IPD – 10 April 2026 | Jakarta, 10 April 2026 – Pasar logam mulia kembali menunjukkan dinamika yang signifikan pada akhir pekan ini. Harga emas Antam (PT Aneka Tambang Tbk) mengalami kenaikan sebesar Rp 50.000 per gram, sedangkan harga emas Galeri24 turun Rp 57.000 per gram dalam rentang waktu satu minggu terakhir. Pergerakan ini mencerminkan respons pasar terhadap faktor internal dan eksternal, termasuk kebijakan pajak, nilai tukar rupiah, serta sentimen global terhadap komoditas.
Kenaikan harga emas Antam tercatat pada perdagangan Jumat, 10 April 2026, dimana harga jual di Butik Emas Graha Dipta Pulo Gadung, Jakarta, mencapai Rp 2.857.000 per gram, naik Rp 7.000 dari penutupan sebelumnya. Jika dilihat secara mingguan, Antam mencatat kenaikan total sebesar Rp 50.000 per gram sejak Senin, 3 April 2026. Sementara itu, harga jual kembali (buyback) Antam juga naik, mencapai Rp 2.619.000 per gram, naik Rp 14.000 dalam satu hari.
Berbeda dengan Antam, Galeri24 mencatat penurunan harga pada hari yang sama. Harga jual di situs resmi Galeri24 turun menjadi Rp 2.865.000 per gram, selisih Rp 43.000 dari harga sebelumnya Rp 2.908.000 per gram. Jika dihitung secara mingguan, penurunan mencapai Rp 57.000 per gram sejak awal pekan. Harga buyback Galeri24 berada di Rp 2.687.000 per gram.
| Produk | Harga Jual (per gram) | Perubahan Mingguan | Buyback (per gram) |
|---|---|---|---|
| Antam | Rp 2.857.000 | +Rp 50.000 | Rp 2.619.000 |
| Galeri24 | Rp 2.865.000 | -Rp 57.000 | Rp 2.687.000 |
Perbedaan pergerakan harga antara dua produsen emas ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Pertama, kebijakan perpajakan yang berlaku. Menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 Tahun 2023, pembeli akhir emas batangan dibebaskan dari Pajak Penghasilan (PPh), namun penjual wajib memungut PPh 22 sebesar 0,25 % dari harga jual. Sebelumnya tarif ini sebesar 0,45 %. Penurunan tarif ini memberikan ruang margin yang lebih leluasa bagi penjual, terutama bagi Antam yang memiliki jaringan distribusi luas di seluruh Indonesia.
Kedua, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tetap menjadi penentu utama harga emas global. Selama minggu ini, rupiah sedikit menguat, menurunkan tekanan pada harga emas impor, namun permintaan domestik yang kuat tetap menahan penurunan harga secara signifikan.
Ketiga, sentimen pasar internasional dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan kebijakan moneter bank sentral utama. Pada awal pekan, indeks volatilitas pasar saham global mengalami penurunan, mendorong sebagian investor beralih ke aset safe-haven seperti emas. Namun, pada pertengahan pekan, data inflasi yang lebih baik dari harapan di Amerika Serikat menurunkan permintaan spekulatif, berkontribusi pada penurunan harga Galeri24.
Berikut rincian harga per gramatikasi emas Antam dan Galeri24 yang diperdagangkan pada Jumat, 10 April 2026:
- Antam 1 gram – Rp 2.857.000
- Antam 2 gram – Rp 5.654.000
- Antam 5 gram – Rp 14.060.000
- Antam 10 gram – Rp 28.065.000
- Galeri24 1 gram – Rp 2.865.000
- Galeri24 2 gram – Rp 5.662.000
- Galeri24 5 gram – Rp 14.049.000
- Galeri24 10 gram – Rp 28.023.000
Para pelaku pasar disarankan untuk memantau update harga secara berkala, mengingat harga emas dapat berubah setiap saat, terutama pada jam perdagangan pagi sekitar pukul 08.30 WIB ketika situs resmi Logam Mulia memperbarui data. Bagi investor ritel, memperhatikan spread antara harga jual dan buyback menjadi penting untuk menilai potensi profitabilitas bila memutuskan menjual kembali emas ke produsen.
Kesimpulannya, minggu ini menampilkan tren naik bagi Antam dan tren turun bagi Galeri24, dengan perbedaan utama disebabkan oleh kebijakan pajak, fluktuasi nilai tukar, dan sentimen pasar global. Meskipun demikian, harga emas secara keseluruhan tetap berada dalam rentang Rp 2,8‑2,9 jutaan per gram, mencerminkan stabilitas pasar logam mulia Indonesia pada kuartal pertama 2026.
