Dollar Safe-Haven Dorong EUR/USD Turun, Prediksi Rabobank Menghadapi Ketidakpastian Geopolitik

IPD – 13 April 2026 | Strategis Valas Senior Rabobank, Jane Foley, mengungkapkan bahwa dolar Amerika Serikat (USD) kembali mendapat dorongan signifikan dari permintaan safe‑haven yang meningkat serta penurunan ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Kondisi ini membuat pasangan mata uang EUR/USD tertekan, kini menguji di bawah level 1,17. Foley menekankan bahwa proyeksi EUR/USD satu bulan ke depan pada level 1,14 dibuat sebelum terjadinya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, sehingga perkiraan tersebut dapat berubah tergantung pada perkembangan konflik dan dampaknya terhadap sentimen risiko pasar.

“Untuk saat ini, kami terus memperkirakan USD akan berperan sebagai aset safe‑haven ketika selera risiko berkurang, didukung oleh kemungkinan berkurangnya harapan pemotongan suku bunga,” ujar Foley. Ia menambahkan bahwa dalam jangka pendek, pergerakan USD lebih dipengaruhi oleh dinamika selera risiko global serta prospek kebijakan moneter Amerika. “Faktor‑faktor ini, bersamaan dengan penurunan selera risiko pada pagi hari, mendorong USD ke puncak kinerja dalam tabel G10 pada horizon satu hari,” pungkasnya.

Data internal Rabobank menunjukkan bahwa pada hari perdagangan terakhir, EUR/USD menembus zona support penting di bawah 1,17, menandakan tekanan jual yang kuat. Meskipun demikian, Foley mencatat bahwa permintaan terhadap aset safe‑haven mulai melonggar dalam beberapa minggu terakhir, mengindikasikan potensi pergeseran kembali ke aset berisiko jika kondisi geopolitik mereda.

Gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, yang baru saja diumumkan, menjadi faktor kunci yang dapat memengaruhi arah pasar. Sebelumnya, proyeksi 1,14 untuk EUR/USD disusun sebelum adanya perjanjian tersebut. Jika ketegangan tetap tinggi atau terjadi eskalasi baru, investor mungkin akan kembali mengalihkan dana ke dolar, menurunkan nilai euro lebih lanjut. Sebaliknya, jika hubungan kedua negara stabil dan konflik mereda, euro berpotensi menguat kembali, menguji batasan resistance di sekitar 1,20.

Foley juga menyoroti bahwa ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed menjadi variabel penting. Selama beberapa bulan terakhir, pasar telah menurunkan perkiraan bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga dalam jangka dekat, mengakibatkan dolar mendapat dukungan tambahan. Jika data inflasi AS tetap berada di atas target atau pertumbuhan ekonomi menunjukkan ketahanan, Fed kemungkinan akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama, memperkuat posisi dolar sebagai safe‑haven.

Analisis teknikal menunjukkan bahwa EUR/USD berada dalam tren menurun sejak pertengahan kuartal pertama tahun ini. Level support utama terletak di 1,165, dengan resistance pertama di 1,185. Jika pasangan mata uang ini berhasil menembus level 1,165, tekanan jual dapat berlanjut hingga mencapai level support selanjutnya di sekitar 1,150. Sebaliknya, penolakan yang kuat di atas 1,185 dapat menandakan pembalikan sementara, meski masih bergantung pada sentimen risiko global.

Di sisi lain, pasar mata uang G10 lainnya juga menunjukkan pergerakan serupa, dengan dolar Kanada (CAD) dan dolar Selandia Baru (NZD) mengalami penguatan relatif terhadap euro. Hal ini menegaskan peran dolar sebagai aset pelindung dalam situasi ketidakpastian geopolitik dan kebijakan moneter.

Foley menegaskan bahwa dalam jangka menengah, pergerakan EUR/USD akan sangat dipengaruhi oleh tiga faktor utama: (1) dinamika geopolitik, terutama perkembangan antara Amerika Serikat dan Iran; (2) kebijakan suku bunga Federal Reserve, termasuk keputusan rapat FOMC yang akan datang; dan (3) indikator ekonomi utama di zona euro, seperti data pertumbuhan PDB dan inflasi. “Investor harus memantau secara cermat perkembangan ketiga faktor tersebut, karena perubahan kecil sekalipun dapat memicu volatilitas yang signifikan di pasar forex,” pungkasnya.

Kesimpulannya, dolar Amerika tetap berada dalam posisi yang kuat sebagai safe‑haven di tengah penurunan selera risiko dan ketidakpastian geopolitik. EUR/USD diperkirakan akan terus berada di bawah tekanan, dengan proyeksi 1,14 masih relevan namun dapat berubah tergantung pada evolusi konflik AS‑Iran serta arah kebijakan suku bunga The Fed. Pelaku pasar disarankan untuk menyesuaikan strategi mereka dengan memperhatikan indikator risiko global dan data ekonomi utama, guna mengantisipasi pergerakan harga yang kemungkinan akan tetap volatil dalam beberapa minggu ke depan.

Leave a Comment