Gejala Gempa Besar di Maluku dan Upaya ESDM Pastikan Pasokan Energi Selama Libur Paskah: Dari Subduksi Ganda hingga 100 Ribu Tabung LPG di Bali

IPD – 04 April 2026 | Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengonfirmasi bahwa gempa bumi berkekuatan magnitude 7,2 yang terjadi pada 2 April 2026 di perairan Maluku merupakan hasil aktivitas zona subduksi ganda di Punggungan Mayu. Kedalaman gempa tercatat 61 kilometer dan pusatnya berjarak sekitar 127 kilometer sebelah tenggara Bitung. Kondisi geologi ini dipengaruhi oleh dua lempeng tektonik yang menukik ke arah berlawanan, satu menuju Kepulauan Sangihe di barat dan satu lagi menuju Kepulauan Halmahera di timur, sehingga menciptakan pola kegempaan yang sangat intens.

Plt. Kepala Badan Geologi ESDM, Lana Saria, menjelaskan bahwa pergerakan lempeng tersebut tidak hanya menghasilkan gempa kuat, tetapi juga memicu proses pelelehan sebagian lempeng yang menumbuhkan rangkaian gunung berapi di kedua sisi. Litologi wilayah terdampak terdiri atas batuan gunung api Tersier‑Kuarter, batuan sedimen dan karbonat, serta endapan aluvium Holosen yang telah mengalami pelapukan. Kondisi batuan yang lebih lunak memperparah efek getaran pada struktur bangunan di sekitar laut Maluku.

Sementara itu, di ujung barat Indonesia, Pertamina Patra Niaga bersiap menghadapi lonjakan permintaan energi selama libur panjang Paskah 2026. Menyadari bahwa aktivitas masyarakat meningkat pada masa libur tiga hari (3‑5 April), perusahaan menambah pasokan LPG 3 kg sebanyak 100 ribu tabung di Bali. Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan bahwa seluruh infrastruktur BBM dan LPG telah disiagakan, termasuk penebalan stok di SPBU serta pengecekan kualitas produk secara intensif.

Langkah-langkah mitigasi Pertamina mencakup:

  • Penambahan pasokan LPG fakultatif sebesar 49 % di atas rata‑rata harian, mencapai total 131.600 tabung untuk seluruh Pulau Bali.
  • Penebalan stok BBM di semua stasiun penyalur guna menjamin ketersediaan selama tiga hari libur.
  • Inspeksi menyeluruh pada fasilitas penyimpanan untuk memastikan kuantitas dan kualitas tetap terjaga.

Strategi ini diharapkan dapat mencegah potensi kelangkaan energi yang sering terjadi pada periode libur panjang, sekaligus memberikan rasa aman bagi konsumen yang mengandalkan LPG untuk keperluan rumah tangga.

Di ranah lain, DPD RI menyoroti pelanggaran lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan kehutanan di Nias Selatan. Penrad Siagian, anggota Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI, mengungkapkan bahwa meskipun izin operasional PT GRUTI dan PT TN telah dicabut melalui SK Nomor 89 dan 92 Tahun 2026, perusahaan PT TN masih melakukan aktivitas penebangan secara ilegal. Penrad menekankan bahwa tindakan tersebut melanggar keputusan pemerintah dan mengancam ekosistem serta hak masyarakat adat di Kepulauan Batu.

Penrad menuntut agar Kementerian ESDM bersama kementerian terkait memperkuat pengawasan dan menindak tegas pelanggaran. Ia juga mengingatkan pentingnya penghormatan terhadap imunitas anggota DPRD yang sedang menjalankan tugas, serta menolak kriminalisasi terhadap aktivis lingkungan yang melaporkan kerusakan hutan.

Secara keseluruhan, rangkaian peristiwa ini menegaskan peran strategis Kementerian ESDM dalam mengelola risiko geologi sekaligus memastikan keamanan pasokan energi bagi masyarakat. Dari gempa magnitudo tinggi di perairan Maluku hingga penambahan pasokan LPG di Bali, hingga pengawasan ketat atas aktivitas kehutanan di Nias Selatan, kementerian harus berkoordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas ekonomi, keselamatan warga, dan kelestarian lingkungan.

Ke depan, Badan Geologi berencana memperluas pemetaan zona subduksi ganda untuk meningkatkan sistem peringatan dini, sementara Pertamina akan terus memantau kebutuhan energi selama hari raya dan libur panjang. DPD RI, di sisi lain, akan menggandeng lembaga penegak hukum untuk menindak perusahaan yang melanggar keputusan pencabutan izin, memastikan bahwa sumber daya alam Indonesia tetap dikelola secara berkelanjutan dan adil.

Leave a Comment