IPD – 08 April 2026 | Pasangan mata uang USD/CAD melanjutkan penurunan mingguan selama tiga hari berturut-turut, menguji level terendah hampir dua minggu pada Rabu pekan ini. Spot pair diperdagangkan di kisaran pertengahan 1,3800-an, mencatat penurunan hampir 0,30% dalam satu hari. Penurunan ini terjadi di tengah dinamika fundamental yang beragam, termasuk aksi jual luas dolar Amerika, penurunan tajam harga minyak mentah, serta ekspektasi teknis yang menuntut penembusan di bawah Exponential Moving Average (EMA) 200 hari.
Faktor fundamental yang mendorong penurunan
- Dolar AS tertekan: Sentimen pasar terhadap dolar melemah setelah munculnya optimisme terkait gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, tentang kemungkinan jalur aman di perairan utama selama dua minggu memicu penurunan harga minyak mentah secara signifikan. Kenaikan harga minyak biasanya menguatkan Loonie (CAD) karena Kanada merupakan eksportir minyak terbesar di dunia. Penurunan harga minyak justru melemahkan Loonie dan membatasi kerugian USD/CAD.
- Harga minyak mentah: Turunnya harga minyak mentah secara tajam mengurangi daya beli CAD, yang pada gilirannya menahan penurunan lebih dalam pada pasangan mata uang ini. Meskipun demikian, penurunan minyak membantu mengurangi tekanan pada Loonie, sehingga penurunan USD/CAD tidak lebih ekstrem.
Indikator teknis yang memberi sinyal
Analisis teknikal menunjukkan bahwa momentum bullish mulai memudar. Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) dengan pengaturan 12, 26, 9 masih berada di atas garis sinyal, namun kedua garis tersebut hampir bersatu dan bergerak kembali ke zona nol, menandakan tekanan beli yang lemah. Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) turun dari zona overbought di atas 70 menjadi berada di kisaran 50-an atas, mengindikasikan bahwa energi naik sudah berkurang tetapi belum berbalik ke arah bearish yang kuat.
Yang menjadi titik fokus utama kini adalah EMA 200 hari. Pada sesi intraday, USD/CAD berhasil menghentikan penurunan tepat sebelum menembus EMA 200, meninggalkan para trader dalam kondisi menunggu konfirmasi. Menurut analisis, penembusan berkelanjutan di bawah support EMA 200, khususnya di sekitar level 1,3815, akan menjadi sinyal untuk membuka posisi jual baru dengan target selanjutnya di zona support lebih dalam, yakni sekitar 1,3750. Jika penurunan berlanjut, level kunci berikutnya adalah 1,3680.
Level resistance dan potensi rebound
Di sisi atas, resistance pertama berada di 1,3925, yang merupakan level tertinggi baru-baru ini. Jika pasangan berhasil menembus level ini, jalur resistance selanjutnya berada di 1,3970. Penutupan harian di atas 1,3970 dapat membuka kembali peluang bullish, mengarahkan pasangan kembali ke zona 1,4050, yang akan menguatkan bias bullish yang saat ini berada di luar fokus.
Strategi trader
- Menunggu konfirmasi penembusan di bawah EMA 200 (sekitar 1,3815) sebelum menambah posisi jual.
- Menetapkan target pertama di 1,3750, dengan stop loss di atas EMA 200 untuk melindungi dari rebound singkat.
- Jika harga berhasil menembus resistance 1,3925, pertimbangkan entry beli dengan target 1,4050 dan stop loss di bawah 1,3880.
Analisis ini disusun dengan bantuan alat kecerdasan buatan, namun tetap mengacu pada data pasar aktual serta prinsip-prinsip teknikal tradisional. Trader disarankan untuk tetap memperhatikan kalender ekonomi, khususnya data terkait inflasi Amerika, keputusan kebijakan moneter Bank of Canada, serta pergerakan harga komoditas, khususnya minyak mentah, yang dapat memberikan tekanan tambahan pada CAD.
Secara keseluruhan, USD/CAD berada pada titik kritis antara tekanan jual yang dipicu oleh fundamental global dan kebutuhan akan konfirmasi teknikal. Penembusan yang jelas di bawah EMA 200 hari akan menjadi katalis utama bagi pergerakan selanjutnya, baik itu melanjutkan penurunan ke level support 1,3680 atau berbalik naik jika dukungan di atas EMA 200 tetap kuat.
Investor dan trader diharapkan tetap mengelola risiko dengan hati-hati, mengingat volatilitas yang masih tinggi pada pasangan ini akibat faktor geopolitik dan pergerakan komoditas yang dapat berubah secara cepat.
