IPD – 03 April 2026 | Pasangan mata uang dolar Amerika versus dolar Kanada (USD/CAD) mencatat kenaikan tipis sebesar 0,14% pada perdagangan Jumat, menembus level tertinggi 2 April di 1,3933. Lonjakan tersebut dipicu oleh data ketenagakerjaan Amerika Serikat (Nonfarm Payrolls) bulan Maret yang jauh melampaui proyeksi, menegaskan ketahanan ekonomi AS dan menambah tekanan pada kebijakan moneter Federal Reserve.
Indeks Dolar Amerika (DXY) juga menguat tipis, naik 0,06% dan kembali menembus level psikologis 100,00. Penguatan dolar menandakan pasar uang menilai bahwa Federal Reserve kemungkinan besar akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini selama sisa tahun, alih-alih meluncurkan penurunan yang sebelumnya diperkirakan. Investor menurunkan eksposur dovish, sebagaimana tercermin dalam data posisi pasar swap yang menunjukkan penurunan taruhan pada pemotongan suku bunga.
Di sisi lain, Bank of Canada (BoC) baru saja menyelesaikan pertemuan kebijakan pada 18 Maret dan memutuskan untuk menjaga suku bunga tetap pada 5,0%. Gubernur BoC, Tiff Macklem, menegaskan bahwa kebijakan moneter Kanada akan tetap fokus pada inflasi, meskipun ia menutup kemungkinan dampak langsung konflik Iran terhadap harga. BoC juga mengindikasikan bahwa dua kali kenaikan suku bunga dapat terjadi pada semester kedua 2024 jika tekanan harga tetap persisten.
Pasar swap Kanada sudah memperhitungkan dua kenaikan suku bunga BoC dalam enam bulan ke depan, menambah beban pada dolar Kanada (CAD). Kombinasi antara kebijakan Fed yang cenderung stagnan dan ekspektasi pengetatan BoC menciptakan dinamika yang menahan kenaikan USD/CAD. Meskipun dolar AS menguat, dukungan dari harga minyak mentah—yang merupakan komoditas utama ekspor Kanada—menjadi faktor penyeimbang bagi CAD.
Secara teknikal, grafik harian USD/CAD menunjukkan bahwa penembusan di atas 1,3933 membuka peluang untuk menguji zona resistensi 1,3950 dan selanjutnya 1,4000. Jika tekanan beli berlanjut, level 1,4050 dapat menjadi target berikutnya. Namun, area support yang kuat berada di 1,3900; penurunan di bawah level ini dapat menandakan koreksi sementara, terutama mengingat volume perdagangan yang rendah pada hari Jumat karena pasar global masih tutup menyambut Jumat Agung.
- Faktor fundamental utama: NFP yang kuat, penurunan tingkat pengangguran AS, dan kebijakan Fed yang diperkirakan akan tetap dovish.
- Faktor moneter Kanada: BoC mempertahankan suku bunga, namun menyiapkan kemungkinan kenaikan lebih lanjut.
- Pengaruh komoditas: Harga minyak tetap menjadi penopang utama nilai CAD.
Investor yang menaruh taruhan pada USD/CAD harus memperhatikan data ekonomi lanjutan, terutama laporan inflasi AS (CPI) dan data PMI manufaktur Kanada. Kedua indikator tersebut dapat memperkuat atau melemahkan persepsi risiko pasar, yang pada gilirannya akan memengaruhi aliran dana antar mata uang. Selain itu, perkembangan geopolitik, khususnya ketegangan di Timur Tengah, dapat memicu volatilitas pada harga energi dan secara tidak langsung memengaruhi nilai CAD.
Secara keseluruhan, pergerakan USD/CAD pada hari Jumat mencerminkan keseimbangan antara kekuatan data tenaga kerja AS dan kebijakan moneter yang berhati-hati di Kanada. Dengan likuiditas pasar yang masih terbatas menjelang libur panjang, pergerakan harga kemungkinan akan tetap dalam kisaran sempit hingga data ekonomi berikutnya dirilis. Pedagang yang mengandalkan analisis teknikal disarankan untuk menunggu konfirmasi lebih lanjut pada level resistance 1,3950 atau support 1,3900 sebelum mengambil posisi signifikan.
