IPD – 29 Maret 2026 | Jakarta, 28 Maret 2026 – Pemerintah Republik Indonesia menggelar acara “Lebaran Bersama Rakyat” di kawasan Monumen Nasional (Monas) yang menjadi sorotan nasional. Pada hari Sabtu, sekitar seratus ribu warga menerima kupon belanja senilai lima ratus ribu rupiah, yang terbagi menjadi tiga ratus ribu untuk paket sembako dan dua ratus ribu untuk pembelian produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Acara ini sekaligus menyajikan pasar murah, bazar UMKM, hiburan keluarga, serta penyediaan makanan dan minuman gratis.
Acara tersebut dilaksanakan atas arahan langsung Presiden Prabowo Subianto, dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjadi juru bicara utama. “Bapak Presiden ingin suasana kegembiraan Lebaran tetap terasa setelah Idulfitri. Oleh karena itu, kami menyiapkan kupon belanja yang dapat membantu meringankan beban rumah tangga sekaligus mendukung pedagang dan pelaku UMKM,” ujar Teddy di lokasi.
Kupon tersebut dirancang untuk memfasilitasi dua kebutuhan utama masyarakat pasca Lebaran:
- Paket sembako senilai tiga ratus ribu rupiah, berisi beras, telur, minyak goreng, gula, dan sarden yang disediakan oleh Badan Penyelenggara Pasar (Bulog) serta lembaga ID FOOD.
- Produk UMKM senilai dua ratus ribu rupiah, dapat ditukarkan di stan-stand yang menampilkan ribuan produk lokal, mulai dari pakaian, tas, sepatu, perlengkapan sekolah, hingga alat ibadah anak.
Untuk memastikan pasokan protein hewani yang berkualitas, PT Berdikari, sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang peternakan, menyediakan ayam karkas melalui Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) miliknya. General Manager Corporate Secretary & Social Responsibility PT Berdikari, AS. Hasbi Al‑Islahi, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan gizi masyarakat.
Acara pasar murah ini tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan, melainkan juga menjadi wahana stimulasi ekonomi. Sekitar seribu pedagang kaki lima (PKL) dan ribuan pelaku UMKM dari pasar tradisional seperti Pasar Tanah Abang, Pasar Senen, dan Pasar Ular, serta sentra produksi daerah seperti Bandung, ikut serta. Menteri UMKM Maman Abdurrahman menambahkan, “Momentum ini sangat penting untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Kami melibatkan lebih dari seribu usaha mikro agar perputaran modal tetap berjalan setelah Lebaran.”
Selain kegiatan ekonomi, pemerintah menyediakan fasilitas hiburan keluarga, termasuk panggung musik, wahana anak, serta zona kuliner gratis. Diperkirakan lebih dari seratus ribu pengunjung telah memadati lapangan Monas sejak sore hari, dan jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi dua ratus ribu pada malam hari. Penyediaan sekitar tiga ratus ribu porsi makanan dan minuman gratis memastikan semua pengunjung dapat menikmati acara tanpa harus khawatir tentang biaya makan.
Program ini juga dimaksudkan untuk menstabilkan harga pangan pasca Idulfitri. Dengan mengalirkan paket sembako secara langsung ke konsumen, pemerintah berharap tekanan inflasi dapat diminimalisir. Kebijakan ini sejalan dengan upaya jangka panjang pemerintah untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional dan memperkuat jaringan distribusi barang pokok.
Para pengamat ekonomi menilai langkah ini sebagai kombinasi kebijakan sosial dan stimulus ekonomi yang tepat pada saat krisis inflasi pangan. “Penggabungan bantuan sosial dengan dukungan pada UMKM menciptakan efek multiplier yang positif. Bila barang masuk ke tangan konsumen sekaligus meningkatkan penjualan UMKM, efeknya akan terasa pada pertumbuhan ekonomi mikro dan stabilitas harga,” ujar seorang analis pasar.
Keberhasilan acara ini akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk kemungkinan mereplikasi format serupa di kota-kota lain. Teddy Indra Wijaya menyatakan, “Jika hasilnya positif, kami tidak menutup kemungkinan menjadikan pasar murah dan bazar UMKM di Monas menjadi agenda tahunan atau bahkan memperluasnya ke provinsi lain.”
Dengan dukungan lintas kementerian, BUMN, serta partisipasi aktif masyarakat, acara “Lebaran Bersama Rakyat” di Monas menjadi contoh sinergi antara kebijakan publik, bantuan sosial, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Ke depan, diharapkan inisiatif serupa dapat memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan rumah tangga, dan menumbuhkan semangat kebersamaan pasca perayaan Idulfitri.
