IPD – 21 April 2026 | Pound Sterling (GBP) mengalami pergerakan beragam terhadap mata uang utama pada sesi perdagangan Eropa akhir pada Selasa, ketika pasar menanti dua agenda penting: kesaksian calon Ketua Federal Reserve Amerika Serikat, Kevin Warsh, dan rilis Indeks Harga Konsumen (IHK) Inggris untuk bulan Maret. Pada penutupan sesi, pasangan GBP/USD turun 0,15% dan diperdagangkan di level sekitar 1,3510 dolar Amerika, menandakan pemulihan setengah dari penurunan awal yang terjadi setelah publikasi data pasar tenaga kerja Inggris.
Data pasar tenaga kerja yang dirilis oleh Office for National Statistics (ONS) menunjukkan penurunan tingkat pengangguran resmi (ILO) menjadi 4,9% dibandingkan perkiraan 5,2%. Namun, penciptaan lapangan kerja baru selama kuartal yang berakhir pada Februari hanya mencapai 25 ribu, jauh di bawah angka sebelumnya sebesar 84 ribu. Sementara itu, pertumbuhan upah rata‑rata tanpa bonus tercatat 3,6% YoY, melampaui perkiraan 3,5% dan menandakan tekanan upah yang masih moderat namun tetap berada di atas target inflasi Bank of England (BoE).
Berikut adalah persentase perubahan Pound Sterling terhadap mata uang utama pada hari itu:
| Mata Uang | USD | EUR | JPY | CAD | AUD | NZD | CHF |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| GBP | -0,15% | 0,04% | -0,11% | 0,12% | -0,41% | 0,04% | -0,04% |
Data tersebut menegaskan bahwa Pound menunjukkan kekuatan relatif terhadap Dolar Australia, sementara melemah terhadap Dolar Kanada dan Dolar Swiss. Heat map yang menampilkan perubahan persentase antar‑mata uang menggarisbawahi volatilitas yang masih tinggi, terutama di tengah spekulasi kebijakan moneter global.
Pasar kini menantikan kesaksian Warsh yang dijadwalkan pada pukul 14:00 GMT (21:00 WIB). Sebagai mantan anggota Dewan Gubernur Fed (2006‑2011) dan tokoh yang dikenal mendukung dolar kuat serta menentang kebijakan pelonggaran kuantitatif (QE), pandangannya diperkirakan akan memberikan petunjuk penting bagi arah kebijakan Fed ke depan. Meskipun demikian, keputusan Warsh diprediksi akan dipengaruhi oleh agenda ekonomi Presiden AS Donald Trump, yang secara terbuka mengkritik kebijakan suku bunga Fed dan menuntut penurunan suku bunga yang lebih agresif.
Sementara itu, di Inggris, para pelaku pasar menunggu rilis IHK Inggris untuk bulan Maret. Konsensus memperkirakan inflasi utama akan naik menjadi 3,3% YoY, naik dari 3,0% pada bulan sebelumnya. Jika angka tersebut tercapai atau melampaui ekspektasi, tekanan pada BoE untuk mempertahankan suku bunga pada 3,75% dalam pertemuan kebijakan yang dijadwalkan pada 30 April akan semakin kuat. Sebaliknya, data inflasi yang lebih lemah dapat membuka ruang bagi BoE untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga pertama sejak pandemi.
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai dolar terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan mendekati 98,20, naik hampir 0,2% menjelang kesaksian Warsh. Kenaikan DXY menambah tekanan pada Pound, terutama mengingat perbandingan langsung GBP/USD yang masih berada di zona berisiko.
Secara keseluruhan, dinamika pasar menunjukkan bahwa Pound Sterling berada di persimpangan faktor domestik dan internasional. Data upah yang lebih baik dari perkiraan dan penurunan tingkat pengangguran memberi sinyal positif bagi ekonomi Inggris, namun ketidakpastian kebijakan moneter di AS dan ekspektasi inflasi domestik tetap menjadi faktor penghambat bagi pergerakan nilai tukar. Investor diharapkan akan terus memantau perkembangan kesaksian Warsh serta data IHK Inggris sebelum mengambil keputusan alokasi aset selanjutnya.
