IPD – 05 April 2026 | Pasangan mata uang dolar Amerika (USD) terhadap yen Jepang (JPY) menunjukkan pergerakan tipis namun tetap berada dalam bias positif pada Rabu, hari kedua berturut-turut. Meskipun momentum bullish belum kuat dan nilai tukar masih berada di bawah level 159,00 selama sesi Asia, sejumlah faktor fundamental dan teknikal terus mendukung prospek kenaikan lebih lanjut.
Faktor fundamental utama
- Kebijakan Bank of Japan (BoJ) yang tetap hawkish – Risalah rapat BoJ Januari menegaskan keinginan pihak otoritas untuk melanjutkan kenaikan suku bunga. Kebijakan yang lebih ketat menekan yen, karena investor menilai yen kurang menarik dibandingkan dengan mata uang dengan suku bunga lebih tinggi.
- Ketegangan geopolitik – Konflik global, terutama yang berkaitan dengan energi, meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe‑haven. Sentimen risiko yang mengarah ke dolar menambah dukungan bagi pasangan USD/JPY.
- Kekhawatiran pertumbuhan ekonomi Jepang – Lonjakan harga energi yang dipicu oleh perang mengancam pertumbuhan domestik, memperlemah permintaan yen di pasar internasional.
Dari perspektif grafik 4‑jam, pasangan USD/JPY berada di atas Exponential Moving Average (EMA) 100‑periode, menandakan struktur tren naik yang masih terjaga. Meskipun harga sempat menyentuh zona 159,80, level tersebut belum berhasil menembus ke arah bearish. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) berada di dekat garis nol dengan garis MACD sedikit di atas garis sinyal, menandakan momentum naik yang masih ada namun rapuh.
Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar 50, mengindikasikan pasar berada dalam kondisi keseimbangan setelah swing rendah minggu lalu di area 159,80. Oleh karena itu, pergerakan selanjutnya kemungkinan akan menghadapi resistance pertama di sekitar 159,30, diikuti oleh level 159,80 yang baru‑baru ini menjadi batas atas terdekat. Penembusan konsisten di atas 159,80 dapat mengukuhkan kontrol bullish dan membuka jalan menuju zona 160,50.
Di sisi support, EMA 100‑periode pada grafik 4‑jam memberikan dukungan kuat di sekitar 158,30. Jika tekanan jual meningkat, level berikutnya yang menjadi pertahanan adalah 157,90, di mana harga sebelumnya pernah menemukan dasar yang cukup solid. Penurunan lebih jauh di bawah 157,90 dapat memicu koreksi yang lebih dalam, menguji swing low minggu lalu di kisaran pertengahan 157,00‑an.
Proyeksi jangka pendek
Dengan bias jangka pendek yang masih netral‑positif, trader dapat mempertimbangkan strategi breakout di atas 159,80 sebagai sinyal entry long dengan target pertama di 160,20‑160,50. Sebaliknya, penurunan di bawah 158,30 dapat membuka peluang short dengan target pertama di 157,90, dan stop‑loss ditempatkan di atas EMA 100 untuk mengurangi risiko.
Pergerakan harga juga dipengaruhi oleh perbedaan suku bunga antara Federal Reserve (Fed) dan BoJ. Selama beberapa tahun terakhir, selisih imbal hasil obligasi 10‑tahun antara AS dan Jepang semakin melebar, menguatkan dolar. Namun, kebijakan pelonggaran BoJ yang perlahan berkurang serta potensi pemotongan suku bunga oleh bank sentral lain dapat mempersempit selisih tersebut, menambah kompleksitas dinamika USD/JPY.
Kesimpulan
USD/JPY tetap diperdagangkan dengan bias positif di bawah level 159,00 meskipun belum menunjukkan momentum bullish yang kuat. Faktor fundamental seperti kebijakan hawkish BoJ, ketegangan geopolitik, dan kekhawatiran pertumbuhan ekonomi Jepang tetap mendukung sisi dolar. Secara teknikal, EMA 100‑periode dan MACD mengindikasikan tren naik yang masih hidup, sementara level resistance kunci berada di 159,30 dan 159,80. Trader sebaiknya memantau aksi harga di sekitar zona‑zona tersebut dan menyesuaikan manajemen risiko sesuai dengan volatilitas pasar yang masih tinggi.
