IPD – 17 April 2026 | Pada sesi perdagangan Kamis, pasangan mata uang USD/CAD mencatat penurunan ke level terendah sejak 23 Maret, mengukuhkan tren penurunan selama empat hari berturut-turut. Kurs beralih ke kisaran 1,3708, menandakan tekanan bearish pada dolar AS terhadap dolar Kanada (CAD). Penurunan ini didorong oleh kombinasi faktor fundamental, terutama harga minyak mentah yang tetap tinggi karena gangguan di Selat Hormuz, serta ketidakpastian yang masih melingkupi pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur nilai greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama berada di sekitar 98,20, menandai titik dekat dengan level terendah enam minggu terakhir. Meskipun indeks tersebut berhasil menahan penurunan selama delapan hari berturut-turut, ia masih berada dalam zona lemah yang memberi ruang bagi CAD untuk menguat, mengingat Kanada adalah eksportir minyak mentah utama dunia.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kembali naik setelah sebelumnya mengalami penurunan tiga hari. Pada saat penulisan artikel ini, WTI diperdagangkan sekitar US$90,50 per barel. Lonjakan harga tersebut tidak lepas dari gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, sebuah jalur strategis yang menghubungkan Laut Arab dengan Laut Tengah. Meskipun ada harapan bahwa perundingan antara Washington dan Tehran dapat meredakan ketegangan, blokade ganda yang dilakukan oleh pasukan AS dan Iran terus menahan penurunan harga secara signifikan.
Iran secara resmi memperketat kontrol atas lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa setiap biaya transit yang direncanakan akan diproses melalui bank-bank domestik, menegaskan upaya Tehran untuk memperkuat posisi tawar dalam arena energi global. Kebijakan ini menambah ketidakpastian suplai minyak dan memperkuat sentimen bullish pada CAD, mengingat hubungan erat antara nilai tukar Kanada dan harga komoditas energi.
Di sisi geopolitik, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan pada pekan ini bahwa pembicaraan damai dengan Iran dapat dilanjutkan dalam minggu ini, setelah pertemuan akhir pekan lalu di Islamabad tidak menghasilkan terobosan signifikan. Pernyataan tersebut meningkatkan ekspektasi pasar bahwa ada kemungkinan terjadinya de‑eskalasi konflik, namun sekaligus menambah volatilitas karena belum ada konfirmasi konkret mengenai progres perundingan.
Faktor inflasi juga menjadi sorotan utama. Di Kanada, inflasi tetap berada di bawah target 2% Bank of Canada (BoC), sehingga otoritas moneter cenderung mengadopsi kebijakan “wait‑and‑see”. Sebaliknya, inflasi di Amerika Serikat masih di atas target Federal Reserve, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) Maret mencatat kenaikan tahunan sebesar 3,3% dibandingkan 2,4% pada Februari. Data tersebut menurunkan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh The Fed, memperkuat pandangan bahwa suku bunga AS akan tetap berada pada level saat ini dalam jangka pendek.
Data ekonomi tambahan memperkuat narasi ini. Klaim tunjangan pengangguran awal di AS turun menjadi 207 ribu, melampaui perkiraan pasar sebesar 215 ribu, menandakan pasar tenaga kerja masih kuat. Namun, produksi industri AS mengalami penurunan sebesar 0,5% secara bulanan pada Maret, menentang ekspektasi kenaikan 0,1% dan membalikkan pertumbuhan sebelumnya sebesar 0,7%. Penurunan produksi ini menambah tekanan pada dolar AS, terutama dalam konteks ketidakpastian geopolitik yang terus memengaruhi pasar energi.
Dari perspektif teknikal, grafik USD/CAD menampilkan level support penting di sekitar 1,3680, sementara resistance pertama terletak di 1,3825. Penembusan di bawah support tersebut dapat membuka ruang bagi penurunan lebih lanjut, sedangkan penutupan di atas resistance dapat menandakan koreksi singkat sebelum pasar kembali berbalik arah.
- Harga minyak tinggi – Menopang CAD sebagai mata uang komoditas.
- DXY mendekati enam‑minggu low – Memungkinkan CAD menguat.
- Pembicaraan AS‑Iran – Menjadi katalis volatilitas tambahan.
- Inflasi AS di atas target – Memperkuat ekspektasi suku bunga tetap.
- Inflasi Kanada di bawah target – Menjaga kebijakan moneter BoC tetap pasif.
Secara keseluruhan, dinamika pasar valuta asing saat ini dipengaruhi oleh tiga pilar utama: harga minyak yang dipacu oleh gangguan di Selat Hormuz, kebijakan moneter yang berbeda antara Federal Reserve dan Bank of Canada, serta ketidakpastian politik yang mengelilingi perundingan damai antara Washington dan Tehran. Investor dan trader diharapkan tetap waspada terhadap perkembangan terbaru di wilayah tersebut, terutama jika ada sinyal konkret mengenai keberhasilan atau kegagalan pembicaraan damai.
Jika harga minyak terus berada di atas US$90 per barel dan gangguan di Hormuz tidak mereda, CAD berpotensi melanjutkan tren penguatan terhadap USD. Sebaliknya, kemajuan signifikan dalam diplomasi AS‑Iran dapat memicu penurunan kembali pada harga minyak, yang pada gilirannya dapat memberikan tekanan balik pada CAD. Pada akhirnya, keputusan kebijakan moneter kedua bank sentral utama akan menjadi faktor penentu arah pergerakan USD/CAD dalam minggu‑minggu mendatang.
