IPD – 26 Maret 2026 | Jakarta, 25 Maret 2026 – Menjelang perayaan Idulfitri 1447 H, Duta Besar Republik Islam Iran untuk urusan luar negeri, Abbas Araghchi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia serta rakyatnya atas dukungan yang terus-menerus dalam memperjuangkan kepentingan umat Islam di tingkat regional dan internasional.
Dalam sebuah pernyataan resmi yang disampaikan melalui kantor kedutaan Iran di Jakarta, Araghchi menyoroti peran Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim terbesar di dunia yang secara konsisten menegakkan nilai-nilai solidaritas, terutama dalam isu‑isu Palestina, penanggulangan terorisme, dan bantuan kemanusiaan. “Kami sangat menghargai kebijaksanaan Jakarta yang selalu menempatkan kepentingan umat Islam di atas kepentingan politik sempit,” ujar Araghchi.
Ucapan terima kasih tersebut disampaikan pada hari terakhir sebelum Idulfitri, yang menandai berakhirnya bulan Ramadan. Menurut Araghchi, momen ini menjadi kesempatan tepat untuk memperkuat ikatan persahabatan antara kedua negara, mengingat Indonesia dan Iran telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1950‑an dan terus berkembang dalam bidang ekonomi, budaya, serta pertahanan.
Beberapa poin utama yang diangkat dalam pernyataan tersebut meliputi:
- Pendekatan bersama dalam Forum Kerjasama Islam (ICF) dan Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mengadvokasi solusi damai bagi konflik Palestina‑Israel.
- Dukungan Indonesia terhadap kebijakan Iran dalam menolak sanksi unilateral serta menyerukan dialog multilateral.
- Peningkatan kerjasama perdagangan, khususnya dalam sektor energi, pertanian, dan pariwisata, yang pada 2025 mencatat pertumbuhan 12 %.
- Program pertukaran budaya yang menampilkan festival musik tradisional dan seni kaligrafi, mempererat pemahaman antar masyarakat.
Araghchi juga menekankan pentingnya peran Indonesia dalam menggalang konsensus di forum‑forum internasional, termasuk Perserikatan Bangsa‑Bangsa (PBB) dan Majelis Umum Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Ia menilai bahwa “suara Indonesia di panggung dunia menjadi katalisator bagi keadilan dan perdamaian, terutama bagi umat Muslim yang sedang mengalami tekanan.”
Selain menyampaikan terima kasih, Duta Besar Iran juga mengirimkan salam Idulfitri kepada seluruh warga Muslim Indonesia dengan harapan “semoga hari raya yang suci ini membawa kedamaian, kebahagiaan, dan keberkahan bagi seluruh keluarga di tanah air.”
Reaksi pemerintah Indonesia pun positif. Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, dalam konferensi pers singkat menyatakan bahwa Indonesia menghargai pesan persahabatan tersebut dan siap melanjutkan kerja sama strategis dengan Iran. “Kami selalu terbuka untuk dialog konstruktif yang mendukung stabilitas regional,” tegasnya.
Sejumlah analis politik menilai bahwa pernyataan Araghchi mencerminkan strategi diplomasi Iran untuk memperkuat aliansi dengan negara‑negara mayoritas Muslim, khususnya di Asia Tenggara. Mereka mencatat bahwa Indonesia, dengan ekonomi terbesar di kawasan, memiliki potensi menjadi mitra kunci dalam mengurangi isolasi internasional Iran.
Di sisi lain, masyarakat Indonesia menyambut hangat ucapan Idulfitri dari menlu Iran. Di media sosial, banyak netizen yang menulis terima kasih dan harapan untuk hubungan bilateral yang lebih erat, sekaligus menyoroti persamaan nilai keagamaan yang menjadi dasar persahabatan.
Kesimpulannya, pesan terima kasih yang disampaikan Menlu Iran pada momen Idulfitri tidak hanya sekadar salam lebaran, melainkan juga sinyal kuat bahwa hubungan Indonesia‑Iran akan terus diperkokoh melalui diplomasi agama, ekonomi, dan budaya. Dengan dukungan timbal balik yang berkelanjutan, kedua negara diperkirakan akan memperluas kerja sama pada bidang energi terbarukan, teknologi kesehatan, serta pendidikan tinggi dalam beberapa tahun ke depan.
