AUD/USD Naik Beruntun di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran, Dolar AS Tetap Tertekan

IPD – 10 April 2026 | Pasangan mata uang AUD/USD terus mencatat kenaikan untuk hari keempat berturut-turut pada Kamis, didorong oleh melemahnya Dolar Amerika Serikat (USD) yang berada dalam posisi defensif. Pada saat laporan ini ditulis, nilai tukar AUD/USD berada di sekitar 0,7087, mengincar level tertinggi tiga minggu terakhir.

Kelemahan Dolar AS berawal dari kesepakatan gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran yang diumumkan pada Rabu lalu. Meskipun awalnya menimbulkan optimism pasar, situasi berubah ketika Iran menyatakan bahwa tiga bagian dari kesepakatan tersebut telah dilanggar pasca serangan Israel ke Lebanon. Kegagalan mematuhi gencatan menimbulkan keraguan tentang keberlanjutan perdamaian, sehingga sentimen pasar tetap berhati-hati.

Dalam konteks tersebut, AUD sebagai mata uang yang sensitif terhadap risiko tetap mendapat dorongan dari penurunan Dolar AS, meskipun Reserve Bank of Australia (RBA) terus mempertahankan sikap hawkish yang memberikan dukungan fundamental bagi Dolar Australia. Kombinasi faktor geopolitik dan kebijakan moneter inilah yang mendorong AUD/USD naik tipis namun konsisten.

Berikut beberapa poin utama yang memengaruhi pergerakan pasangan ini:

  • Gencatan senjata AS-Iran: Kesepakatan dua minggu menurunkan tekanan pada Dolar AS, namun pelanggaran yang dilaporkan Iran menambah ketidakpastian.
  • Sentimen hati-hati: Meskipun ada harapan de‑eskalasi, pasar tetap waspada terhadap potensi eskalasi kembali di Timur Tengah.
  • Data ekonomi AS: Inflasi inti Personal Consumption Expenditure (PCE) naik 0,4% bulanan pada Februari (sejalan perkiraan) sementara PDB kuartal IV turun menjadi 0,5% setelah revisi.
  • Fokus pada IHK AS: Para pedagang menanti rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Jumat, dengan perkiraan kenaikan bulanan 0,9% setelah 0,3% di Februari.
  • Risalah Fed: Notulen pertemuan Maret menyoroti dua pandangan: beberapa peserta memperingatkan konflik Timur Tengah dapat melemahkan pasar tenaga kerja, sementara yang lain menekankan risiko inflasi tinggi yang dapat memaksa kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Data nilai tukar harian menunjukkan Dolar AS mengalami penurunan melawan sebagian besar mata uang utama. Di antara pasangan yang terdaftar, Dolar AS melemah 0,39% terhadap Euro, 0,38% terhadap Pound Sterling, dan 0,13% terhadap Yen Jepang. Pada sisi lain, Dolar Australia menguat 0,62% terhadap USD, 0,22% terhadap Euro, dan 0,28% terhadap Pound Sterling.

Perhatian pasar kini beralih ke pertemuan bilateral yang dijadwalkan akhir pekan ini di Pakistan antara delegasi Amerika Serikat dan Iran. Menurut laporan media, Presiden Donald Trump telah meminta Israel untuk meredam serangan di Lebanon demi menciptakan iklim yang lebih kondusif bagi negosiasi. Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan kesiapan untuk memulai pembicaraan langsung dengan Lebanon, menitikberatkan pada pelucutan senjata Hezbollah dan upaya perdamaian.

Dari sudut pandang kebijakan moneter, RBA masih dipandang akan menjaga kebijakan yang ketat mengingat inflasi domestik yang masih di atas target. Namun, karena AUD tetap dipengaruhi secara signifikan oleh pergerakan Dolar AS, setiap pelemahan lebih lanjut pada USD berpotensi menambah momentum kenaikan AUD/USD.

Analisis teknis menunjukkan bahwa pasangan ini masih berada di atas rata‑rata bergerak 20‑hari, dengan support kuat di sekitar 0,7050 dan resistance di level 0,7120 yang mendekati puncak tiga minggu. Jika data IHK AS melampaui ekspektasi, kemungkinan Dolar AS akan tertekan lebih lanjut, membuka peluang bagi AUD untuk menguji resistance terdekat.

Secara keseluruhan, dinamika geopolitik di Timur Tengah, data ekonomi makro AS, dan kebijakan moneter RBA menjadi tiga pilar utama yang membentuk pergerakan AUD/USD saat ini. Pedagang dan investor disarankan untuk memantau perkembangan negosiasi AS‑Iran serta rilis data inflasi AS sebagai indikator utama arah pasar dalam beberapa hari mendatang.

Kesimpulannya, meski gencatan senjata memberikan dorongan awal bagi AUD/USD, ketidakpastian yang menyertai pelanggaran kesepakatan dan potensi eskalasi kembali menahan optimisme berlebih. Dolar AS yang tetap tertekan menjadi faktor kunci yang memungkinkan AUD terus menguat, namun pasar tetap harus siap menghadapi volatilitas yang dapat dipicu oleh perkembangan geopolitik atau data ekonomi yang mengejutkan.

Leave a Comment