IPD – 13 April 2026 | Elias Haddad dari Brown Brothers Harriman (BBH) menegaskan bahwa keputusan sempit Reserve Bank of Australia (RBA) pada 17 Maret lalu, yang menghasilkan kenaikan suku bunga cash rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,10% dengan perhitungan suara 5-4, menjadikan data ketenagakerjaan bulan berikutnya sebagai penentu utama arah kebijakan moneter selanjutnya.
Keputusan tersebut menunjukkan perpecahan di antara anggota dewan. Empat anggota yang menolak kenaikan mengusulkan penahanan suku bunga, meski dengan nada yang tetap hawkish, karena mereka menilai pasar tenaga kerja masih belum memberikan sinyal yang cukup kuat untuk mendukung peningkatan lebih lanjut.
Rencana utama RBA kini berfokus pada laporan ketenagakerjaan Australia untuk bulan Maret, yang dijadwalkan dirilis pada hari Kamis. Laporan ini diproyeksikan menambah sekitar 17,8 ribu lapangan kerja, jauh di bawah pertumbuhan 48,9 ribu pada Februari. Tingkat pengangguran diperkirakan tetap stabil pada 4,3% untuk bulan kedua berturut‑turut, sesuai dengan proyeksi RBA hingga tahun 2026.
Jika data pekerjaan menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan, peluang RBA untuk melakukan kenaikan suku bunga tambahan sebesar 25 basis poin pada pertemuan kebijakan berikutnya tanggal 5 Mei akan meningkat secara signifikan. Saat ini, pasar memperkirakan probabilitas kenaikan tersebut berada di kisaran 62%. Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat menunda langkah selanjutnya hingga periode yang lebih lama, mengurangi tekanan pada kebijakan moneter.
Pasar valuta asing, khususnya pasangan mata uang AUD/USD, merespons dinamika ini dengan pola teknikal yang jelas. BBH mencatat bahwa pasangan tersebut menghadapi level resistance kuat di sekitar 0,7200, sementara support terdekat berada di level 0,7000. Pergerakan di atas atau di bawah level tersebut dapat menjadi sinyal arah jangka pendek bagi trader.
Para analis memperkirakan bahwa jika laporan pekerjaan Maret menembus ekspektasi pasar, AUD dapat menguat mendekati atau melampaui resistance 0,7200, mengingat ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut akan meningkatkan daya tarik suku bunga relatif Australia dibandingkan dengan pasangan mata uang utama lainnya.
Namun, sebaliknya, jika data pekerjaan menunjukkan pelambatan signifikan, tekanan jual dapat menguji level support 0,7000. Penurunan di bawah level tersebut berpotensi membuka ruang bagi AUD untuk menguji level support selanjutnya di kisaran 0,6900, yang sebelumnya telah menjadi titik pivot dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.
Selain faktor ketenagakerjaan, pelaku pasar juga mencermati indikator inflasi domestik, kebijakan fiskal pemerintah, serta perkembangan ekonomi global, terutama kebijakan suku bunga Federal Reserve Amerika Serikat yang masih menjadi acuan utama pergerakan nilai tukar.
Sejumlah institusi keuangan memperkirakan bahwa RBA akan tetap mengedepankan pendekatan “data‑dependent”, artinya kebijakan akan disesuaikan secara fleksibel berdasarkan hasil ekonomi aktual, bukan hanya proyeksi. Pendekatan ini mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara menahan tekanan inflasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang masih dalam proses pemulihan pasca‑pandemi.
Investor juga diingatkan untuk memperhatikan volatilitas yang biasanya meningkat menjelang rilis data penting. Dengan volatilitas yang tinggi, pergerakan harga dapat melampaui level teknikal yang sudah dipetakan, sehingga manajemen risiko menjadi kunci utama dalam mengambil keputusan trading.
Secara keseluruhan, data ketenagakerjaan Maret menjadi titik fokus bagi RBA dalam menentukan kebijakan suku bunga berikutnya. Kekuatan atau kelemahan angka tersebut tidak hanya akan mempengaruhi keputusan moneter domestik, tetapi juga berdampak pada nilai tukar AUD terhadap dolar AS, yang menjadi indikator penting bagi eksportir, importir, serta investor internasional.
Kesimpulannya, pasar akan mengamati dengan saksama hasil laporan pekerjaan, sementara AUD/USD berada pada zona kritis antara support 0,7000 dan resistance 0,7200. Pergerakan di atas atau di bawah zona tersebut akan memberikan petunjuk jelas tentang ekspektasi kenaikan suku bunga RBA dan arah tren mata uang Australia ke depan.
