IPD – 18 April 2026 | Pada Sabtu (18/4/2026) di Mapei Stadium, Sassuolo menorehkan kemenangan 2-1 atas Como dalam laga Serie A pekan ke-33. Pertandingan yang berlangsung sengit itu menjadi sorotan utama setelah taktik inovatif Fabio Grosso berhasil mematahkan upaya ofensif Como, sementara mantan pemain Barcelona Cesc Fabregas memuji strategi sang pelatih sebagai sebuah mahakarya.
Gol pertama Sassuolo datang lewat Cristian Volpato pada menit ke-42. Volpato memanfaatkan serangan balik cepat, mengirimkan bola lurus ke dalam kotak penalti dan mengeksekusi tendangan lob yang melesat melewati kiper Butez. Dua menit kemudian, M’Bala Nzola menambah keunggulan dengan gol kedua, menaklukkan kiper dengan tembakan tepat di sudut kanan atas gawang. Como, yang sempat mendominasi penguasaan bola, hanya mampu mengecilkan selisih pada menit tambahan babak pertama (45+2) lewat sundulan kepala Nico Paz.
Statistik pertahanan Sassuolo menonjol berkat penampilan Jay Idzes yang bermain penuh 90 menit bersama Tarik Muharemovic. Idzes mencatat lima sapuan bersih, dua tekel, dua blok, dan dua duel udara yang dimenangkan, menunjukkan ketangguhan di lini belakang. Kinerjanya menjadi kunci utama dalam menahan tekanan serangan cepat Como yang mengandalkan kecepatan pemain seperti Alvaro Morata dan Nico Paz.
- 5 clearances
- 2 tackles
- 2 blocks
- 2 aerial duels won
Setelah pertandingan, Fabio Grosso mengungkapkan kebanggaannya atas penampilan tim. “Hari ini para pemain menciptakan sebuah mahakarya. Kami bermain dengan keseimbangan antara pertahanan yang solid dan serangan yang terukur,” ujar Grosso dalam konferensi pers. Ia menambahkan, strategi yang diterapkan menekankan pada transisi cepat serta penempatan pemain yang tepat di zona kunci, sehingga Como kesulitan menembus lini pertahanan.
Sementara itu, Cesc Fabregas, yang kini melatih Como, mengakui keunggulan taktik Sassuolo. “Kami hanya mampu mencapai kurang dari 10 persen dari performa total Sassuolo hari ini. Bola kami terlalu lambat, dan pemain sayap seperti Armand Lauriente sulit dikendalikan,” kata Fabregas. Ia menegaskan pentingnya belajar dari kekalahan dan memperbaiki koordinasi tim agar dapat bersaing di zona Liga Champions.
Kemenangan ini mengangkat Sassuolo ke posisi kesembilan klasemen sementara dengan 45 poin, sementara Como tetap berada di peringkat lima dengan 58 poin, terpaut dua poin dari Juventus. Hasil ini menurunkan peluang Como untuk masuk zona Liga Champions, menambah tekanan pada Fabregas untuk memperbaiki performa di sisa musim.
Selain statistik individu, tim secara kolektif menunjukkan disiplin taktik. Pada menit-menit awal, Sassuolo mengadopsi pola menahan bola, menunggu kesalahan Como. Ketika kesempatan muncul, Volpato dan Nzola mengeksekusi serangan balik yang terorganisir. Lini tengah yang dipimpin oleh Thorstvedt dan Matic mengatur tempo, sementara kiper Turati melakukan beberapa penyelamatan krusial, terutama pada serangan Nico Paz di menit akhir babak pertama.
Di babak kedua, Fabregas melakukan tiga pergantian pemain untuk meningkatkan intensitas, namun perubahan tak cukup untuk mengubah hasil. Nico Paz hampir menyamakan kedudukan lewat sundulan akrobatik, namun kiper Turati berhasil menolak bola tepat di garis gawang. Upaya Alvaro Morata juga tidak membuahkan hasil, meski ia menerima bola muntah di depan gawang.
Kesimpulannya, pertandingan Sassuolo vs Como menegaskan keberhasilan taktik Fabio Grosso yang dipuji bahkan oleh lawan. Penampilan gemilang Jay Idzes menambah nilai plus bagi Sassuolo, sementara Cesc Fabregas harus merestrukturisasi strategi Como untuk tetap bersaing di papan atas Serie A.
