Jalan Nasional Pasuruan Tutup Total Mulai 6 April: Solusi Alternatif dan Dampaknya pada Lalu Lintas

IPD – 08 April 2026 | Mulai 6 April 2026, seluruh ruas Jalan Nasional Pasuruan yang melintasi Jembatan Buk Wedi di Jalan Ir. H. Juanda ditutup total untuk keperluan perbaikan struktural. Pekerjaan peninggian jembatan memerlukan area kerja yang luas, termasuk penempatan alat berat serta upaya menjaga keselamatan pengguna jalan selama proses konstruksi. Penutupan diperkirakan berlangsung hingga 30 November 2026.

Jalan Pantura (Surabaya‑Banyuwangi) yang menjadi arteria utama di wilayah ini kini mengalami pengalihan arus kendaraan. Semua kendaraan, baik yang datang dari arah Surabaya maupun Banyuwangi, diarahkan ke Jalur Lingkar Selatan (JLS) Kota Pasuruan. JLS mencakup serangkaian jalan utama, antara lain Jalan Gatot Subroto, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Untung Suropati, Jalan Setiabudi, serta Jalan KH Hasyim Ashari yang berujung di Pertigaan Blandongan.

Pengalihan ini diatur secara detail oleh Kasat Lantas Polres Pasuruan, AKP Amrullah Setiawan. Kendaraan berat, khususnya truk dan bus yang melintas dari Surabaya, diarahkan ke JLS di Pertigaan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo. Sementara itu, kendaraan pribadi serta sepeda motor dapat masuk ke kota melalui JLS lewat Jalan Balai Kota, Jalan Wahidin Sudirohusodo, kemudian melintasi Perempatan Purutrejo dan berbelok ke kiri menuju arah Probolinggo. Dari arah Probolinggo, seluruh kendaraan diarahkan ke JLS di Pertigaan Blandongan.

Alternatif lain bagi kendaraan roda empat ke atas adalah menggunakan jaringan tol. Pengguna dapat memasuki tol melalui Gerbang Tol Bangil, Gerbang Tol Rembang, atau Gerbang Tol Pasuruan yang terhubung langsung ke Gerbang Tol Grati. Bagi pengendara yang melakukan perjalanan antara Malang dan Probolinggo, tersedia rute alternatif melalui Perempatan Warungdowo yang berlanjut ke arah timur menuju Rejoso atau Ngopak.

Pengalihan arus ini tidak lepas dari tantangan. Pada hari‑hari pertama, terjadi penumpukan kendaraan di beberapa titik kritis, seperti Pertigaan Blandongan, Pertigaan Bulu, dan Pertigaan Kebonagung. Kepala UPT P3 LLAJ Dishub Jawa Timur, Yulianto, menjelaskan bahwa tim Satlantas, Polsek Bugul Kidul, dan petugas Dishub bekerja sama untuk mengurai kemacetan, terutama pada jam‑jam sibuk pagi.

Selain masalah kemacetan, kondisi cuaca juga menjadi faktor penghambat. Jembatan Buk Wedi berada di atas Sungai Petung yang rawan meluap. Saat ketinggian air melebihi 20 sentimeter, jalan ditutup sementara dan kendaraan dialihkan. Setelah banjir surut, petugas harus membersihkan lumpur agar permukaan jalan tidak licin dan aman bagi pengguna.

Berikut rangkuman rute alternatif yang dapat dipilih pengguna:

  • Jalur Lingkar Selatan (JLS): Jalan Gatot Subroto → Jalan Urip Sumoharjo → Jalan Untung Suropati → Jalan Setiabudi → Jalan KH Hasyim Ashari → Pertigaan Blandongan.
  • Rute Tol: Gerbang Tol Bangil / Rembang / Pasuruan → Gerbang Tol Grati → keluar menuju arah Pasuruan‑Probolinggo.
  • Rute Warungdowo: Perempatan Warungdowo → timur menuju Rejoso atau Ngopak → sambungan ke Jalan Probolinggo.

Para pengendara diimbau untuk memperhatikan rambu lalu lintas, mematuhi petunjuk pengalihan, dan mengantisipasi waktu tempuh yang lebih lama. Pihak berwenang menyarankan penggunaan aplikasi pemantau lalu lintas untuk memperoleh informasi real‑time mengenai kepadatan di titik‑titik kritis.

Dengan penutupan jangka panjang ini, diharapkan Jembatan Buk Wedi dapat kembali berfungsi optimal setelah proses perbaikan selesai. Perbaikan tidak hanya meningkatkan kapasitas beban jembatan, tetapi juga memperbaiki kualitas permukaan jalan sehingga keamanan pengguna meningkat. Selama masa pengerjaan, kolaborasi antara aparat kepolisian, Dishub, dan otoritas tol menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran arus kendaraan dan meminimalisir gangguan pada aktivitas ekonomi lokal.

Kesimpulannya, meski penutupan Jalan Nasional Pasuruan menimbulkan tantangan signifikan bagi mobilitas harian, penyediaan jalur alternatif yang terstruktur serta koordinasi lintas‑instansi diharapkan dapat mengurangi dampak negatif. Pengendara diharapkan tetap waspada, mematuhi instruksi lalu lintas, dan menyesuaikan jadwal perjalanan demi kelancaran dan keselamatan bersama.

Leave a Comment