkan pembukaan kembali selat tersebut selama gencatan senjata sepuluh hari antara Israel dan Lebanon, pasar melihatnya sebagai tanda meredanya konflik yang dapat menekan pasokan minyak global.

  • Emas naik karena permintaan safe‑haven meningkat.
  • Dolar AS melemah ke level terendah tujuh minggu, berada di 98,01 pada indeks DXY.
  • Harga minyak WTI turun lebih dari 9 persen, mencapai $81,74 per barel.

Penurunan tajam harga minyak menurunkan ekspektasi inflasi global, yang selanjutnya memicu spekulasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve. Data LSEG Workspace menunjukkan para pedagang memperkirakan Fed dapat memangkas suku bunga sebesar 14 basis poin menjelang akhir tahun, mengingat tekanan inflasi yang berkurang dan prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil.

Dalam konteks kebijakan Fed, terdapat perbedaan pandangan di antara para pejabat. Gubernur Christopher Waller mengadopsi sikap hawkish, menekankan pentingnya menjaga suku bunga stabil bila inflasi kembali meningkat. Sebaliknya, anggota Mary Daly dari Fed San Francisco berargumen bahwa kebijakan saat ini masih “sedikit restriktif” dan menyarankan suku bunga netral mendekati 3 persen, sambil membuka pintu bagi potensi pemotongan bila situasi geopolitik membaik.

Pengaruh melemahnya dolar AS terlihat jelas pada indeks DXY, yang turun 0,17 persen menjadi 98,01. Penurunan ini memperkuat daya tarik emas yang diperdagangkan dalam dolar, sehingga meningkatkan permintaan beli di pasar internasional. Selain itu, imbal hasil Treasury AS 10‑tahun mencatat penurunan 7 basis poin, menyentuh 4,246 persen, level terendah sejak pertengahan Maret.

Dari perspektif teknikal, emas menghadapi resistance kuat di sekitar $4.899, batas Simple Moving Average (SMA) 50‑hari. Meskipun sempat memantul dari level terendah harian $4.767, harga belum berhasil menembus SMA tersebut secara konsisten. Pada saat penulisan artikel, XAU/USD berada di $4.857, sedikit di bawah puncak 8 April, membuka peluang pullback jangka pendek.

Indikator momentum seperti Relative Strength Index (RSI) tetap berada di zona positif, mengindikasikan potensi kelanjutan tren naik. Untuk mengukuhkan bullishness, emas perlu menembus level psikologis $4.900, kemudian $4.950, sebelum mencapai ambang $5.000. Sebaliknya, penurunan di bawah $4.750 atau penembusan SMA 100‑hari di $4.699 dapat menandakan koreksi lebih dalam, dengan zona support selanjutnya berada di SMA 20‑hari $4.549.

Secara makro, dinamika ini mencerminkan interaksi kompleks antara geopolitik, energi, dan kebijakan moneter. Pembukaan kembali Selat Hormuz mengurangi risiko pasokan minyak, menurunkan harga energi, yang pada gilirannya menurunkan tekanan inflasi dan memperlemah dolar. Kondisi tersebut menciptakan lingkungan yang menguntungkan bagi emas sebagai aset safe‑haven.

Investor institusional, termasuk bank‑bank sentral, terus menambah cadangan emas sebagai lindung nilai terhadap fluktuasi mata uang dan ketidakpastian politik. Pada 2022, World Gold Council mencatat penambahan 1.136 ton emas senilai sekitar $70 miliar oleh bank‑bank sentral, menegaskan peran strategis logam mulia dalam diversifikasi portofolio negara.

Secara keseluruhan, pergerakan emas pada minggu ini menggambarkan respons pasar terhadap perbaikan geopolitik di Timur Tengah serta ekspektasi kebijakan moneter yang lebih lunak. Selama ketidakpastian masih ada, emas diperkirakan tetap menjadi pilihan utama investor yang mencari perlindungan nilai.

Leave a Comment