IPD – 03 April 2026 | Drama “Phantom Lawyer” yang ditayangkan oleh SBS pada awal 2026 berhasil menarik perhatian penonton dengan premise unik: seorang pengacara muda yang mampu melihat arwah dan mengadvokasi mereka untuk menyelesaikan urusan duniawi. Serial ini tidak hanya menyajikan konflik supranatural, tetapi juga menampilkan lima karakter pengacara dengan latar belakang dan moralitas yang berbeda. Dalam ulasan ini, kami menelaah masing-masing tokoh, mengukur tingkat integritas mereka berdasarkan tindakan di layar, dan menentukan siapa yang paling layak dijuluki “pengacara paling berintegritas”.
Berikut lima pengacara yang muncul dalam serial ini:
- Shin I Rang – Pemeran utama yang memulai kariernya sebagai pengacara konvensional sebelum mengetahui kemampuan melihat arwah. I Rang menolak bayaran demi membantu roh yang belum tenang, menempatkan kepentingan klien spiritual di atas keuntungan material. Sikap altruistik ini menjadi inti konflik, terutama ketika ibunya, Park Kyung Hwa, mengekspresikan kekhawatirannya akan bahaya pekerjaan ini.
- Kim Min Jae – Rekan senior di kantor hukum yang awalnya skeptis terhadap kemampuan I Rang. Meskipun berpengalaman, Min Jae sering mengedepankan strategi bisnis dan mengutamakan klien hidup, sehingga kadang menolak kasus arwah demi menjaga reputasi firma.
- Lee Soo Hyun – Pengacara muda yang ambisius, terlibat dalam kompetisi internal untuk menjadi partner. Soo Hyun cenderung memanfaatkan celah hukum demi keuntungan pribadi, bahkan ketika menghadapi kasus yang melibatkan arwah yang rentan.
- Park Hye Jin – Pengacara senior yang berperan sebagai mentor moral bagi I Rang. Hye Jin menekankan etika profesi, menolak kolusi dengan korporasi, dan mendukung I Rang dalam menyeimbangkan dunia nyata dan dunia gaib.
- Jung Woo Seok – Advokat korporat yang sering menjadi lawan di ruang sidang. Ia dikenal tak kenal kompromi, menggunakan taktik intimidasi dan manipulasi bukti, sehingga menimbulkan pertanyaan serius tentang integritasnya.
Analisis integritas masing-masing tokoh dapat dilihat dari tiga dimensi utama: motivasi pribadi, kepatuhan pada kode etik hukum, dan keberanian menegakkan keadilan meski menghadapi risiko pribadi.
1. Motivasi Pribadi
Shin I Rang menonjol dengan motivasi altruistik; ia melayani arwah tanpa mengharapkan imbalan, bahkan ketika ibunya mengkhawatirkan keselamatan dan kestabilan masa depannya. Park Kyung Hwa, sang ibu, menekankan rasa takut akan konsekuensi dunia tak kasat mata, namun I Rang tetap berpegang pada keinginan membantu tanpa pamrih. Sebaliknya, Kim Min Jae dan Jung Woo Seok lebih didorong oleh kepentingan finansial atau reputasi firma, sedangkan Lee Soo Hyun menonjolkan ambisi karier pribadi.
2. Kepatuhan pada Kode Etik
Park Hye Jin menjadi contoh paling konsisten dalam mematuhi standar etika profesi. Ia menolak praktik korupsi dan selalu mengedepankan keadilan, sekaligus memberikan dukungan moral kepada I Rang. Di sisi lain, Jung Woo Seok secara terbuka melanggar kode etik dengan memanipulasi saksi, sementara Kim Min Jae kadang mengabaikan hak-hak klien arwah demi menjaga citra firma.
3. Keberanian Menegakkan Keadilan
Keberanian I Rang terbukti ketika ia menghadapi arwah ayahnya sendiri, menembus trauma pribadi demi menuntaskan kasus. Ia tidak ragu menentang tekanan dari dunia korporat atau ancaman supranatural. Park Hye Jin juga menunjukkan keberanian, khususnya ketika ia membela I Rang di depan dewan etika. Sebaliknya, Lee Soo Hyun cenderung menghindari konfrontasi yang dapat mengancam jalur kariernya.
Berdasarkan ketiga dimensi tersebut, Shin I Rang muncul sebagai tokoh dengan integritas tertinggi. Meskipun berisiko kehilangan keamanan finansial dan menghadapi ancaman spiritual, ia tetap konsisten pada prinsip keadilan tanpa pamrih. Park Hye Jin menempati posisi kedua, berperan sebagai pendukung etika yang kuat namun tidak memiliki beban moral yang sama intensnya dengan I Rang.
Kesimpulannya, drama “Phantom Lawyer” tidak hanya menawarkan hiburan supranatural, tetapi juga menyajikan studi karakter yang menantang penonton untuk menilai apa arti sejati integritas dalam praktik hukum. Di antara lima pengacara, I Rang menjadi contoh utama integritas yang menginspirasi, menegaskan bahwa keadilan sejati dapat melampaui batas dunia material.
