IPD – 08 April 2026 | Pekan ke-23 Liga 2 musim 2025/2026 menyajikan salah satu hasil paling mengejutkan dalam grup pertama, ketika Sriwijaya FC mengalami kekalahan telak 0-6 di kandang sendiri melawan PSPS Pekanbaru. Pertandingan yang berlangsung pada 6 April 2026 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang ini tidak hanya menambah beban berat bagi tim asal Palembang, tetapi juga memperkuat posisi PSPS di papan tengah klasemen.
Sejak awal pertandingan, PSPS menunjukkan serangan yang terorganisir dan intensitas tinggi. Gol pertama tercipta pada menit ke-12 melalui tendangan jarak jauh yang tak dapat dihentikan kiper Sriwijaya. Tak lama kemudian, pada menit ke-24, PSPS menambah keunggulan kedua lewat serangan balik cepat, diikuti oleh gol ketiga pada menit ke-35 setelah skema set-piece berhasil memecah pertahanan yang sebelumnya tampak rapuh.
Menjelang babak pertama berakhir, PSPS sudah memimpin 3-0. Sriwijaya berusaha bangkit, namun serangan mereka terhalang oleh lini belakang PSPS yang disiplin. Babak kedua dimulai dengan tekanan terus-menerus dari PSPS, yang menambah tiga gol tambahan pada menit ke-48, 57, dan 68. Gol keenam pada menit ke-75 menutup skor akhir 0-6, menegaskan dominasi total PSPS atas lawan yang sedang berjuang menghindari zona degradasi.
Hasil ini menurunkan poin Sriwijaya FC menjadi hanya 2 poin setelah 23 putaran, menempatkan mereka di posisi paling bawah grup dengan selisih poin yang sangat besar dibandingkan pemuncak klasemen. Sebaliknya, PSPS Pekanbaru meningkatkan total poinnya menjadi 28, mengukuhkan posisi kelima dalam klasemen dan memperkecil jarak dengan tim-tim yang bersaing untuk tiket promosi.
Berikut ini merupakan rangkuman klasemen grup satu setelah pekan ke-23:
| Posisi | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Adhyaksa FC | 44 |
| 2 | Garudayaksa FC | 42 |
| 3 | FC Bekasi City | 37 |
| 4 | Persiraja Banda Aceh | 37 |
| 5 | Sumsel United | 37 |
| 6 | PSMS Medan | 31 |
| 7 | Persikad Depok | 30 |
| 8 | PSPS Pekanbaru | 28 |
| 9 | Persekat Tegal | 23 |
| 10 | Sriwijaya FC | 2 |
Kekalahan besar ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai masa depan Sriwijaya FC di kompetisi ini. Pelatih utama tim, yang enggan disebutkan namanya demi fokus pada analisis taktik, menyatakan bahwa tim harus melakukan evaluasi menyeluruh pada setiap lini, terutama pada pertahanan yang tampak tidak mampu menahan serangan cepat PSPS. Ia menambahkan, “Kami harus kembali ke dasar, memperbaiki koordinasi antar lini, dan menumbuhkan mental juara meski berada di posisi terendah.”
Sementara itu, pelatih PSPS Pekanbaru memuji performa menakjubkan anak buahnya. “Kami menyiapkan tim untuk bermain agresif namun tetap terstruktur. Gol-gol yang tercipta merupakan hasil kerja keras di sesi latihan dan taktik yang tepat. Kemenangan ini memberi kami kepercayaan diri untuk melanjutkan perjuangan menuju zona promosi.”
Analisis para pengamat menunjukkan bahwa hasil 0-6 bukan sekadar kebetulan. Statistik menunjukkan bahwa Sriwijaya FC telah mencatatkan rata-rata kepemilikan bola di bawah 40% selama lima pertandingan terakhir, sementara PSPS memiliki rata-rata tembakan tepat sasaran sebesar 6 per pertandingan. Kombinasi tersebut memperjelas mengapa Sriwijaya kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
Ke depan, Sriwijaya FC harus mengumpulkan poin secara konsisten untuk menghindari degradasi. Jadwal mereka selanjutnya meliputi laga melawan Adhyaksa FC pada pekan ke-24, sebuah pertandingan yang diprediksi akan menjadi ujian berat mengingat kekuatan lawan yang berada di puncak klasemen. Di sisi lain, PSPS Pekanbaru akan menghadapi pertandingan melawan FC Bekasi City, yang meski berada di posisi tiga, masih memiliki potensi mengganggu laju PSPS jika tidak diwaspadai.
Dengan hanya empat putaran lagi sebelum akhir musim, persaingan untuk tiga tempat promosi ke Liga 1 semakin ketat. Tim-tim di posisi tengah seperti PSPS dan Sumsel United harus memaksimalkan setiap kesempatan, sementara tim-tim yang berada di zona degradasi seperti Sriwijaya harus berjuang keras agar tidak terperosok lebih jauh.
Secara keseluruhan, hasil dramatis Sriwijaya FC melawan PSPS Pekanbaru menandai titik balik penting dalam dinamika grup satu Liga 2. Bagi Sriwijaya, ini adalah panggilan untuk bangkit kembali, sementara bagi PSPS, kemenangan ini menjadi bahan bakar untuk melanjutkan perjuangan menuju promosi.
