EUR/USD Terbatas Bergerak Setelah NFP AS Menguat di Tengah Likuiditas Libur

IPD – 03 April 2026 | Pasangan mata uang utama EUR/USD menunjukkan pergerakan yang relatif tenang pada sesi perdagangan Jumat, meskipun data Nonfarm Payroll (NFP) Amerika Serikat melampaui ekspektasi pasar. Kekuatan data ketenagakerjaan menambah tekanan pada dolar AS (USD), namun likuiditas yang tipis akibat libur Jumat Agung berhasil menahan volatilitas, sehingga pergerakan harga tetap dalam kisaran sempit.

Sementara itu, pertumbuhan upah mengalami moderasi. Pendapatan rata‑rata per jam naik 0,2 persen secara bulanan, di bawah ekspektasi 0,3 persen dan menurun dari kenaikan 0,4 persen pada Februari. Secara tahunan, upah meningkat 3,5 persen, sedikit di bawah proyeksi 3,7 persen dan melambat dibandingkan 3,8 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Data NFP yang kuat biasanya mendorong DXY (Dollar Index) menguat, dan pada saat penulisan artikel nilai indeks dolar berada di sekitar 100. Meskipun demikian, EUR/USD tetap berada di sekitar 1,1534, menandakan pasangan mata uang tersebut melemah untuk hari kedua berturut‑turut setelah sempat menguji level tertinggi mingguan di 1,1627 pada Rabu sebelumnya.

Beberapa faktor kunci yang mempengaruhi dinamika pasar pada hari itu antara lain:

  • Likuiditas tipis: Libur Jumat Agung menyebabkan volume perdagangan menurun, sehingga pergerakan harga menjadi lebih lambat meskipun ada data fundamental yang signifikan.
  • Kekuatan data tenaga kerja: Tambahan pekerjaan yang jauh melampaui perkiraan menambah keyakinan bahwa pasar tenaga kerja AS tetap tangguh, memberi sinyal bahwa Federal Reserve memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama.
  • Sentimen Fed: Investor masih menilai bahwa risiko inflasi yang dipicu oleh harga minyak dan ketegangan geopolitik (misalnya konflik AS‑Israel‑Iran) dapat menunda potensi pemotongan suku bunga, meskipun pasar sebelumnya sempat menurunkan taruhan pemotongan.

Analisis para pakar menunjukkan bahwa meskipun data NFP mengindikasikan ekonomi AS yang kuat, pasar masih menunggu arah kebijakan moneter yang lebih jelas. Federal Reserve diperkirakan akan menjaga suku bunga tidak berubah pada pertemuan berikutnya, sambil terus memantau tekanan inflasi dan perkembangan geopolitik. Jika inflasi tetap berada di atas target 2 persen, kemungkinan Fed akan mempertahankan kebijakan ketat, yang pada gilirannya dapat memperkuat dolar lebih lanjut.

Di sisi euro, eurozone masih menghadapi tantangan pertumbuhan yang relatif lemah dan kebijakan moneter yang lebih akomodatif dari European Central Bank (ECB). ECB diperkirakan akan tetap menjaga suku bunga pada level yang lebih rendah dibandingkan Fed, sehingga selisih suku bunga antara kedua bank sentral tetap mendukung aliran modal ke dolar. Namun, likuiditas yang terbatas pada hari Jumat memperkecil peluang bagi euro untuk menanggapi perbedaan kebijakan tersebut secara signifikan.

Secara teknis, grafik EUR/USD menunjukkan pola konsolidasi dalam range 1,1490–1,1580 selama sesi perdagangan. Level resistensi terdekat berada di 1,1580, sementara support kuat berada di 1,1490. Jika harga berhasil menembus level resistensi, pasangan mata uang berpotensi melanjutkan penurunan menuju zona 1,1620–1,1650. Sebaliknya, penembusan ke bawah support dapat membuka ruang bagi koreksi lebih dalam menuju 1,1450.

Kesimpulannya, meskipun data NFP AS memberikan dorongan bullish bagi dolar, likuiditas yang tipis akibat libur panjang berhasil menahan volatilitas pada EUR/USD. Pasar kini menunggu sinyal kebijakan moneter lebih lanjut dari Federal Reserve, sementara euro tetap berada dalam kerangka acuan yang dipengaruhi oleh kebijakan ECB yang lebih longgar. Investor disarankan untuk memperhatikan level teknikal kunci serta perkembangan data ekonomi selanjutnya, terutama laporan inflasi dan pernyataan kebijakan Fed yang dijadwalkan dalam minggu-minggu mendatang.

Leave a Comment