Strategi Beli Turun Emas di Tengah Geopolitik Berisiko: Analisis OCOC

IPD – 20 April 2026 | Strategi perdagangan emas kembali menjadi sorotan utama setelah perubahan geopolitik pada akhir pekan yang menurunkan selera risiko investor global. Dua analis senior dari OCBC, Sim Moh Siong dan Christopher Wong, menegaskan bahwa logam mulia masih berfungsi sebagai proxy risiko utama, sehingga pergerakannya akan sangat dipengaruhi oleh dinamika politik internasional, khususnya terkait konflik di Timur Tengah.

Berikut adalah level kunci yang diidentifikasi oleh tim OCBC:

  • Resistance pertama di 4.850 dolar, yang bertepatan dengan retracement Fibonacci 50% dari rentang tertinggi ke terendah tahun 2026.
  • Resistance kedua di sekitar 4.900 dolar, yang bertepatan dengan rata‑rata bergerak 50‑hari.
  • Support pertama di 4.714 dolar, berkorespondensi dengan rata‑rata bergerak 100‑hari.
  • Support kedua di kisaran 4.650‑4.670 dolar, yang mencakup rata‑rata bergerak 21‑hari serta retracement Fibonacci 38,2%.

Level‑level ini menjadi titik penting untuk menilai apakah pasar akan melanjutkan penurunan atau berbalik naik kembali.

Faktor penentu arah jangka pendek, menurut Sim Moh Siong dan Christopher Wong, adalah perkembangan perundingan gencatan senjata antara pihak‑pihak yang terlibat dalam konflik. Jika negosiasi menunjukkan kemajuan yang signifikan, risiko geopolitik dapat berkurang, sehingga aliran dana ke aset safe‑haven seperti emas berpotensi melambat. Sebaliknya, ketegangan yang terus berlanjut akan memperkuat permintaan emas sebagai pelindung nilai, mendorong harga kembali ke zona resistance.

Dalam kerangka strategi investasi, OCBC menekankan pendekatan “buy the dip” atau membeli pada saat penurunan, alih‑alih mengejar rally yang sudah terbentuk. Pendekatan ini dianggap lebih konservatif dan selaras dengan sikap hati‑hati di tengah volatilitas geopolitik. Investor disarankan untuk menunggu penurunan harga ke zona support yang telah diidentifikasi sebelum menambah posisi, sambil tetap memantau berita geopolitik serta data ekonomi utama yang dapat memicu pergeseran sentimen risiko.

Kesimpulannya, emas tetap menjadi instrumen utama bagi pelaku pasar yang ingin melindungi portofolio dari ketidakpastian global. Dengan memperhatikan level support‑resistance yang telah ditetapkan serta mengikuti perkembangan gencatan senjata, investor dapat menyesuaikan strategi masuk pasar secara lebih terukur. Mengadopsi pola beli pada penurunan akan memungkinkan mereka memanfaatkan potensi rebound harga tanpa terjebak dalam volatilitas yang berlebihan.

Leave a Comment