IPD – 04 April 2026 | Pasar logam mulia kembali menunjukkan tekanan pada perak (XAG/USD) pada hari Kamis, dengan harga berjuang di bawah level $75. Pada penulisan ini, pasangan XAG/USD diperdagangkan sekitar $72,82, mencatat penurunan hampir 3 % dalam satu hari setelah sempat menembus batas $70 selama sesi perdagangan Eropa. Tekanan ini dipicu oleh kombinasi faktor makroekonomi dan geopolitik yang memperkuat Dolar Amerika Serikat (USD) serta meningkatkan harga minyak mentah.
Kondisi geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, terus menambah ketidakpastian global. Konflik ini memperkuat permintaan akan dolar sebagai mata uang safe‑haven, sehingga mengakibatkan penguatan USD terhadap sebagian besar mata uang dan komoditas, termasuk perak. Pada saat yang sama, harga minyak mentah mengalami kenaikan signifikan, menambah beban inflasi global dan menimbulkan ekspektasi bahwa bank sentral utama, terutama Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama.
Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat berdampak negatif pada logam tanpa imbal hasil seperti perak. Karena perak diperdagangkan dalam dolar, penguatan mata uang ini menurunkan daya beli investor luar negeri, sekaligus mengurangi insentif untuk beralih ke logam mulia sebagai perlindungan nilai. Dampak gabungan ini menguatkan bias bearish pada perak dalam jangka pendek.
Poin utama yang memengaruhi pergerakan harga perak:
- Penguatan USD dan kenaikan harga minyak menekan sentimen bullish perak.
- Risiko inflasi yang meningkat akibat biaya energi yang lebih tinggi mengurangi peluang pemotongan suku bunga The Fed.
- Indikator teknikal menunjukkan penolakan pada SMA 100‑hari di sekitar $75,63, menandakan hambatan bagi upaya kenaikan lebih lanjut.
Dari perspektif teknikal, perak masih berada di wilayah bearish jangka pendek. Penolakan berulang pada Simple Moving Average (SMA) 100‑hari sekitar $75,63 menjadi batas atas utama. Meskipun harga masih berada di atas SMA 200‑hari di $59,06, yang menunjukkan bahwa tren naik jangka panjang belum sepenuhnya terputus, tekanan jangka pendek tetap kuat.
Indikator Relative Strength Index (RSI) berada pada level 43,64, masih di bawah angka 50 dan mendekati zona jenuh jual, menandakan momentum lemah. Sementara itu, Moving Average Convergence Divergence (MACD) dengan parameter (12, 26, 9) kembali berada di atas garis sinyal, namun tetap berada di bawah garis nol, mengisyaratkan bahwa potensi kenaikan masih terbatas dan dominasi momentum negatif masih mendominasi pasar.
Level resistensi berikutnya terletak pada SMA 100‑hari di $75,60. Penutupan harian di atas level ini dapat membuka ruang menuju SMA 50‑hari di sekitar $82,90. Jika pergerakan bullish berhasil menembus kedua level tersebut, target selanjutnya adalah swing high Februari sekitar $96,62. Namun, skenario ini memerlukan pemulihan yang cukup kuat untuk mengatasi tekanan jual yang masih aktif.
Di sisi support, zona $70‑$68 menjadi level pertahanan terdekat. Penurunan lebih lanjut dapat menguji level terendah bulan Maret di sekitar $61,01, yang berdekatan dengan SMA 200‑hari. Jika harga menembus zona tersebut, risiko penurunan lebih dalam dapat muncul, meski secara historis perak cenderung menemukan dukungan pada level teknikal penting.
Faktor fundamental juga tetap relevan. Permintaan industri, khususnya di sektor elektronik, energi surya, dan peralatan medis, terus menjadi pendorong utama harga perak. Namun, tekanan biaya energi yang tinggi dapat menurunkan margin produsen dan mengurangi konsumsi industri, menambah beban pada harga.
Selain faktor makro, sentimen investor terhadap logam mulia secara umum turut memengaruhi perak. Emas, sebagai safe‑haven utama, masih berada pada tren menguat; perak biasanya mengikuti pergerakan emas, meskipun dengan volatilitas yang lebih tinggi. Rasio emas‑perak menjadi indikator penting bagi trader untuk menilai apakah perak undervalued atau overvalued relatif terhadap emas.
Secara keseluruhan, kombinasi penguatan USD, kenaikan harga minyak, dan ekspektasi kebijakan moneter yang ketat memperkuat bias bearish pada perak. Para pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap data ekonomi AS, pernyataan The Fed, serta perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang dapat memicu pergerakan nilai tukar dan harga komoditas secara tiba‑tiba.
Investor yang mempertimbangkan eksposur pada perak sebaiknya memperhatikan level teknikal kunci, terutama SMA 100‑hari dan zona support $70‑$68, serta mengawasi kalender ekonomi global untuk mengantisipasi perubahan sentimen yang dapat memicu volatilitas tinggi.
