IPD – 18 April 2026 | Persebaya Surabaya mengalami kekalahan 1-2 dari Madura United pada laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada Jumat, 17 April 2026. Kegagalan ini menjadi sorotan utama setelah GBT selama ini dianggap sebagai benteng tak tertembus bagi tim tuan rumah. Dalam pertandingan, Madura United menampilkan serangan balik cepat yang berhasil membuka skor lebih dulu, sementara Persebaya hanya mampu menyamakan kedudukan lewat gol tunggal Riyan Ardiansyah pada menit ke-82.
Berikut tiga fakta menarik yang muncul dari kekalahan tersebut dan mengubah persepsi tentang GBT.
- Riyan Ardiansyah mencetak gol pertamanya di Super League bersama Persebaya. Pemain pinjaman dari Malut United ini menambah namanya di papan skor pada menit ke-82 setelah menerima umpan cantik dari Milos Raickovic. Menurut data Transfermarkt, ini merupakan gol pertama Ardiansyah di kompetisi tersebut.
- Persebaya terus kebobolan di kedua babak. Pola kebobolan ini tidak baru bagi Laskar Sapeh. Pada laga melawan Persija Jakarta sebelumnya, tim hijau kebobolan di babak pertama lewat gol Allano dan di babak kedua dari dua gol Eksel Runtukahu. Pada pertandingan melawan Madura United, gol Lulinha (menit ke-12) dan Riquelme Sousa (menit ke-64) mencatatkan kembali catatan buruk tersebut.
- Empat kekalahan di GBT menandai berakhirnya aura angker. Dengan hasil ini, Persebaya mencatatkan total empat kekalahan di kandang sendiri pada musim ini, termasuk oleh PSIM Yogyakarta, Persija Jakarta, Bhayangkara FC, dan kini Madura United. Statistik ini menunjukkan bahwa GBT tidak lagi menjadi benteng yang tak tertembus.
Pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, mengaku kecewa setelah melihat kerja keras pemainnya tidak berbuah poin. “Kami sangat sedih karena kalah di kandang sendiri, terutama setelah melihat pemain bekerja keras. Namun, itulah sepak bola,” ujarnya dalam konferensi pers pasca pertandingan. Ia menambahkan bahwa tim medis akan berupaya memulihkan beberapa pemain yang cedera agar opsi taktis tetap terbuka untuk laga tandang mendatang melawan Malut United dan Arema FC.
Secara statistik, Madura United mendominasi penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang tembakan, namun efisiensi akhir tetap menjadi penentu. Lulinha membuka skor dari luar kotak penalti, sedangkan Riquelme menambah lewat serangan balik cepat. Persebaya hanya mampu menembus pertahanan lawan sekali, menandakan kebutuhan perbaikan di lini serang.
Dengan hasil ini, Persebaya tetap berada di posisi keenam klasemen dengan 42 poin, namun persaingan ketat dengan Persita Tangerang (41 poin) dan Dewa United (40 poin) dapat mengancam posisinya. Sementara itu, Madura United naik ke posisi 14 setelah meraih tiga poin penting.
Dalam total 22 pertemuan Derbi Suramadu sejak 2018, Persebaya sebelumnya belum pernah kalah di kandang. Namun, hasil terbaru ini menandai perubahan signifikan, mengingat sebelumnya Laskar Sapeh mencatat 13 kemenangan melawan 3 kemenangan Persebaya.
Kekalahan ini menjadi pelajaran penting bagi skuad hijau, terutama dalam menata strategi serangan balik dan meningkatkan ketajaman akhir. Tanpa kemampuan mengeksekusi peluang, dominasi penguasaan bola tidak cukup untuk mengamankan tiga poin.
