IPD – 28 Maret 2026 | AC Milan mengumumkan bahwa klub telah memulai pembicaraan awal untuk merekrut striker Timnas Italia, Mateo Retegui, sebagai solusi utama mengatasi permasalahan lini serang yang belum konsisten pada musim ini. Inisiatif ini muncul setelah tim asuhan Massimiliano Allegri mencatat penurunan produktivitas gol meskipun berada di posisi bersaing dalam klasemen Serie A.
Retegui, yang saat ini berkontrak dengan klub Saudi Pro League Al‑Qadsiah, menjadi target utama Rossoneri. Pada Juli 2025, striker berusia 27 tahun tersebut menandatangani kontrak dengan nilai transfer lebih dari €65 juta, sekaligus memperoleh gaji tahunan yang dilaporkan berada di kisaran €16‑20 juta. Besaran angka tersebut menjadi tantangan finansial bagi AC Milan, yang harus menyesuaikan struktur gaji klub dengan regulasi Financial Fair Play.
Menurut laporan internal klub, pertemuan pertama antara pihak manajemen Milan dan agen Retegui, Alessandro Moggi, telah dilangsungkan di kantor klub di Milan. Direktur olahraga Igli Tare memimpin diskusi, sementara Allegri menegaskan kriteria pemain yang diinginkan: seorang penyerang fisik dengan naluri gol yang tajam di dalam kotak penalti. Pengalaman Retegui bersama Genoa dan Atalanta di Serie A dianggap menjadi nilai tambah bagi adaptasi cepat kembali ke kompetisi Italia.
Dalam pernyataannya, Allegri menyoroti kemampuan Retegui untuk menjadi “tumpuan utama” dalam taktik tim. Ia menambahkan, “Kami membutuhkan striker yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga mampu beradaptasi dengan sistem permainan kami yang menuntut pergerakan intensif dan penyelesaian akhir yang presisi.”
Di sisi lain, Al‑Qadsiah belum memberikan penawaran resmi kepada Milan. Kedua belah pihak masih berada pada tahap penjajakan, dimana klub Italia harus mengajukan proposal yang realistis, baik melalui skema pinjaman dengan subsidi gaji dari pihak Saudi maupun melalui penyesuaian gaji pemain sendiri. Analisis keuangan internal menunjukkan bahwa sebuah kesepakatan kreatif diperlukan untuk menyeimbangkan beban keuangan masing-masing pihak.
Retegui sendiri pernah menampilkan performa gemilang pada laga persahabatan Italia melawan Irlandia Utara pada 27 Maret 2026, mencetak gol pada menit ke‑45+2 melalui eksekusi penalti, serta menambah satu gol lagi pada menit ke‑74. Penampilan tersebut menegaskan kembali kemampuan penyelesaian akhir pemain di level internasional, yang menjadi nilai plus bagi AC Milan yang tengah mencari penambah daya serang.
Selain Retegui, AC Milan juga sempat memantau perkembangan striker muda Bologna, Santiago Castro. Namun, proses negosiasi dengan klub asal Italia tersebut menjadi rumit, memaksa manajemen Milan untuk memusatkan perhatian pada Retegui yang memiliki pengalaman internasional lebih matang. Keputusan ini mencerminkan strategi klub yang menekankan pada rekam jejak terbukti dibandingkan potensi jangka panjang.
Jika transfer ini terwujud, Retegui akan kembali ke Serie A setelah lebih dari satu tahun menjejakkan kaki di Liga Arab Saudi. Keberadaan pemain dengan karakteristik fisik dan insting gol yang kuat diyakini dapat meningkatkan efektivitas serangan Milan, terutama dalam menghadapi rival utama seperti Inter Milan yang kini memimpin klasemen dengan selisih enam poin.
Jadwal kompetisi juga menambah urgensi keputusan ini. AC Milan berada pada delapan pertandingan tersisa musim, dengan pertemuan penting melawan Napoli setelah jeda internasional. Kinerja tim dalam sisa musim ini akan menentukan peluang mereka merebut gelar juara atau sekadar mempertahankan posisi runner‑up.
Kesimpulannya, upaya AC Milan untuk merekrut Mateo Retegui mencerminkan ambisi klub dalam memperkuat lini serang melalui pemain berpengalaman. Meskipun terdapat tantangan finansial yang signifikan, adanya kemungkinan struktur transfer kreatif membuka peluang bagi keduanya untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan. Jika berhasil, kehadiran Retegui dapat menjadi katalisator perubahan taktik Allegri, sekaligus menambah dimensi baru dalam persaingan Serie A musim ini.
