IPD – 07 April 2026 | Pasangan mata uang dolar Kanada (CAD) melawan dolar Amerika Serikat (USD) mencatat penurunan tipis pada sesi perdagangan Senin, dipicu oleh dinamika geopolitik terbaru seputar ketegangan antara AS dan Iran. Pada penulisan ini, kurs USD/CAD berada di kisaran 1,1315, mengindikasikan nilai dolar Kanada yang menguat secara marginal setelah dua hari penurunan berturut‑turut.
Sentimen risiko pasar menunjukkan perbaikan awal pada sesi Asia, bertepatan dengan laporan tentang kemungkinan gencatan senjata selama 45 hari antara Washington dan Tehran. Berita tersebut menurunkan tekanan terhadap dolar AS, yang sebelumnya berada dalam tren penurunan. Namun, pernyataan berlawanan dari pihak-pihak terkait menambah ketidakpastian, sehingga koreksi dolar AS tetap terbatas.
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur performa dolar terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan sekitar 99,98 setelah sempat menyentuh level terendah intraday di 99,76. Penguatan dolar Kanada terhadap dolar AS mencerminkan perbedaan kebijakan moneter serta ekspektasi inflasi antara Federal Reserve (The Fed) dan Bank of Canada (BoC).
Di sisi geopolitik, Iran melalui kantor berita IRNA mengumumkan penolakan atas rangka kerja gencatan senjata yang disampaikan oleh Pakistan atas inisiatif Amerika. Seorang pejabat AS yang dikutip oleh Axios melaporkan bahwa Tehran mengirimkan sepuluh poin tanggapan yang dianggap “maksimalis”. Ketidakjelasan mengenai apakah tawaran tersebut dapat membuka jalan menuju solusi diplomatik menambah tekanan pada pasar, terutama mengingat pernyataan Presiden Donald Trump yang mengancam serangan terhadap infrastruktur penting di Selat Hormuz bila jalur laut tidak dibuka kembali sebelum batas waktu yang ditetapkan.
Kenaikan harga minyak akibat ketegangan geopolitik memperkuat risiko inflasi global. Kenaikan tersebut menambah beban pada kebijakan moneter The Fed yang sedang berusaha menyeimbangkan antara menahan inflasi dan menjaga pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, BoC menghadapi tekanan serupa, mengingat Kanada juga merupakan produsen minyak utama.
Data ekonomi terbaru memberikan gambaran tambahan. Indeks Manajer Pembelian (IMP) Jasa ISM untuk bulan Maret tercatat 54, menurun dari 56,1 pada Februari dan berada di bawah ekspektasi 55. Penurunan ini menandakan pelambatan aktivitas sektor jasa di Amerika Serikat.
Menjelang akhir pekan, pasar akan menanti rilis data inflasi utama di AS, termasuk Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk bulan Maret serta Indeks Harga Pengeluaran Konsumen Pribadi (PCE) untuk Februari. Kedua indikator tersebut menjadi acuan utama The Fed dalam menentukan jalur kebijakan suku bunga selanjutnya. Sementara itu, Kanada akan mengumumkan data ketenagakerjaan bulan Maret, yang dapat memperkuat atau menurunkan ekspektasi terhadap kebijakan BoC.
- Dolar Kanada menguat melawan dolar AS di tengah melemahnya mata uang hijau.
- Perubahan tajuk geopolitik seputar konflik AS‑Iran menahan penurunan lebih dalam pada dolar AS.
- Data ekonomi AS menunjukkan penurunan aktivitas jasa, sementara data inflasi dan tenaga kerja akan menjadi fokus utama minggu depan.
Secara teknis, pasangan USD/CAD berada di dekat level tertinggi empat bulan, menjadikannya area resistensi penting. Jika dolar AS gagal menembus level tersebut, kemungkinan besar pasangan akan kembali menguji level support di sekitar 1,1200. Sebaliknya, penembusan kuat di atas 1,1350 dapat membuka jalan bagi pergerakan lebih lanjut ke arah kenaikan.
Kesimpulannya, meskipun dolar Kanada berhasil mencatat kenaikan kecil berkat pergeseran sentimen risiko dan perkembangan geopolitik yang masih belum pasti, pasar tetap berada dalam kondisi waspada. Fokus utama minggu depan akan beralih pada data inflasi AS dan laporan ketenagakerjaan Kanada, yang keduanya memiliki potensi besar untuk memicu pergerakan signifikan pada pasangan USD/CAD serta mata uang utama lainnya.
