IPD – 06 April 2026 | Jakarta, 2 April 2026 – Zurich General Takaful Indonesia (ZADI), yang dikenal dengan merek Zurich Syariah, mengumumkan restrukturisasi manajemen tingkat atas sekaligus menetapkan kebijakan dividen yang menarik untuk pemegang saham pada tahun 2025. Keputusan tersebut diambil di tengah pencapaian kinerja keuangan yang menunjukkan pertumbuhan kontribusi bruto sebesar 15% pada Januari 2026, mengindikasikan fundamental bisnis yang tetap kuat meski industri asuransi syariah secara umum mengalami penurunan kontribusi.
Presiden Direktur Zurich Syariah, Hilbert Simanjuntak, menyampaikan bahwa perubahan struktural meliputi penambahan dua eksekutif senior di bidang operasional dan digitalisasi, serta pergantian posisi Chief Financial Officer (CFO). “Kami menyiapkan tim yang lebih adaptif terhadap dinamika pasar, khususnya dalam memperluas kanal distribusi digital dan memperkuat kemitraan strategis,” ujar Hilbert dalam konferensi pers di kantor pusat perusahaan, Jakarta.
Di sisi lain, kebijakan dividen yang ditetapkan mencerminkan optimisme perusahaan terhadap profitabilitas jangka menengah. Zurich Syariah mengumumkan total dividen sebesar Rp1,05 juta per lembar saham untuk tahun 2025, yang merupakan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor serta memberikan sinyal positif bagi pasar modal Indonesia.
Sementara itu, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa kontribusi asuransi syariah pada Januari 2026 menurun menjadi 44,7% dibandingkan 50,39% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hilbert menegaskan bahwa penurunan industri tidak serta-merta mencerminkan kinerja individu perusahaan. “Zurich Syariah berhasil mencatat pertumbuhan kontribusi bruto 15% pada Januari 2026, dengan pendorong utama berasal dari lini asuransi kendaraan bermotor syariah yang tumbuh 18% secara tahunan,” jelasnya.
Strategi pertumbuhan yang diusung perusahaan mencakup tiga pilar utama: digitalisasi layanan, edukasi literasi keuangan syariah, dan ekspansi jaringan distribusi. Digitalisasi difokuskan pada pengembangan platform aplikasi mobile yang memungkinkan proses klaim dan pembelian polis secara instan. Edukasi literasi keuangan syariah diarahkan pada peningkatan kesadaran masyarakat, mengingat survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK 2025 mencatat tingkat literasi keuangan syariah sebesar 43,42%.
Selain itu, Zurich Syariah memperluas jaringan kemitraan dengan dealer otomotif, fintech, dan lembaga keuangan mikro untuk mempermudah akses produk asuransi syariah. Upaya ini diharapkan dapat menambah basis nasabah baru, khususnya di segmen kendaraan bermotor yang menunjukkan pertumbuhan tertinggi.
Para analis pasar menilai bahwa kebijakan dividen yang menggiurkan serta restrukturisasi manajemen dapat memperkuat posisi Zurich Syariah di pasar asuransi syariah yang kompetitif. “Dividen Rp1,05 juta per lembar menunjukkan komitmen perusahaan untuk memberikan nilai bagi pemegang saham, sementara perubahan manajemen menandakan kesiapan menghadapi tantangan regulasi dan persaingan,” kata seorang analis senior di rumah broker terkemuka.
Ke depan, Zurich Syariah menargetkan pertumbuhan kontribusi bruto tahunan di atas 12% selama tiga tahun ke depan. Perusahaan juga berencana meluncurkan produk asuransi mikro berbasis syariah yang dapat diakses melalui kanal digital, memperkuat inklusi keuangan di wilayah-wilayah dengan penetrasi asuransi yang masih rendah.
Secara keseluruhan, langkah-langkah strategis yang diambil Zurich Syariah – mulai dari revitalisasi manajemen, kebijakan dividen yang kompetitif, hingga fokus pada digitalisasi dan edukasi – memberikan gambaran optimis bagi para pemangku kepentingan. Dengan fundamental yang kuat dan prospek pertumbuhan yang menjanjikan, perusahaan berada pada posisi yang tepat untuk meningkatkan pangsa pasar dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham serta nasabah di era ekonomi digital.
