IPD – 04 April 2026 | Setelah keputusan mengejutkan klub pada akhir pekan lalu yang menyingkirkan Igor Tudor dari kursi pelatih, Tottenham Hotspur kembali berada di tengah sorotan media internasional. Klub London Utara kini tengah menyiapkan proses pencarian pengganti yang tidak hanya mampu mengembalikan stabilitas di liga, tetapi juga menyiapkan skuad untuk fase transfer musim panas yang diprediksi akan menjadi titik balik dalam upaya menyalip zona degradasi.
Berita pertama yang mengemuka datang dari spekulasi internal yang menyebutkan nama Ben Davies, mantan bek sayap Wales yang pernah berkarier di Liverpool dan Southampton, sebagai kandidat mengejutkan. Davies, yang kini menjabat sebagai asisten pelatih di tim akademi Tottenham, telah lama dikenal memiliki pemahaman taktik yang kuat serta kemampuan mengelola pemain muda. Keberadaannya di dalam struktur klub memberikan keuntungan tambahan karena ia sudah familiar dengan budaya dan filosofi yang sedang dikembangkan oleh manajemen.
Keputusan mengangkat atau mempertimbangkan seorang asisten internal seperti Ben Davies menandai perubahan paradigma bagi Tottenham, yang selama beberapa tahun terakhir lebih mengandalkan pelatih luar negeri berprofil tinggi. Sebelumnya, nama-nama seperti Roberto De Zerbi, mantan pelatih Brighton, sempat menjadi sorotan media sebagai calon potensial. De Zerbi, yang dikenal dengan gaya permainan menyerang dan penggunaan pemain seperti Kaoru Mitoma dan Manuel Locatelli, diprediksi akan membawa perubahan signifikan pada taktik Spurs jika terpilih. Namun, laporan terbaru menyebutkan bahwa De Zerbi kini sedang fokus pada proyek klub lain, sehingga peluangnya untuk bergabung dengan Tottenham menjadi kurang jelas.
Selain Ben Davies, nama-nama lain seperti Mauricio Pochettino, yang pernah melatih klub pada periode 2014-2019, dan Marco Silva kembali masuk dalam daftar pertimbangan. Kedua pelatih tersebut memiliki pengalaman Premier League yang luas dan pernah menunjukkan kemampuan mengoptimalkan sumber daya terbatas. Namun, keduanya dikabarkan memiliki negosiasi kontrak yang rumit, sehingga manajemen Tottenham menimbang alternatif yang lebih ekonomis.
Sementara proses rekrutmen pelatih berjalan, perhatian tidak lepas pada target transfer musim panas. Menurut laporan SportMole, Tottenham menyiapkan lima target utama yang selaras dengan gaya permainan yang diinginkan pelatih baru. Di antaranya adalah bek tengah berpengalaman, gelandang bertahan yang dapat menyalurkan bola dengan akurat, serta penyerang sayap yang memiliki kecepatan dan kemampuan dribbling. Salah satu nama yang muncul secara konsisten adalah Kaoru Mitoma, sayap asal Jepang yang saat ini bermain untuk Brighton. Mitoma dikenal dengan kemampuan mencetak gol serta kreativitas di sisi kanan lapangan, yang cocok dengan filosofi menyerang De Zerbi namun tetap relevan bagi pendekatan taktik yang lebih pragmatis.
Di sisi lain, Tottenham juga memperhatikan situasi kiper. Geronimo Rulli, kiper asal Argentina yang saat ini berada di Marseille, menjadi kandidat potensial untuk menggantikan kiper lama seperti Guglielmo Vicario atau Antonin Kinsky yang diprediksi akan meninggalkan klub pada akhir musim. Rulli menawarkan pengalaman di level internasional serta kemampuan mengorganisir lini belakang, sebuah kualitas yang sangat dibutuhkan mengingat Spurs harus memperkuat pertahanan mereka yang selama ini rentan.
Strategi transfer yang direncanakan juga mempertimbangkan batasan keuangan klub. Tottenham masih berada di ambang zona degradasi, hanya unggul satu poin, sehingga manajemen harus menyeimbangkan antara kebutuhan memperkuat skuad dan menjaga keseimbangan neraca keuangan. Oleh karena itu, target pemain yang sudah familiar dengan sistem permainan pelatih baru menjadi prioritas, mengurangi risiko adaptasi yang memakan waktu.
Di tengah dinamika ini, para penggemar Tottenham menanti keputusan resmi dari manajemen. Sejumlah forum dan media sosial dipenuhi diskusi mengenai kelebihan dan kekurangan setiap kandidat, dengan Ben Davies menjadi sorotan utama karena kemampuannya berinteraksi langsung dengan pemain dan mengerti budaya klub. Apabila Davies terpilih, ia akan menjadi pelatih kepala pertama yang naik dari posisi asisten internal dalam era modern Premier League, sebuah langkah yang dapat menjadi contoh bagi klub lain yang ingin menumbuhkan talenta pelatih dari dalam.
Kesimpulannya, Tottenham Hotspur berada di persimpangan penting. Pilihan pelatih baru tidak hanya akan mempengaruhi hasil di sisa tujuh pertandingan Premier League, tetapi juga menentukan arah strategi transfer musim panas. Dengan Ben Davies sebagai kandidat mengejutkan, klub berpotensi menempuh jalur yang lebih berkelanjutan dan berfokus pada pengembangan pemain muda, sambil tetap membuka pintu bagi masuknya pemain berpengalaman yang dapat langsung memberi dampak pada performa tim.
