IPD – 31 Maret 2026 | V, atau Kim Taehyung, vokalis utama grup BTS, baru-baru ini mengungkapkan kisah pribadi yang jarang terdengar dalam wawancara eksklusif di program YouTube Fairy Jae Hyung pada 29 Maret 2026. Dalam percakapan santai bersama host Jung Jae Hyung, V menceritakan bahwa impian menjadi penyanyi yang ia miliki sejak masa sekolah dasar sempat hampir padam karena pengaruh seorang aktor Korea ternama, Kang Dong Won.
Menurut V, semua bermula ketika ia masih duduk di bangku SD di Geochang, sebuah daerah pedesaan di provinsi Gyeongsangnam-do. Neneknya, yang memegang peranan penting dalam membentuk aspirasi kariernya, menantang V dan teman‑temannya untuk memilih profesi yang diakhiri dengan sufiks “‑sa” dalam bahasa Korea, seperti “penyanyi‑sa” atau “aktor‑sa”. V menjadi satu‑satunya yang berani menjawab ingin menjadi penyanyi. Sang nenek kemudian menambahkan, “Penyanyi itu orang‑orang seperti ini, dan aktor itu begini profesinya,” sambil memperlihatkan sebuah spanduk berisi foto Kang Dong Won, aktor yang pada saat itu sedang berada di puncak popularitas.
Spanduk tersebut menampilkan wajah tampan dan aura maskulin Kang Dong Won, yang menurut nenek V mewakili standar kecantikan dan karisma seorang selebriti sejati. V, yang pada saat itu masih berpenampilan polos dan belum memiliki panggung, terkesan oleh perbandingan itu. Ia mengaku sempat berpikir bahwa menjadi selebriti selevel Kang Dong Won berada di luar jangkauannya. “Saya merasa terlalu kecil, terlalu jauh dari standar yang ditunjukkan nenek saya,” ujar V dalam wawancara.
Namun, kecintaan V pada musik tak dapat dipadamkan begitu saja. Ia mengingat kembali pengalaman kecilnya menerima uang saku untuk menari sejenak di sebuah acara lokal, yang ia sebut sebagai “kebahagiaan versi saya sendiri”. Pengalaman itu menumbuhkan keinginan kuat untuk tampil di atas panggung. Meskipun dibesarkan oleh kakek‑neneknya yang tinggal jauh dari pusat industri hiburan Seoul, V tetap bertekad mengasah bakatnya melalui latihan vokal dan tarian di sekolah serta ikut audisi di berbagai kompetisi musik remaja.
- 1995 – V lahir di Daegu, Korea Selatan.
- 2000‑2004 – Masa SD, impian menjadi penyanyi muncul.
- 2005 – Nenek memperlihatkan spanduk Kang Dong Won, memicu keraguan.
- 2007‑2010 – Bergabung dengan agensi hiburan, menjalani pelatihan intensif.
- 2013 – Debut sebagai anggota BTS, menandai kebangkitan karier.
Setelah debut, V tidak hanya berhasil mengukir namanya di industri K‑pop, tetapi juga melampaui batas yang pernah ditetapkan oleh spanduk tersebut. Foto-foto V kini menghiasi dinding-dinding kafe, museum, dan bahkan billboard internasional di New York, Paris, dan London. Ironisnya, hubungan V dengan Kang Dong Won yang dulu menjadi simbol ketidakmungkinannya kini berubah menjadi persahabatan yang hangat. V mengaku pernah bertemu Kang Dong Won dalam sebuah acara penghargaan musik dan keduanya berbagi cerita tentang perjuangan masing‑masing di dunia hiburan.
“Saya dulu pernah berpikir tidak akan pernah setara dengan Kang Dong Won,” kata V sambil tersenyum. “Tapi kini saya menyadari bahwa setiap orang memiliki jalan unik. Kang Dong Won tetap menjadi inspirasi, namun saya menemukan identitas saya sendiri di atas panggung.”
Pengungkapan V ini tidak hanya menambah dimensi baru pada kisah hidup seorang idola K‑pop, tetapi juga memberi motivasi bagi generasi muda yang tengah berjuang mengejar mimpi. Cerita tentang bagaimana sebuah spanduk dapat menimbulkan keraguan sekaligus memicu tekad menjadi bukti bahwa dukungan keluarga, baik berupa dorongan maupun tantangan, dapat membentuk karakter dan keteguhan hati seseorang.
Dengan pencapaian yang terus bertambah, baik dalam dunia musik maupun film, V kini menjadi contoh nyata bahwa rintangan awal tidak harus menjadi akhir. Persahabatannya dengan Kang Dong Won menjadi simbol bahwa kompetisi dapat berubah menjadi kolaborasi, dan bahwa inspirasi dapat beralih menjadi penghargaan timbal balik di antara para seniman.
Kesimpulannya, perjalanan V dari seorang anak desa yang terpengaruh spanduk aktor hingga menjadi bintang global menunjukkan bahwa tekad, kerja keras, dan dukungan emosional yang tepat dapat mengubah keraguan menjadi keberhasilan. Cerita ini sekaligus mengingatkan kita bahwa setiap tantangan, sekecil apa pun, dapat menjadi batu loncatan menuju prestasi luar biasa.
