IPD – 18 April 2026 | Arema FC kembali menatap kemenangan penting dalam laga pekan ke-28 BRI Super League melawan Persis Solo di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (18/4/2026). Pelatih asal Brasil, Marcos Santos, menegaskan bahwa tiga poin penuh menjadi kunci bagi Singo Edan untuk menembus posisi sepuluh besar klasemen.
Saat ini Arema menempati urutan ke-11 dengan 35 poin, terpaut dua angka dari Bali United (pos.10) dan tiga angka dari PSIM Yogyakarta (pos.9). Jika berhasil mengalahkan Persis, tim tuan rumah berpeluang melompat ke pos.9 berkat selisih selisih gol yang lebih baik dibandingkan pesaingnya.
| Pos | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 9 | PSIM Yogyakarta | 38 |
| 10 | Bali United | 37 |
| 11 | Arema FC | 35 |
| 12 | Persebaya Surabaya | 34 |
Marcos Santos menekankan pentingnya konsistensi. “Poin kami tidak terlalu jauh dari tim di atas maupun di bawah. Ini menjadi motivasi agar pemain bermain maksimal dan mengamankan tiga poin,” ujarnya dalam konferensi pers di Malang. Ia menambahkan bahwa persiapan tim sudah matang, meski Persis Solo sedang berada dalam fase kebangkitan dengan 14 poin dalam delapan laga terakhir (tiga menang, lima imbang).
Penjaga gawang muda Lucas Frigeri juga berjanji memberikan penampilan terbaik. “Saya ingin membuktikan diri kepada Aremania dan membantu tim meraih kemenangan,” kata Frigeri dengan penuh semangat.
Di sisi lain, Persis Solo, yang menempati posisi ke-15 dengan 24 poin, tidak menganggap lawan mudah. Pelatih asal Bosnia, Milomir Seslija, mengakui bahwa Arema memiliki catatan head‑to‑head yang menguntungkan Singo Edan. “Dalam 10 pertemuan terakhir kami tidak pernah kalah, empat menang dan enam imbang. Namun kami tetap percaya diri karena tim sedang dalam performa bagus,” ujarnya.
Persis masuk ke laga ini tanpa dua penyerang asing, Bruno Gomes dan Abu Razard Kamara, yang absen karena kondisi fisik. Seslija harus mengandalkan pemain lokal seperti Roman Paparyga dan Septian Bagaskara untuk menembus pertahanan Arema.
Rekor pertemuan kedua tim menunjukkan dominasi Arema di kandang. Dari 13 kali bertanding di Stadion Kanjuruhan, Arema hanya menang lima kali, kalah enam, dan dua imbang. Namun dalam 10 pertemuan terakhir (Super League dan Piala Presiden) Arema tidak pernah kalah, empat menang dan enam seri.
Berikut perkiraan susunan pemain yang diharapkan masing‑masing tim tampil:
- Arema FC (4‑3‑3): Lucas Frigeri; Rio Fahmi, Hansamu Yama, Julian Guevara, Ahmad Alfarizi; Betinho Filho, Matheus Blade, Arkhan Fikri; Gabriel Silva, Joel Vinicius, Dalberto Luan.
- Persis Solo (4‑3‑3): M. Riyandi; Dusan Mijic, Kadek Raditya, Luka Dimancic, Dodi Alex; Dejan Tumbas, Andrei Alba, Zanadin Faris; Roman Paparyga, Septian Bagaskara, Miroslav Maricic.
Analisis taktik mengindikasikan Arema akan mengandalkan serangan sayap cepat melalui Hansamu Yama dan Gabriel Silva, sementara Persis cenderung bermain mengontrol tengah lapangan dengan Dejan Tumbas dan Andrei Alba. Pertarungan udara antara bek Persis, Xandro Schenk, dan striker Arema, Dalberto Luan, diprediksi menjadi salah satu faktor penentu.
Jika Arema berhasil menambah tiga poin, mereka tidak hanya menembus 10 besar, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri menjelang sisa tujuh pertandingan musim. Sementara Persis, bila mampu menghindari kekalahan, akan melanjutkan tren positifnya dan beranjak ke posisi 14, menutup jarak dari zona degradasi.
Dengan tekanan dari atas dan bawah klasemen, laga ini menjadi ujian mental bagi kedua pelatih. Marcos Santos menekankan pentingnya tidak membuang poin, sedangkan Milomir Seslija berharap timnya dapat menantang Singo Edan meski berada di luar zona aman.
Apapun hasilnya, pertarungan Arema FC melawan Persis Solo akan menjadi sorotan utama pekan ini dan menentukan arah pergerakan klasemen Liga 1 menuju fase akhir musim.
