IPD – 21 April 2026 | Elias Haddad, analis senior di Brown Brothers Harriman (BBH), memperkirakan pasangan mata uang GBP/USD akan terus berfluktuasi dalam kisaran sempit antara 1,3400 hingga 1,3700 dalam beberapa minggu mendatang. Prediksi tersebut didasarkan pada data ketenagakerjaan Inggris yang baru saja dirilis, yang menunjukkan dinamika campuran antara penurunan tingkat pengangguran dan pelemahan pertumbuhan payroll.
Pasangan GBP/USD saat ini diperdagangkan di sekitar level 1,3500, mencerminkan sentimen pasar yang masih menunggu arah kebijakan moneter Bank of England (BoE). Data upah reguler sektor swasta pada bulan Februari mencatat pertumbuhan sebesar 3,2% tahun‑ke‑tahun, turun dari 3,3% pada Januari. Angka ini merupakan laju terendah sejak Oktober 2020 dan berada di bawah proyeksi BoE sebesar 3,5% untuk kuartal pertama.
Penurunan tekanan upah memberi ruang bagi BoE untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan lebih lanjut pada akhir tahun ini. BoE diperkirakan akan mengubah sikap dari kenaikan suku bunga ke potensi pemotongan, mengingat adanya kelebihan kapasitas dalam perekonomian Inggris. Sebuah output gap negatif sebesar -1% diproyeksikan akan tercapai pada 2026, menandakan permintaan agregat masih lemah dibandingkan potensi produksi.
Berikut poin‑poin utama yang menjadi dasar proyeksi BBH:
- Data ketenagakerjaan menunjukkan penurunan pengangguran tetapi pertumbuhan payroll melambat.
- Pertumbuhan upah reguler sektor swasta turun menjadi 3,2% y/y pada Februari, terendah sejak Oktober 2020.
- Proyeksi BoE untuk pertumbuhan upah kuartal I berada di atas 3,5%, menandakan tekanan inflasi masih menjadi perhatian.
- Output gap negatif diperkirakan mencapai -1% pada 2026, membuka kemungkinan pemotongan suku bunga.
- Pasangan GBP/USD diprediksi akan beroperasi dalam rentang 1,3400‑1,3700 dalam jangka pendek.
Analisis BBH menekankan bahwa meskipun data ketenagakerjaan Inggris menunjukkan tanda‑tanda pemulihan, penurunan laju upah mengindikasikan bahwa inflasi masih berada di bawah kontrol. Dengan BoE mengindikasikan kemungkinan perubahan sikap kebijakan pada akhir tahun, trader forex diperkirakan akan menyesuaikan posisi mereka di pasar GBP/USD.
Secara teknikal, level support yang kuat berada di sekitar 1,3400, sedangkan resistance utama terletak di 1,3700. Jika pasangan berhasil menembus resistance tersebut, kemungkinan akan membuka ruang naik lebih lanjut menuju level 1,3800. Sebaliknya, penembusan di bawah support dapat menurunkan harga hingga 1,3300, menandakan tekanan jual yang lebih intens.
Para pelaku pasar juga memperhatikan faktor eksternal seperti kebijakan moneter Federal Reserve Amerika Serikat dan dinamika geopolitik global yang dapat memengaruhi sentimen risiko. Jika Fed tetap pada kebijakan suku bunga tinggi, aliran modal ke dolar AS dapat menguat, menekan GBP/USD lebih jauh ke sisi bawah kisaran.
Kesimpulannya, BBH menilai bahwa GBP/USD akan tetap berada dalam jalur yang relatif stabil selama rentang 1,3400‑1,3700, kecuali muncul data ekonomi yang mengejutkan atau perubahan tajam dalam kebijakan BoE. Investor yang mengandalkan strategi range‑trading dapat memanfaatkan volatilitas terbatas ini untuk memperoleh profit konsisten, sambil tetap memperhatikan sinyal perubahan kebijakan moneter yang dapat mengubah arah pasar secara signifikan.
