Rizky Ridho Jaga Asa Juara Persija: Fokus Game‑by‑Game dan Tantangan Bhayangkara FC

IPD – 05 April 2026 | Bek andalan Timnas Indonesia, Rizky Ridho, kembali menjadi sorotan publik menjelang fase akhir Super League 2025/2026. Dengan sembilan laga tersisa, ia menegaskan strategi Persija Jakarta untuk tetap berada di jalur juara melalui pendekatan “game‑by‑game”. Pernyataan itu disampaikan dalam dua kesempatan berbeda: satu kali ketika membahas konsistensi tim, dan lain kali menjelang laga krusial melawan Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung.

Persija saat ini menempati posisi ketiga klasemen dengan 52 poin, berada delapan angka di belakang pemuncak klasemen, Persib Bandung. Meski jarak masih signifikan, tim asuhan Mauricio Souza masih memiliki peluang realistis untuk mengancam gelar, asalkan mampu mengamankan poin maksimal dalam sisa pertandingan. Ridho menegaskan, “Kami semua sepakat untuk tidak terlalu memikirkan akhir musim. Fokus utama kami adalah menjalani setiap pertandingan satu per satu. Dengan konsentrasi penuh pada setiap laga, kami percaya dapat mengeksekusi rencana pelatih secara maksimal.”

Strategi game‑by‑game yang diusung Ridho bukan sekadar slogan motivasi. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan taktik, konsistensi mental, serta kesiapan fisik pemain. “Setiap pertandingan harus kami jalani dengan intensitas penuh, mengikuti skema yang telah disiapkan oleh tim pelatih. Jika kami dapat menjaga fokus di setiap menit, peluang kami untuk menutup musim dengan hasil memuaskan akan semakin besar,” ujarnya.

Kepercayaan diri Ridho tidak hanya terbatas pada urusan taktik klub. Sebagai pemain Timnas Indonesia yang sering dipanggil ke skuad nasional, ia mengaku bahwa pengalaman internasional membantu meningkatkan kualitas pertahanan Persija. “Bermain bersama Timnas memberi saya perspektif baru tentang kecepatan permainan dan keputusan defensif. Itu saya bawa kembali ke Persija agar lini belakang kami lebih solid,” jelasnya.

Menjelang laga ke‑26 melawan Bhayangkara FC, Ridho menambahkan bahwa timnya sudah dalam kondisi siap tempur. Bhayangkara FC, yang tengah berada di posisi keenam dengan 32 poin, belum mengalami kekalahan dalam lima pertandingan terakhir. “Mereka sedang berada dalam performa terbaiknya, jadi kami tidak menganggapnya remeh. Namun, kami yakin dengan kedalaman skuad, terutama kehadiran pemain Timnas seperti saya, Jordi Amat, dan Dony Tri Pamungkas, kami dapat menahan tekanan mereka,” kata Ridho.

Pertandingan tersebut dijadwalkan pada Minggu, 5 April 2026, di Lampung. Mauricio Souza menilai bahwa kembalinya pemain yang pernah absen karena cedera atau tugas internasional memberikan keseimbangan pada formasi. Meskipun Mauro Zijlstra absen karena cedera, kehadiran Ridho di lini pertahanan menjadi kunci stabilitas. “Kami sudah mempersiapkan skema yang fleksibel, dan saya pribadi siap memberikan yang terbaik untuk tim,” tambah Ridho.

Selain menekankan pentingnya konsistensi, Ridho juga menyoroti nilai mentalitas tim dalam menghadapi tekanan. “Dua laga terakhir kami belum menghasilkan poin tiga, jadi kami harus bangkit. Setiap poin sangat berharga di tahap akhir kompetisi,” ujarnya. Ia menutup dengan harapan bahwa pendekatan game‑by‑game akan mengantarkan Persija pada hasil maksimal, baik dalam bentuk kemenangan maupun penampilan solid yang mengurangi celah lawan.

Dengan peran sentralnya di lini belakang dan kepemimpinan sebagai kapten, Rizky Ridho menjadi figur vital dalam menjaga asa juara Persija. Jika strategi fokus pada setiap pertandingan dapat dijalankan secara konsisten, Persija memiliki peluang untuk menutup musim dengan posisi yang memuaskan, sekaligus memperkuat reputasi Ridho sebagai salah satu bek terkemuka di Tanah Air.

Leave a Comment