EUR/JPY Tetap Stabil di Sekitar 184,00 Sementara Investor Menanti Arahan Kebijakan ECB dan BoJ

IPD – 04 April 2026 | Pada sesi perdagangan Eropa hari Kamis, pasangan mata uang EUR/JPY bergerak dalam kisaran sempit di sekitar level 184,00. Kondisi ini mencerminkan ketidakpastian pasar, di mana para pelaku menanti sinyal lebih jelas mengenai kebijakan moneter yang akan diambil oleh European Central Bank (ECB) dan Bank of Japan (BoJ) dalam beberapa minggu mendatang.

Pergerakan lateral ini dipicu oleh sejumlah pernyataan terbaru dari pejabat senior kedua bank sentral. Di pihak ECB, Joachim Nagel, Gubernur Bundesbank dan anggota dewan eksekutif ECB, menegaskan bahwa kenaikan suku bunga pada pertemuan bulan April masih bersifat opsional. Ia menambahkan bahwa setiap hari yang berlalu meningkatkan risiko inflasi, terutama karena tekanan harga minyak yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.

Sementara itu, Gediminas Simkus, Gubernur Bank Sentral Lithuania dan anggota Dewan Gubernur ECB, mengingatkan bahwa kondisi ekonomi masih berubah dengan cepat. Simkus menolak untuk memberikan prediksi pasti mengenai langkah kebijakan pada pertemuan mendatang, menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menilai data inflasi yang baru.

Di pihak Bank of Japan, sinyal pengetatan kebijakan juga muncul. Toichiro Asada, anggota baru BoJ, mengungkapkan bahwa kenaikan harga minyak global telah meningkatkan tekanan inflasi di Jepang, membuka peluang bagi BoJ untuk mempertimbangkan langkah-langkah pengetatan lebih lanjut jika kondisi ekonomi domestik tetap sesuai dengan proyeksi. Pernyataan ini sejalan dengan keputusan kebijakan moneter BoJ bulan lalu, yang tetap mempertahankan kebijakan ultra‑longgar namun menyatakan kesiapan untuk menyesuaikan arah jika inflasi menunjukkan tren naik.

Ketidakpastian ini membuat EUR/JPY berada dalam zona konsolidasi. Trader yang mengandalkan volatilitas untuk mengambil posisi spekulatif menemukan pasar yang kurang memberi peluang. Sebaliknya, para investor institusional cenderung menahan posisi hingga ada kejelasan lebih lanjut mengenai jalur kebijakan ECB dan BoJ.

Berikut beberapa faktor kunci yang memengaruhi pergerakan EUR/JPY saat ini:

  • Risiko inflasi di zona Euro: Harga energi yang melonjak akibat konflik di Timur Tengah meningkatkan tekanan harga di negara-negara anggota Eurozone, memperkuat argumen bagi ECB untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga.
  • Ekspektasi pengetatan BoJ: Meskipun BoJ masih berada di zona suku bunga negatif, sinyal dari anggota dewan menunjukkan bahwa kebijakan ultra‑longgar tidak akan bertahan selamanya jika inflasi terus naik.
  • Pergerakan dolar AS: Dolar tetap kuat terhadap yen, sementara euro mengalami sedikit tekanan, menciptakan dinamika keseimbangan di pasangan EUR/JPY.

Analisis teknikal menunjukkan bahwa level 184,00 berfungsi sebagai zona support dan resistance penting. Jika harga berhasil menembus ke atas level 185,00, pasangan ini dapat melanjutkan kenaikan menuju 186,00. Sebaliknya, penurunan di bawah 183,00 dapat membuka jalan bagi koreksi lebih dalam menuju 181,00.

Secara fundamental, keputusan kebijakan ECB pada bulan April menjadi titik fokus utama. Jika ECB memilih untuk menaikkan suku bunga, euro dapat menguat terhadap yen, mendukung pergerakan bullish. Namun, jika ECB memilih pendekatan lebih dovish, memperpanjang kebijakan moneter akomodatif, euro berisiko kehilangan momentum, memperlemah posisi EUR/JPY.

Di sisi lain, BoJ dihadapkan pada dilema antara mempertahankan kebijakan ultra‑longgar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi atau beralih ke pengetatan untuk menahan inflasi yang mulai meningkat. Keputusan BoJ pada pertemuan Maret akan menjadi indikator penting bagi pasar yen. Pengetatan kebijakan BoJ biasanya menyebabkan yen menguat, yang pada gilirannya dapat menekan EUR/JPY ke arah turun.

Investor juga memperhatikan data ekonomi utama yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan, termasuk indeks harga konsumen (CPI) di zona Euro dan data inflasi Jepang. Data tersebut dapat memperkuat atau melemahkan argumen masing‑masing bank sentral, memberikan arah yang lebih jelas bagi pergerakan pasangan mata uang ini.

Kesimpulannya, EUR/JPY berada dalam fase konsolidasi yang dipicu oleh ketidakpastian kebijakan moneter ECB dan BoJ. Selama minggu ini, pergerakan harga diperkirakan akan tetap berada dalam rentang 183,00‑186,00, kecuali terjadi kejutan dari pernyataan resmi atau data ekonomi yang signifikan. Para pelaku pasar disarankan untuk memantau secara cermat agenda rapat ECB pada bulan April serta pertemuan BoJ pada bulan Maret, karena keduanya akan menentukan arah jangka pendek hingga menengah EUR/JPY.

Leave a Comment