IPD – 03 Juni 2026 | Sektor perikanan Indonesia sangatlah luas dan bernilai miliaran dolar, serta menjadi tumpuan hidup jutaan orang. Namun, sektor ini juga berada di bawah ancaman penangkapan ikan berlebih, pukat dasar, praktik penangkapan ikan yang merusak, alih fungsi hutan bakau, dan perubahan iklim.
Tata kelola lokal sangat penting dalam memerangi masalah-masalah ini. Bukti pemulihan terumbu karang dan kembalinya kehidupan di wilayah pesisir yang dikelola oleh masyarakat lokal di Kalimantan Barat menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif.
Analisis konektivitas laut telah memetakan di mana larva dihasilkan, di mana mereka menetap, dan bagaimana mereka berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain melalui arus laut. Beberapa daerah pesisir secara neto adalah pengekspor larva, sedangkan daerah lainnya adalah penerima atau tempat penampungan.
Planet Indonesia bekerja bersama lebih dari 10.000 nelayan pesisir di Kalimantan Barat, mendukung tata kelola atas setengah juta hektare area laut yang dikelola secara lokal. Namun, pendanaan tidak mengalir ke tempat yang tepat, sehingga perlu ada perubahan dalam cara pendanaan konservasi.
Aliansi Bumi Kita adalah salah satu contoh dari wujud alternatif yang bisa dilakukan, yaitu mendanai masyarakat yang membentang melintasi berbagai lanskap alam, berinvestasi pada sistem data dan koordinasi, serta memperkuat kelembagaan lokal.
Kesimpulan: Perlindungan jalur laut tak terlihat sangat penting untuk memulihkan sektor perikanan di Indonesia. Diperlukan pendanaan yang tepat dan perubahan dalam cara pendanaan konservasi untuk mendukung tata kelola lokal dan memastikan keberlanjutan sumber daya laut.
