IPD – 19 Mei 2026 | Pakistan telah mengirim pasukan militer besar-besaran ke Arab Saudi sebagai bagian dari pakta pertahanan rahasia yang ditandatangani tahun lalu. Pengerahan ini mencakup ribuan tentara, satu skuadron jet tempur, dan sistem pertahanan udara. Tujuannya adalah untuk mendukung militer Arab Saudi jika kerajaan tersebut kembali mendapat serangan.
Sementara itu, Pakistan juga menghadapi tantangan ekonomi besar-besaran. Negara tersebut sedang berusaha untuk memenuhi target pertumbuhan ekonomi sebesar 4,1% untuk tahun fiskal 2026-2027, namun International Monetary Fund (IMF) memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi Pakistan hanya akan mencapai 3,5%. Pemerintah Pakistan juga menghadapi tekanan untuk meningkatkan pendapatan negara dan mengurangi defisit anggaran.
Pakistan juga telah membebaskan sebuah keluarga yang telah menjadi budak selama hampir 130 tahun karena utang ‘peshki’. Keluarga tersebut telah bekerja sebagai petani tebu di sebuah perkebunan di Punjab, Pakistan, dan telah membayar utang mereka selama beberapa generasi.
China juga telah menolak permintaan Pakistan untuk memperoleh kemampuan nuklir berbasis laut. Menurut laporan, China telah menolak permintaan Pakistan karena khawatir tentang dampaknya terhadap stabilitas regional.
Pakistan telah mengirim 8.000 tentara, satu skuadron jet tempur, dan sistem pertahanan udara ke Arab Saudi sebagai bagian dari pakta pertahanan rahasia. Pengerahan ini telah meningkatkan kemampuan militer Pakistan di luar negeri dan menunjukkan komitmen negara tersebut untuk mendukung sekutunya.
Kesimpulan, Pakistan menghadapi tantangan besar dalam bidang ekonomi dan militer. Negara tersebut harus berusaha untuk memenuhi target pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan pendapatan negara, sementara juga mempertahankan kemampuan militer yang kuat untuk mendukung sekutunya.
