Bank of England Tahan Kenaikan Suku Bunga, EUR/GBP Diperkirakan Naik – Analisis Commerzbank

IPD – 04 April 2026 | Michael Pfister, analis senior di Commerzbank, mengungkapkan bahwa keputusan terbaru Gubernur Bank of England (BoE), Andrew Bailey, untuk menahan suku bunga menandai perubahan arah kebijakan moneter Inggris. Menurut Pfister, penolakan BoE terhadap ekspektasi pasar yang mengharapkan pengetatan lebih agresif didorong oleh kelemahan pasar tenaga kerja serta terbatasnya ruang bagi perusahaan untuk menaikkan harga. Pandangan ini menegaskan kembali perkiraan Commerzbank bahwa pasangan mata uang EUR/GBP akan menguat dalam beberapa bulan ke depan, meskipun sensitivitas pasar terhadap perubahan kebijakan suku bunga kini berkurang.

Dalam wawancara terbarunya, Bailey menegaskan bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga yang berlebih telah melampaui batas yang dapat diterima. Ia menyoroti bahwa pasar tenaga kerja Inggris sudah mengalami pelemahan signifikan sebelum konflik geopolitik, termasuk perang di Ukraina, memicu penurunan permintaan yang pada gilirannya menurunkan tekanan inflasi. Selanjutnya, Bailey menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan di Inggris kini memiliki ruang yang lebih sempit untuk menaikkan harga, sehingga tekanan harga tidak lagi sekuat sebelumnya.

Pfister menambahkan bahwa tiga kali kenaikan suku bunga BoE dalam tahun ini menjadi skenario yang tidak realistis. “Pasar tenaga kerja sudah melemah secara signifikan sebelum pecahnya perang, dan meskipun inflasi tetap berada di atas target, tidak jelas seberapa jauh inflasi dapat naik mengingat tekanan inflasi yang didorong oleh permintaan yang lebih lemah,” ujarnya. Pandangan ini selaras dengan data terkini yang menunjukkan pertumbuhan pekerjaan yang melambat dan penurunan indeks kepercayaan konsumen di Inggris.

Berikut beberapa poin kunci yang diangkat dalam analisis Commerzbank:

  • BoE menolak ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga agresif.
  • Pasar tenaga kerja Inggris mengalami pelemahan signifikan, menurunkan tekanan inflasi.
  • Perusahaan kini memiliki ruang terbatas untuk menaikkan harga, mengurangi risiko inflasi biaya.
  • Pasar valuta asing (Valas) kini lebih tenang terhadap perubahan ekspektasi suku bunga.
  • Commerzbank memperkirakan EUR/GBP akan menguat dalam beberapa bulan mendatang, dengan risiko politik sebagai faktor tambahan.

Analisis ini juga menyoroti pergeseran ekspektasi pasar mengenai jumlah kenaikan suku bunga BoE yang tersisa pada tahun ini. Sebelumnya, pasar memperkirakan dua hingga tiga kali kenaikan tambahan, namun setelah pernyataan Bailey, ekspektasi tersebut telah disesuaikan menjadi dua kali kenaikan lagi, dengan kemungkinan suku bunga tetap tidak berubah hingga akhir tahun. Perubahan ekspektasi ini mencerminkan keyakinan bahwa BoE lebih fokus pada mendukung pertumbuhan ekonomi daripada melawan inflasi dengan kebijakan yang terlalu ketat.

Dalam konteks pasangan EUR/GBP, pernyataan BoE memberikan dukungan bagi euro untuk menguat melawan pound. Meskipun pasar valuta asing kini menunjukkan reaksi yang lebih lemah terhadap perubahan ekspektasi suku bunga, faktor fundamental seperti kondisi tenaga kerja, inflasi, dan kebijakan moneter tetap menjadi penentu utama pergerakan nilai tukar. Selain itu, Commerzbank mencatat bahwa faktor politik – termasuk ketidakpastian terkait kebijakan fiskal Inggris dan dinamika hubungan Uni Eropa – dapat menambah volatilitas pasangan ini.

Secara makro, kebijakan BoE yang berhati-hati mencerminkan tren global di mana bank sentral utama menyeimbangkan antara menahan inflasi dan mendukung pertumbuhan. Bank Sentral Eropa (ECB) juga berada dalam fase penyesuaian kebijakan, sementara Federal Reserve Amerika Serikat terus menilai tekanan inflasi domestik. Interaksi kebijakan ketiga bank sentral utama ini menciptakan lanskap pasar yang kompleks, di mana pergerakan EUR/GBP menjadi indikator penting bagi para pelaku pasar yang memperhatikan perbedaan kebijakan moneter.

Komponen penting lain yang disebutkan Pfister adalah penurunan sensitivitas pasar Valas terhadap ekspektasi suku bunga. Hal ini menandakan bahwa pelaku pasar kini lebih menekankan pada data fundamental dan geopolitik dibandingkan spekulasi kebijakan moneter jangka pendek. Dengan demikian, pergerakan EUR/GBP di masa mendatang diperkirakan akan dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi riil, termasuk laporan pekerjaan, data inflasi, serta kebijakan fiskal di kedua wilayah.

Kesimpulannya, pernyataan Andrew Bailey menegaskan bahwa BoE tidak akan melanjutkan siklus kenaikan suku bunga secara agresif, melainkan akan menunggu data ekonomi lebih lanjut. Pendekatan ini memperkuat proyeksi Commerzbank bahwa EUR/GBP akan menguat dalam beberapa bulan ke depan, dengan risiko politik sebagai faktor tambahan yang dapat memicu fluktuasi. Investor dan pelaku pasar disarankan untuk memantau indikator pasar tenaga kerja Inggris, laporan inflasi, serta perkembangan kebijakan fiskal di Inggris dan Uni Eropa sebagai acuan utama dalam menilai arah pasangan mata uang ini.

Leave a Comment