IPD – 19 Mei 2026 | Pasar saham global saat ini dibayangi oleh kekhawatiran inflasi dan kenaikan biaya energi akibat konflik geopolitik di Timur Tengah. Lonjakan harga minyak dunia yang dipicu oleh gangguan pasokan energi setelah serangan drone di kawasan Teluk yang menyebabkan kebakaran di pembangkit listrik tenaga nuklir Uni Emirat Arab, membuat pelaku pasar khawatir tekanan inflasi global akan bertahan lebih lama.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami pembalikan arah atau short-term technical rebound pada perdagangan Selasa pagi ini setelah mengalami tekanan jual selama lima hari berturut-turut. Pergerakan bursa domestik dipengaruhi sentimen negatif pasar global akibat kenaikan imbal hasil obligasi AS dan lonjakan harga minyak.
BNI Sekuritas merekomendasikan strategi pembelian spekulatif pada saham BBNI, MBMA, UNTR, PTRO, BUMI, dan BUVA untuk perdagangan hari ini. Secara teknikal, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan akan bergerak pada rentang batas bawah (support) di level 6.460 hingga 6.500, sementara target pembalikan arah atau batas atas (resistance) berada di kisaran 6.650 hingga 6.700.
Di samping itu, investor kini mulai bersikap hati-hati menantikan rilis laporan kinerja keuangan Walmart di tengah tekanan biaya energi. Bursa Asia juga kompak melemah pada perdagangan Senin di tengah lonjakan harga minyak dunia yang dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Kesimpulan, IHSG berpotensi mengalami rebound teknikal jangka pendek setelah penurunan lima hari berturut-turut. Namun, pergerakan pasar saat ini masih dibayangi oleh kekhawatiran inflasi dan kenaikan biaya energi akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
