IPD – 03 April 2026 | Pada sesi perdagangan Jumat, pasangan mata uang AUD/USD berhasil menahan kenaikan sebelumnya dan berbalik melemah ke zona 0,6900. Pergerakan ini terjadi di tengah fokus pasar yang terpusat pada laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis pada hari Selasa mendatang. Penurunan nilai dolar Australia (AUD) ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor risiko geopolitik, data perdagangan Australia yang lebih baik dari perkiraan, serta ekspektasi volatilitas tinggi menjelang data NFP.
Risiko geopolitik yang moderat terus mempengaruhi sentimen pasar. Konflik yang berkepanjangan di Iran, khususnya penutupan sementara Selat Hormuz, menambah tekanan pada ekonomi yang sangat bergantung pada ekspor, termasuk Australia. Meskipun Iran menolak tekanan internasional untuk membuka kembali jalur air penting tersebut, usulan Bahrain yang didukung oleh sebagian negara anggota Dewan Keamanan PBB belum mendapatkan persetujuan karena veto dari China dan Rusia. Situasi ini membuat investor cenderung beralih ke aset safe‑haven seperti dolar AS, menjaga nilai tukar USD tetap kuat.
Di sisi lain, data ekonomi domestik Australia memberikan sinyal positif bagi dolar Australia. Pada hari Kamis, Biro Statistik Australia melaporkan surplus perdagangan sebesar USD 5,686 miliar pada bulan Februari, jauh melampaui perkiraan pasar sebesar USD 2,5 miliar dan jauh di atas surplus yang direvisi sebelumnya sebesar USD 2,258 miliar. Peningkatan surplus ini mendukung pandangan hawkish Reserve Bank of Australia (RBA) yang secara konsisten menekankan kebutuhan kebijakan moneter yang ketat untuk mengendalikan inflasi.
Berikut beberapa poin utama yang memengaruhi pergerakan AUD/USD:
- Penghindaran risiko moderat: Konflik di Iran dan penutupan Selat Hormuz menguatkan permintaan akan dolar AS sebagai safe‑haven.
- Surplus perdagangan Australia yang meluas: Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan, memperkuat prospek kebijakan moneter RBA yang hawkish.
- Ekspektasi NFP AS: Analis memperkirakan penambahan 60 ribu pekerjaan bersih pada bulan Maret, naik dari penurunan 92 ribu pada Februari, dengan tingkat pengangguran tetap di 4,4%.
- Likuiditas rendah pada Jumat Agung: Volume perdagangan turun drastis, meningkatkan potensi pergerakan harga liar jika data NFP menyimpang dari ekspektasi.
Pasar forex pada hari Jumat menunjukkan volatilitas yang sangat tipis. Karena libur Jumat Agung, volume perdagangan berada pada level terendah dalam beberapa minggu terakhir. Kondisi ini berarti bahwa ketika data NFP AS keluar, likuiditas yang terbatas dapat memperbesar pergerakan harga, terutama jika angka yang dirilis berbeda signifikan dari perkiraan. Trader diperingatkan untuk menyiapkan strategi manajemen risiko yang ketat, mengingat potensi fluktuasi harga yang tidak terduga.
Selain faktor-faktor di atas, pernyataan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) tetap menjadi faktor penting. Meskipun fokus utama saat ini berada pada data lapangan kerja, kebijakan suku bunga The Fed akan tetap dipantau karena dapat mempengaruhi arah dolar AS secara keseluruhan. Jika NFP menunjukkan pertumbuhan pekerjaan yang kuat, tekanan bagi The Fed untuk mempertahankan atau bahkan menaikkan suku bunga dapat meningkat, yang pada gilirannya dapat memperkuat USD dan menekan AUD lebih lanjut.
Secara teknikal, pasangan AUD/USD berada di sekitar level support 0,6900, sementara level resistance terdekat berada di 0,6940. Penembusan di bawah support dapat membuka jalur penurunan lebih lanjut menuju zona 0,6860‑0,6840. Sebaliknya, jika harga berhasil kembali di atas resistance 0,6940, pasangan berpeluang kembali menguji level 0,6980 sebelum menghadapi tekanan jual kembali.
Kesimpulannya, AUD/USD kini berada dalam fase konsolidasi yang sensitif terhadap dua katalis utama: perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan data NFP AS. Investor dan trader disarankan untuk memperhatikan perkembangan terkait Selat Hormuz, keputusan RBA, serta hasil NFP dengan seksama. Dalam lingkungan likuiditas yang terbatas, manajemen risiko yang ketat dan penggunaan stop‑loss yang tepat menjadi langkah krusial untuk melindungi posisi dari pergerakan harga yang tajam.
