Sterling Tahan Tekanan Politik: Analisis ING tentang GBP/USD dan Prospek Kebijakan BoE

IPD – 20 April 2026 | Chris Turner, kepala analis mata uang di ING, menegaskan bahwa pound sterling menunjukkan daya tahan yang cukup kuat meski ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Bank of England (BoE) terus mengalami penyesuaian. Pada awal minggu ini, pasar memperkecil perkiraan kenaikan suku bunga BoE menjadi satu kali peningkatan sebesar 25 basis poin selama tahun 2024. Sementara itu, tim riset ING berpendapat bahwa suku bunga bank sentral Inggris kemungkinan besar akan tetap pada level saat ini, tanpa penurunan lebih lanjut.

Faktor utama yang memengaruhi pergerakan GBP/USD saat ini bukan hanya kebijakan moneter, melainkan juga dinamika politik domestik Inggris. Perdana Menteri Keir Starmer dijadwalkan memberikan pernyataan di parlemen mengenai proses persetujuan mantan duta besar Inggris untuk Amerika Serikat, Peter Mandelson. Isu ini diprediksi akan menjadi sorotan intensif, mengingat proses persetujuan tersebut sempat menuai kritik dan pertanyaan tentang transparansi serta integritas birokrasi pemerintahan.

Turner menilai bahwa sesi tanya jawab yang akan berlangsung tidak hanya menambah beban politik bagi Starmer, tetapi juga dapat menimbulkan ketidakpastian bagi pelaku pasar valuta asing. “Sesi ini diperkirakan akan berlanjut hingga besok, dengan keterlibatan pejabat sipil tertinggi yang terlibat dalam proses persetujuan,” ujar Turner. “Ketidakpastian politik semacam ini biasanya menambah tekanan jual pada mata uang domestik, termasuk GBP/USD,” tambahnya.

Di sisi lain, pasar tetap mengamati perkembangan harga minyak mentah global. Menurut Turner, penurunan harga minyak dapat menjadi katalisator yang memperlambat proses penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga BoE. “Jika harga minyak turun, tekanan inflasi akan berkurang, memberi ruang bagi BoE untuk mempertahankan kebijakan suku bunga saat ini atau bahkan menurunkannya,” jelasnya.

Meskipun demikian, ING memperingatkan bahwa pergerakan GBP/USD dalam minggu ini berpotensi mengembalikan sebagian besar kenaikan signifikan yang terjadi pada awal bulan. Target penurunan pertama diproyeksikan berada di kisaran 1,3380 hingga 1,3400. Jika pasangan mata uang ini menembus level tersebut, potensi penurunan lebih lanjut dapat terpicu, terutama bila tekanan politik dan kebijakan moneter terus berlanjut.

Analisis tersebut didukung oleh data historis yang menunjukkan hubungan erat antara volatilitas politik di Inggris dan fluktuasi nilai tukar GBP/USD. Pada periode pemilihan umum sebelumnya, misalnya, nilai tukar pound cenderung melemah secara signifikan setelah munculnya ketidakpastian kebijakan fiskal dan regulasi. Kondisi serupa diperkirakan dapat terulang jika pernyataan Starmer tidak dapat meredam keraguan publik mengenai proses persetujuan diplomatik.

Selain faktor politik, pasar juga terus memantau indikator ekonomi utama seperti data inflasi, penjualan ritel, dan tingkat pengangguran. Data-data ini menjadi acuan penting bagi BoE dalam menentukan arah kebijakan suku bunga. Jika data menunjukkan tekanan inflasi yang menurun, BoE berpotensi mempertimbangkan penurunan suku bunga lebih awal dari perkiraan pasar.

Secara keseluruhan, pandangan ING menekankan pentingnya pemantauan simultan antara faktor politik domestik dan kebijakan moneter. Bagi trader dan investor yang menaruh posisi pada GBP/USD, pendekatan yang berhati-hati dan berbasis data menjadi kunci utama. Penggunaan level support di 1,3380-1,3400 dapat menjadi acuan untuk menilai apakah pasangan mata uang ini akan melanjutkan tren penurunan atau kembali menguat kembali.

Kesimpulannya, sterling tetap menunjukkan ketangguhan di tengah gejolak politik dan penyesuaian kebijakan BoE. Namun, ketidakpastian yang berasal dari pernyataan Perdana Menteri Keir Starmer serta dinamika harga minyak dapat menjadi pemicu utama pergerakan GBP/USD dalam minggu-minggu mendatang. Pelaku pasar disarankan untuk memperhatikan level teknikal utama serta perkembangan berita politik untuk menilai risiko dan peluang yang ada.

Leave a Comment