Gempa M7,6 Guncang Bitung, Ternate Terkena Dampak Rusak Rumah dan Gereja serta Peringatan Tsunami

IPD – 03 April 2026 | Guncangan dahsyat dengan magnitudo 7,6 terjadi pada Kamis, 2 April 2026, mengguncang wilayah laut tenggara Kota Bitung, Sulawesi Utara, dan meluas hingga Kota Ternate, Maluku Utara. Pusat gempa tercatat pada koordinat 1,25° LU dan 126,25° BT dengan kedalaman 62 kilometer. Guncangan dirasakan selama 10 hingga 20 detik di Bitung dan sekitarnya, serta kuat di Ternate, memicu kepanikan warga yang berhamburan keluar rumah.

Bad an Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara segera melakukan pemantauan dan koordinasi penanganan. Pada rapat koordinasi daring, Kepala Pelaksana BPBD Maluku Utara, Fehby Alting, menyebutkan sejumlah kabupaten dan kota di provinsi tersebut terdampak, meliputi Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Kabupaten Halmahera Barat, Tengah, Timur, dan Selatan.

Data sementara menunjukkan kerusakan pada bangunan di Ternate cukup signifikan. Sebanyak enam rumah mengalami kerusakan berat dan dua puluh satu rumah mengalami kerusakan ringan. Selain itu, satu gedung gereja di Kecamatan Pulau Batang Dua tercatat rusak, dengan interior porak-poranda dan puing berserakan. Dua rumah di Kelurahan Ganbesi, Kecamatan Ternate Selatan, juga mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Di Kota Tidore, tiga rumah dan satu fasilitas umum (RSUD Dr H Chasan Boesoirie Ternate) mengalami kerusakan ringan.

Di Bitung, pendataan masih berlangsung. BPBD setempat melaporkan kerusakan pada bangunan publik dan rumah tinggal, namun angka pasti belum dirilis. BNPB menambahkan bahwa gempa susulan terjadi pada hari berikutnya, dengan dua gempa berkekuatan magnitudo 5,5 dan 5,2, keduanya berpusat di laut dan tidak menimbulkan potensi tsunami.

Selain kerusakan struktural, sistem peringatan dini BMKG mendeteksi gelombang tsunami minor. Pada pukul 06.08 WIB, gelombang setinggi 0,3 meter tercatat di wilayah Halmahera Barat, dan pada pukul 06.15 WIB, gelombang 0,2 meter terdeteksi di Bitung. Meskipun tinggi gelombang tergolong kecil, otoritas tetap mengimbau masyarakat pesisir Sulawesi Utara dan Maluku Utara untuk menjauhi pantai dan menahan diri dari area rawan hingga dinyatakan aman.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan perintah evakuasi di daerah terdampak, menekankan pentingnya koordinasi lintas lembaga dan kesiapsiagaan masyarakat. Tim SAR dan relawan lokal dikerahkan untuk membantu evakuasi, distribusi bantuan logistik, serta penyediaan tempat penampungan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

BNPB menegaskan bahwa belum ada laporan korban jiwa yang terkonfirmasi, namun proses pencarian dan pendataan korban masih berlangsung. Pemerintah daerah setempat telah menyiapkan posko bantuan, menyediakan makanan, air bersih, serta layanan kesehatan dasar untuk mengatasi kebutuhan darurat.

Secara ekonomi, kerusakan pada 30 rumah di Maluku Utara dan beberapa fasilitas umum diperkirakan menimbulkan kerugian material yang signifikan. Pemerintah Provinsi Maluku Utara berjanji akan mengalokasikan dana bantuan melalui program penanggulangan bencana nasional, serta mengaktifkan skema asuransi bencana untuk membantu warga yang terdampak.

Komunitas agama di wilayah Ternate juga berperan aktif. Gereja yang rusak mendapatkan bantuan sementara dari lembaga keagamaan dan organisasi kemanusiaan untuk perbaikan struktural. Pendekatan lintas sektoral ini diharapkan mempercepat proses rehabilitasi dan meminimalisir dampak sosial jangka panjang.

Penanganan gempa ini memperlihatkan kesiapan sistem peringatan dini Indonesia serta koordinasi antara BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah. Namun, kejadian ini mengingatkan akan pentingnya mitigasi risiko bencana, terutama di wilayah kepulauan yang rawan gempa dan tsunami. Pemerintah menegaskan akan meningkatkan program edukasi mitigasi serta memperkuat infrastruktur tahan gempa di masa mendatang.

Dengan pemantauan berkelanjutan, penanganan darurat, dan upaya pemulihan yang terkoordinasi, diharapkan wilayah Bitung, Ternate, dan sekitarnya dapat pulih secara cepat dan aman, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam serupa di masa depan.

Leave a Comment