PSS Sleman Gagal Meraih Kemenangan, Poin Krusial dan Tantangan Bola Mati di Pegadaian Championship 2025/2026

IPD – 30 Maret 2026 | PSS Sleman kembali menjadi sorotan dalam putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/2026 setelah harus puas dengan satu poin pada laga imbang 1-1 melawan Kendal Tornado FC di Stadion Sriwedari, Solo, Minggu (29 Maret 2026). Pertandingan yang berlangsung sengit ini menambah dinamika persaingan di Grup B, di mana Laskar Sembada masih memuncaki klasemen dengan 46 poin, namun jarak dengan pesaing utama semakin menipis.

Gol pembuka datang pada menit ke-51 melalui aksi brilian Riko Simanjuntak yang memanfaatkan ruang di daerah pertahanan lawan. Namun keunggulan itu hanya bertahan selama satu menit, ketika Dimas Sukarno dari Kendal Tornado FC menyeimbangkan kedudukan pada menit ke-52. Kedua tim kemudian saling menyerang, namun tidak ada lagi gol yang tercipta hingga peluit akhir.

Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, menilai pertandingan ini sebagai ujian penting menjelang sisa lima laga terakhir. “Kita harus lebih waspada pada setiap situasi, terutama bola mati. Kami lengah dan itu menjadi penyebab imbang,” ujarnya dalam konferensi pers pasca laga. Ansyari menambahkan bahwa kualitas taktik Kendal Tornado FC cukup tinggi, sehingga PSS harus meningkatkan konsistensi dalam mengelola tekanan.

Riko Simanjuntak mengapresiasi pertahanan lawan yang solid, menyebutkan bahwa “Kendal Tornado menunjukkan pertahanan yang rapi, sehingga peluang kami terbatas setelah gol pertama.” Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa PSS tetap berada di jalur yang tepat untuk promosi ke Liga 1, asalkan mampu mengumpulkan poin secara konsisten.

Imbang ini berdampak pada posisi klasemen Grup B. Pada pekan yang sama, Persipura Jayapura berhasil mengalahkan Deltras FC dengan skor 3-0, menutup jarak tiga poin dengan PSS. Berikut adalah ringkasan klasemen setelah pekan ke-22:

PosisiTimPoin
1PSS Sleman46
2Persipura Jayapura43
3Kendal Tornado FC38
4Barito Putera35

Sebelumnya, PSS sempat meraih tiga kemenangan beruntun sebelum harus menelan imbang pertama di putaran ketiga. Kekalahan ini menambah tekanan, terutama mengingat target utama tim adalah promosi ke Liga 1. Ansyari menekankan pentingnya fokus pada lima pertandingan tersisa, termasuk laga melawan Persipal FC yang dijadwalkan pada 4 April 2026.

Selain faktor taktik, Ansyari menyoroti kelemahan dalam eksekusi bola mati, baik itu tendangan sudut maupun tendangan bebas. Ia mengingatkan pemain bahwa situasi tersebut sering menjadi penentu dalam pertandingan ketat. “Kami harus memperbaiki detail-detail kecil, karena satu kesalahan dapat mengubah hasil akhir,” tegasnya.

Sejumlah analis menganggap PSS masih memiliki peluang besar untuk mencapai promosi, mengingat selisih poin yang masih dapat dijangkau dalam lima laga terakhir. Namun, konsistensi menjadi kunci, terutama menghadapi tim-tim dengan kualitas taktik yang sudah terbukti seperti Kendal Tornado dan Persipura.

Dengan dukungan suporter yang tetap setia dan semangat juang yang tinggi, Laskar Sembada berharap dapat mengamankan poin penting pada sisa kompetisi. PSS Sleman akan berusaha mengoptimalkan peluang pada setiap bola mati dan menjaga keunggulan saat memimpin pertandingan, demi memastikan tempat di Liga 1 musim depan.

Leave a Comment