EUR/USD Menguat di Tengah Harapan Gencatan Senjata, Dolar AS Kehilangan Daya Tarik Safe‑Haven

IPD – 07 April 2026 | Pasangan mata uang EUR/USD kembali menunjukkan penguatan signifikan pada sesi perdagangan Senin, mendekati level 1,1570. Penguatan ini terjadi seiring dolar AS (USD) kehilangan daya tariknya sebagai aset safe‑haven, dipicu oleh melunaknya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta data ekonomi yang kurang mendukung.

Selama akhir pekan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan sikap kerasnya terhadap Iran, mengancam akan menghancurkan infrastruktur penting negara tersebut jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali tepat waktu. Meskipun retorika tersebut sempat menimbulkan kecemasan pasar, muncul harapan baru akan terwujudnya gencatan senjata yang didorong oleh peran perantara regional. Upaya diplomatik ini berhasil meredam ekspektasi eskalasi militer, sehingga permintaan akan dolar sebagai pelindung risiko berkurang.

Berita tentang kemungkinan gencatan senjata membawa perubahan sentimen risiko. Investor yang sebelumnya beralih ke dolar untuk menghindari ketidakpastian kini kembali menilai peluang di pasar risiko, khususnya euro. Akibatnya, aliran dana masuk ke euro meningkatkan tekanan beli pada EUR/USD, menggerakkan pasangan mata uang tersebut ke atas zona 1,1570.

Selain dinamika geopolitik, data ekonomi Amerika Serikat turut memberi tekanan tambahan pada dolar. Institute for Supply Management (ISM) melaporkan bahwa Indeks Manajer Pembelian (PMI) sektor jasa turun menjadi 54 pada bulan Maret, turun dari 56,1 pada Februari dan berada di bawah ekspektasi 55. Penurunan ini mencerminkan perlambatan pertumbuhan ekonomi jasa AS, menambah beban pada dolar yang sudah tertekan oleh faktor risiko geopolitik.

Secara teknikal, grafik 4‑jam EUR/USD menunjukkan bias bullish jangka pendek. Harga diperdagangkan di sekitar 1,1555, masih berada di atas Simple Moving Average (SMA) 20‑periode yang baru saja berbalik naik di atas 1,1540. SMA 100‑periode yang lebih datar berada tepat di bawah level spot, berfungsi sebagai pivot terdekat yang mendukung kelanjutan tren naik. Indeks Kekuatan Relatif (RSI) berada di sekitar 54, tetap di atas level tengah 50, mengindikasikan momentum positif meski masih dalam batas moderat.

  • Support utama berada di 1,1538, sejajar dengan SMA 100‑periode. Penurunan di bawah level ini dapat membuka support selanjutnya di 1,1518 dan 1,1506.
  • Resistance awal terletak di 1,1571. Penembusan di atas level ini dapat membuka jalan menuju zona 1,1590‑1,1600.
  • Bias pasar tetap bullish selagi harga bertahan di atas 1,1538 dan SMA 20‑periode.

Jika pasangan EUR/USD berhasil menembus resistance 1,1571, langkah selanjutnya dapat mengarah ke level psikologis 1,1600, yang akan memperkuat narasi penguatan euro berkelanjutan. Sebaliknya, kegagalan menembus zona resistance dan penurunan di bawah support 1,1538 dapat memicu koreksi kembali ke level 1,1518 atau bahkan 1,1506, mengembalikan bias ke arah netral atau bearish.

Secara fundamental, faktor geopolitik tetap menjadi penggerak utama. Meskipun ancaman Trump terhadap Iran menimbulkan ketegangan, laporan tentang jalur diplomatik yang melibatkan perantara regional menunjukkan adanya upaya menstabilkan situasi di Selat Hormuz. Jika gencatan senjata berhasil terwujud, risiko geopolitik di kawasan tersebut dapat berkurang secara signifikan, memperlemah posisi dolar sebagai safe‑haven dan memperkuat mata uang risiko seperti euro.

Di sisi lain, data PMI jasa AS yang mengecewakan menambah tekanan pada dolar. Penurunan aktivitas sektor jasa mengindikasikan perlambatan permintaan domestik, yang dapat memicu kebijakan moneter lebih dovish dari Federal Reserve. Jika kebijakan tersebut terwujud, dolar kemungkinan akan tetap berada di bawah tekanan, memberi ruang lebih bagi pasangan EUR/USD untuk menguji level-level teknikal yang lebih tinggi.

Investor dan trader disarankan untuk memantau dua indikator utama ke depan: perkembangan diplomasi di Timur Tengah, khususnya kemajuan gencatan senjata, serta data ekonomi utama Amerika Serikat, termasuk laporan PMI, non‑farm payroll, dan indeks harga konsumen. Kombinasi antara faktor geopolitik yang melonggarkan dan data ekonomi yang lemah dapat memperpanjang fase bullish euro.

Secara keseluruhan, penguatan EUR/USD pada hari ini mencerminkan pergeseran sentimen pasar dari safe‑haven ke risk‑on, dipicu oleh harapan gencatan senjata di Selat Hormuz serta data ekonomi AS yang kurang menggembirakan. Selama kedua faktor tersebut tetap mendukung, euro diperkirakan akan terus menguji level resistance teknikalnya, sementara dolar harus berjuang mengembalikan peranannya sebagai aset pelindung risiko.

(Analisis teknis dalam artikel ini disusun dengan bantuan alat AI.)

Leave a Comment