AUD/USD Turun Setelah NFP AS Menguat, Dolar Australia Terkurung Likuiditas Libur

IPD – 03 April 2026 | Pasangan mata uang AUD/USD menahan kenaikannya pada Jumat setelah data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan menguatkan Dolar AS (USD). Meskipun NFP memberikan dorongan positif bagi dolar, aksi harga tetap tenang karena likuiditas pasar yang terbatas akibat libur Good Friday.

Pada saat penulisan, AUD/USD diperdagangkan di sekitar 0,6900 setelah sempat menyentuh level tertinggi intraday 0,6916. Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) terus mengonsolidasikan kenaikan di atas zona 100, menandakan dukungan lanjutan bagi USD.

Data NFP AS

  • Penambahan pekerjaan pada bulan Maret sebesar 178.000, jauh melampaui ekspektasi 60.000.
  • Revisi data Februari menunjukkan kehilangan 133.000 pekerjaan, dibandingkan penurunan 92.000 yang dilaporkan sebelumnya.
  • Tingkat pengangguran turun tipis menjadi 4,3% dari 4,4%.

Meski pasar kerja menunjukkan kekuatan, pertumbuhan upah tampak melambat. Pendapatan rata‑rata per jam naik 0,2% secara bulanan pada Maret, di bawah perkiraan 0,3% dan menurun dari 0,4% pada bulan sebelumnya. Secara tahunan, kenaikan upah tercatat 3,5%, di bawah ekspektasi 3,7% dan menurun dari 3,8% pada Februari.

Data ini menambah keyakinan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan tetap bersikap berhati‑hati sebelum mempertimbangkan pemotongan suku bunga. Risiko inflasi yang masih dipengaruhi oleh harga minyak membuat Fed kemungkinan besar mempertahankan suku bunga pada level saat ini untuk jangka waktu yang lebih lama. Menurut CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan suku bunga akan tetap tidak berubah hingga akhir 2026.

Pengaruh Data Tiongkok

Di sisi lain, para pelaku pasar juga menyerap informasi terbaru dari Biro Statistik Nasional Tiongkok. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Tiongkok naik menjadi 50,4 pada Maret, meningkat dari 49,0 dan mengungguli perkiraan 50,1. Mengingat China adalah mitra dagang terbesar Australia, pergerakan ekonomi Tiongkok memiliki dampak signifikan terhadap Dolar Australia (AUD). Kenaikan PMI mengindikasikan pemulihan produksi yang dapat meningkatkan permintaan impor bahan mentah dari Australia, sehingga memberi dukungan tersendiri bagi AUD.

Faktor-Faktor Pendukung Dolar Australia

Dolar Australia dipengaruhi oleh beberapa variabel utama, antara lain suku bunga yang ditetapkan oleh Bank Sentral Australia (RBA), harga komoditas terutama bijih besi, kesehatan ekonomi Tiongkok, serta sentimen risiko global. Harga bijih besi yang tinggi biasanya memperkuat AUD karena meningkatkan surplus perdagangan Australia. Sebaliknya, penurunan harga komoditas atau melemahnya permintaan dari China dapat menekan nilai AUD.

Berikut rangkuman singkat faktor-faktor kunci yang memengaruhi AUD:

  • Suku bunga RBA: Kebijakan moneter yang lebih ketat dibandingkan bank sentral utama lainnya mendukung AUD.
  • Harga komoditas: Kenaikan harga bijih besi dan batu bara biasanya menguatkan AUD.
  • Ekonomi Tiongkok: Pertumbuhan yang kuat meningkatkan permintaan ekspor Australia, sementara perlambatan menurunkan permintaan.
  • Sentimen pasar global: Kondisi “risk‑on” memperkuat mata uang berisiko seperti AUD, sedangkan “risk‑off” mengalihkan dana ke safe‑haven.

Analisis Teknis Singkat

Secara teknis, pasangan AUD/USD berada di bawah tekanan resistensi di sekitar 0,6920, yang sebelumnya menjadi level tertinggi intraday. Penurunan ke 0,6900 menandakan bahwa bullish momentum mulai melemah. Jika pasangan berhasil menembus ke bawah 0,6880, level support selanjutnya berada di 0,6850. Sebaliknya, penembusan kembali di atas 0,6925 dapat memicu rally kembali ke zona 0,6950.

Dengan likuiditas yang masih terbatas karena libur, pergerakan harga cenderung lebih volatil pada sesi-sesi berikutnya ketika pasar kembali normal. Para trader disarankan untuk memperhatikan data ekonomi utama, terutama rilis NFP berikutnya dan indikator inflasi AS, serta perkembangan PMI China yang dapat memberikan sinyal arah tambahan bagi AUD/USD.

Secara keseluruhan, data pekerjaan AS yang kuat memperkuat USD dan menekan AUD, namun faktor eksternal seperti PMI China dan kebijakan suku bunga RBA tetap menjadi variabel penting yang dapat memengaruhi arah pasangan ini dalam minggu ke depan.

Leave a Comment