IPD – 30 Maret 2026 | Film terbaru berjudul The Drama kembali mengangkat tema yang sering menjadi perbincangan hangat di kalangan penonton: ujian pernikahan. Dirilis pada akhir 2025, film ini menyajikan cerita yang memadukan elemen thriller psikologis dengan drama rumah tangga, menyoroti dinamika hubungan yang semakin kompleks di era modern. Berikut lima fakta utama yang patut diketahui sebelum menonton, serta sinopsis lengkapnya.
- Penggarapan oleh sutradara ternama – Film ini disutradarai oleh Lee Joon‑Hyuk, yang sebelumnya dikenal lewat serial televisi berfokus pada hubungan toxic seperti The World of the Married. Pengalaman Lee dalam mengekspresikan konflik emosional menjadikan The Drama memiliki intensitas yang tinggi.
- Cast utama yang berpengalaman – Pemeran utama diperankan oleh aktris papan atas Kim Hee‑Ae, yang pernah meraih penghargaan Best Actress di Baeksang Arts Awards, serta aktor muda Park Min‑Hyun yang baru naik daun setelah peran di film Marry My Husband. Kedua bintang ini membawa kedalaman karakter yang memikat.
- Premiere eksklusif di platform streaming – The Drama pertama kali ditayangkan secara global di Netflix pada 15 November 2025, menjadikannya salah satu konten orisinal Korea yang paling dinantikan tahun ini. Distribusi daring memungkinkan penonton di lebih dari 190 negara menikmati film ini secara simultan.
- Angka penjualan tiket dan rating tinggi – Pada minggu pertama penayangan, film ini mencatat lebih dari 5 juta penonton sekaligus, dengan rating rata‑rata 9,2 di platform streaming. Kritikus memuji kekuatan narasi yang menggugah serta akurasi menggambarkan dinamika pernikahan modern.
- Tematik yang relevan dengan isu sosial – Seperti drama‑drama Korea lain yang mengeksplorasi hubungan toxic, The Drama menyentuh topik red flag, pentingnya mencintai diri sendiri, serta keberanian untuk keluar dari lingkaran kekerasan emosional. Film ini tidak hanya menghibur, melainkan juga berfungsi sebagai cermin bagi penonton untuk mengevaluasi hubungan pribadi.
Sinopsis
Ji‑woo (Kim Hee‑Ae) adalah seorang dokter keluarga yang sukses, hidup bahagia bersama suaminya, Min‑seok (Park Min‑Hyun), dan dua anak mereka. Ketika Ji‑woo menemukan bukti bahwa Min‑seok terlibat dalam sebuah skema penipuan telepon yang melibatkan korban finansial di seluruh negeri, ia dihadapkan pada dilema moral yang menguji kepercayaan dalam pernikahan mereka. Di satu sisi, Min‑seok berusaha menutupi kesalahannya demi menjaga reputasi keluarga, sementara di sisi lain, Ji‑woo berjuang antara rasa cinta, keadilan, dan kebutuhan untuk melindungi anak-anaknya.
Seiring penyelidikan yang dibantu oleh seorang pengacara muda, Lee Soo‑jin (diperankan oleh aktor debut), terungkap jaringan kriminal yang lebih luas, mirip kasus yang diangkat dalam film Thailand The Red Line, di mana korban phone scam berjuang menuntut keadilan. Ji‑woo harus memutuskan apakah akan melaporkan suaminya kepada pihak berwajib atau menutupinya demi kelangsungan rumah tangga. Konflik memuncak ketika Min‑seok mengungkapkan rahasia kelam keluarganya, termasuk tekanan dari mertua yang mengharapkan ia menjadi “penyelamat” finansial.
Plot twist yang menegangkan muncul ketika terungkap bahwa sahabat lama Min‑seok, Kang‑ho, sebenarnya adalah dalang di balik penipuan tersebut, mengingatkan pada pengkhianatan dalam Phantom Lawyer. Kejadian ini menambah lapisan dramatis, menguji sejauh mana Ji‑woo dapat memaafkan, sekaligus menegaskan pesan bahwa kebohongan dalam pernikahan dapat menghancurkan fondasi keluarga.
Film berakhir dengan keputusan Ji‑woo yang berani: ia menyerahkan bukti kepada pihak berwajib, mengakhiri karier suaminya, namun tetap menjaga hubungan dengan anak-anaknya. Akhir terbuka memberikan ruang bagi penonton untuk merenungkan nilai kejujuran, keadilan, dan cinta dalam konteks pernikahan modern.
Dengan sinematografi yang tajam, alur yang menegangkan, serta akting yang memukau, The Drama berhasil menggabungkan elemen thriller dan drama rumah tangga, menjadikannya tontonan wajib bagi siapa pun yang ingin memahami dinamika ujian pernikahan di era digital.
Kesimpulannya, film ini tidak sekadar menghibur, melainkan juga menyampaikan pelajaran berharga tentang pentingnya komunikasi terbuka, pengenalan red flag, dan keberanian untuk mengambil tindakan ketika nilai-nilai moral dipertaruhkan. Penonton dapat mengharapkan pengalaman menonton yang penuh emosi, sekaligus refleksi mendalam tentang hubungan pribadi mereka.
