Harga Emas Antam 1 Gram Turun Rp65.000, Kini Rp2,5 Juta per Gram pada Jumat 3 April 2026

IPD – 08 April 2026 | Jakarta, 3 April 2026 – Harga emas Antam (PT Aneka Tambang Tbk) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Jumat, 3 April 2026. Harga satu gram emas 24 karat Antam turun sebesar Rp65.000, menyentuh level Rp2.500.000 per gram. Penurunan ini menandai pergerakan paling tajam dalam seminggu terakhir setelah sebelumnya harga berada di kisaran Rp2.565.000 per gram.

Penurunan harga terjadi di tengah pasar global yang menunjukkan penguatan dolar AS dan penurunan permintaan safe‑haven akibat stabilisasi geopolitik di Timur Tengah. Beberapa analis menilai bahwa pernyataan Presiden Amerika Serikat mengenai gencatan senjata sementara dengan Iran pada akhir pekan lalu memberikan sinyal bahwa ketegangan geopolitik mulai mereda, sehingga investor beralih dari aset logam mulia ke instrumen lain yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.

Sementara itu, harga jual kembali (buyback) emas Antam juga mengikuti tren penurunan. Pada hari yang sama, harga buyback untuk satu gram turun menjadi sekitar Rp2.435.000, mencerminkan selisih sekitar Rp65.000 antara harga jual dan harga beli kembali. Penurunan ini sejalan dengan kebijakan perpajakan terbaru yang mengatur pemotongan PPh Pasal 22 sebesar 1,5% bagi transaksi buyback di atas Rp10.000.000, meski pemotongan pajak tidak mengubah nilai harga per gram secara langsung.

Berikut rangkuman pergerakan harga emas Antam dalam tiga periode terakhir:

PeriodeHarga 1 gram (Rp)Buyback 1 gram (Rp)
29 Januari 2026 (rekor tertinggi)3.168.0002.989.000
8 April 20262.900.0002.664.000
3 April 20262.500.0002.435.000

Data di atas memperlihatkan bahwa dalam waktu kurang dari tiga bulan, harga emas Antam mengalami penurunan lebih dari 20 persen dari puncaknya. Penurunan tersebut dipicu oleh kombinasi faktor eksternal, termasuk kebijakan moneter Federal Reserve yang mengindikasikan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih cepat, serta pergeseran sentimen pasar yang kini lebih optimis terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Di dalam negeri, faktor domestik seperti pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar serta kebijakan Bank Indonesia terkait suku bunga acuan juga berperan. Rupiah yang menguat pada awal April menurunkan tekanan inflasi impor, sehingga permintaan emas sebagai lindung nilai nilai tukar menurun. Selain itu, kebijakan fiskal pemerintah yang menstimulasi sektor konstruksi dan manufaktur meningkatkan likuiditas pasar, memberikan alternatif investasi yang lebih menarik dibandingkan emas.

Para pelaku pasar, termasuk peritel perhiasan, dealer logam mulia, dan investor ritel, kini dihadapkan pada keputusan strategis. Bagi mereka yang memiliki emas fisik, penurunan harga buyback menjadi sinyal bahwa menjual emas pada saat ini akan menghasilkan nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan periode sebelumnya. Sebaliknya, pembeli potensial dapat memanfaatkan penurunan harga untuk menambah portofolio logam mulia dengan biaya yang lebih kompetitif.

Antam sendiri menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga melalui penyesuaian pasokan dan penetapan harga yang transparan. Perusahaan terus memantau dinamika pasar internasional dan domestik, serta berkoordinasi dengan regulator untuk memastikan bahwa mekanisme buyback tetap adil dan sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.

Secara keseluruhan, penurunan harga emas Antam pada Jumat, 3 April 2026 mencerminkan perubahan sentimen global dan domestik yang saling berinteraksi. Meskipun harga berada pada level lebih rendah dibandingkan puncak Januari, pasar emas tetap menjadi instrumen penting dalam strategi diversifikasi aset, terutama bagi investor yang mengutamakan perlindungan nilai jangka panjang.

Para analis memperkirakan bahwa harga emas Antam dapat tetap berada dalam kisaran Rp2,4‑2,6 juta per gram dalam beberapa minggu ke depan, tergantung pada perkembangan kebijakan moneter global, nilai tukar rupiah, dan dinamika geopolitik yang masih terus berubah.

Leave a Comment