Harga BBM di AS Turun, Apa Dampaknya pada Harga BBM di Indonesia?

IPD – 16 Juni 2026 | Harga rata-rata bensin di Amerika Serikat (AS) telah turun di bawah US$ 4 per galon atau setara Rp 70.816 (kurs Rp 17.704) untuk pertama kalinya sejak pertengahan April 2026. Penurunan ini terjadi seiring sinyal kuat kesepakatan antara AS dan Iran dalam membuka kembali Selat Hormuz, jalur penting untuk pasokan minyak global.

Presiden AS Donald Trump juga telah mengumumkan bahwa AS dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri perang yang berlangsung hampir empat bulan ini. Penurunan harga bahan bakar dapat memberikan sedikit keringanan bagi pemerintahan Trump, yang telah berjanji untuk menurunkan harga energi bagi konsumen.

Sementara itu, di Indonesia, harga BBM nonsubsidi telah dinaikkan oleh Pertamina. Harga Pertamax telah naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 telah naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

Menurut Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional, dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Indonesia masih sangat terbuka untuk menjalin kontrak baru dalam impor migas, terutama setelah pelayaran di Selat Hormuz kembali normal. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan sinyal positif untuk melakukan impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah.

Dengan adanya kesepakatan damai antara AS dan Iran, harga minyak dunia diperkirakan akan turun. Hal ini dapat berdampak pada harga BBM di Indonesia, terutama untuk BBM nonsubsidi. Pengamat Ekonomi Energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Fahmy Radhi, menyarankan pemerintah untuk menurunkan harga BBM nonsubsidi jika perdamaian antara AS dan Iran benar-benar terwujud.

Kesimpulan, harga BBM di AS telah turun, dan hal ini dapat berdampak pada harga BBM di Indonesia. Dengan adanya kesepakatan damai antara AS dan Iran, harga minyak dunia diperkirakan akan turun, dan pemerintah Indonesia dapat mempertimbangkan untuk menurunkan harga BBM nonsubsidi.

Leave a Comment