IPD – 20 April 2026 | Pasangan mata uang USD/CAD kembali menjadi sorotan utama para trader forex setelah menunjukkan pergerakan yang relatif tenang meski harga minyak mentah mengalami rally signifikan. Kenaikan harga komoditas energi biasanya memberi dorongan positif bagi dolar Kanada (Loonie), namun dalam beberapa sesi terakhir pembeli tampak enggan masuk posisi, dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Selat Hormuz serta tekanan inflasi yang kembali menguat.
Situasi geopolitik memanas ketika Angkatan Laut Amerika Serikat mencegat dan menyita sebuah kapal kargo berbendera Iran di Teluk Oman. Insiden ini merupakan bagian dari blokade yang dilakukan Washington terhadap pelabuhan Iran, yang dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata yang baru saja dicapai antara Israel dan Hezbollah. Iran menanggapi dengan menutup kembali Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menyuplai hampir setengah produksi minyak dunia. Penutupan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar tentang kemungkinan gangguan pasokan minyak, sehingga harga minyak mentah kembali menguat ke level tertinggi sejak pertengahan Maret.
Rally minyak mentah secara teori seharusnya menguatkan Loonie karena Kanada merupakan produsen minyak bersih. Namun, dalam praktiknya, peningkatan harga minyak belum berhasil mendorong aksi beli yang signifikan pada pasangan USD/CAD. Pada hari Senin, pasangan ini berhasil menarik beberapa pembeli di level terendah, namun belum cukup kuat untuk menembus zona resistance penting di sekitar 1,3700. Sebaliknya, dolar AS tetap mendapat dukungan sebagai aset safe‑haven di tengah ketidakpastian geopolitik, memperkuat posisi USD terhadap CAD.
Faktor lain yang memperkuat dolar AS adalah data inflasi yang kembali mengkhawatirkan di Amerika. Imbal hasil obligasi Treasury AS naik tajam, menandakan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi dan memberi insentif bagi investor untuk beralih ke aset berbasis dolar. Kenaikan imbal hasil obligasi tersebut juga menurunkan daya tarik dolar Kanada yang secara relatif menjadi lebih mahal untuk dipinjam.
Dari sudut pandang teknikal, grafik 4‑jam USD/CAD menunjukkan bahwa harga spot masih berada di bawah level Fibonacci retracement 61,8% yang menandai batas atas pergerakan bullish sejak awal tahun. Harga juga berada di bawah Exponential Moving Average (EMA) 200‑periode, menandakan tren jangka panjang masih bearish. Indikator MACD memperlihatkan histogram yang baru saja berbalik menjadi sedikit positif, mengindikasikan momentum penurunan mulai melemah, sementara Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar 35, mengindikasikan kondisi oversold namun belum cukup kuat untuk memicu rebound signifikan.
- Resistance utama terletak pada level 1,3726 (retracement 50,0%).
- Level resistance berikutnya berada di kisaran 1,3775‑1,3785.
- Level psikologis 1,3800 menjadi batas atas selanjutnya.
- Support pertama berada di 1,3669 (retracement 61,8%).
- Jika tekanan bearish berlanjut, support selanjutnya dapat turun ke 1,3588 (retracement 78,6%) atau bahkan ke swing low sebelumnya di sekitar 1,3485.
Data ekonomi Kanada yang akan datang menjadi faktor penentu selanjutnya. Para pedagang menantikan rilis CPI terbaru untuk menilai tekanan inflasi domestik, yang pada gilirannya akan memengaruhi kebijakan Bank of Canada (BoC). Jika data menunjukkan inflasi yang tetap tinggi, BoC mungkin akan mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga, memberikan dukungan tambahan bagi CAD. Sebaliknya, data yang lemah dapat memperpanjang kebijakan moneter yang akomodatif, menekan nilai Loonie lebih jauh.
Sementara itu, pasar masih memperhatikan sinyal dari Federal Reserve. Alat FedWatch dari CME Group memperkirakan peluang sekitar 40% untuk pemangkasan suku bunga pada akhir tahun, menandakan bahwa ekspektasi kebijakan moneter AS masih belum sepenuhnya terkonvergensi. Jika Fed memang memotong suku bunga, dolar AS berpotensi melemah, memberi ruang bagi USD/CAD untuk kembali naik. Namun, skenario tersebut masih bergantung pada bagaimana inflasi di AS berkembang serta bagaimana penyelesaian konflik di Hormuz.
Secara keseluruhan, pasar USD/CAD berada pada fase penantian. Meskipun terdapat dukungan fundamental dari kenaikan minyak, risiko geopolitik yang meningkat dan ketidakpastian kebijakan moneter menahan aksi beli yang kuat. Trader disarankan untuk menunggu konfirmasi lebih lanjut, seperti penembusan di atas level resistance 1,3726 atau data inflasi Kanada yang menunjukkan perubahan signifikan, sebelum menambah posisi secara agresif.
Kesimpulannya, USD/CAD masih berada dalam zona volatilitas menengah dengan tekanan bearish yang masih dominan. Risiko Selat Hormuz tetap menjadi faktor penghambat utama bagi pergerakan bullish Loonie, sementara dinamika inflasi global dan kebijakan suku bunga Fed terus memengaruhi kekuatan dolar AS. Investor yang ingin memasuki pasar harus memperhatikan level teknikal kunci serta menunggu data ekonomi penting yang dapat memicu pergeseran sentimen secara signifikan.
